Bangunan kokoh dan luas itu terbuat dari tembok merah tebal dan megah. Berdiri di atas sebuah bukit tinggi dan dikelilingi tembok merah setinggi 5 meter. Pintu gerbang yang kokoh karena terbuat dari kayu jati tua berada di sebelah timur. Selain palang pintu yang terbuat dari jati gelondongan, pintu tersebut dijaga pula oleh dua orang penjaga yang membekal senjata tombak panjang.
Inilah tempat kediaman si Tangan Gledek selama dua tahun ini. Bekas kepala rampok ganas ini sudah lama tidak lagi menjadi perampok dan kini memencilkan diri di bukit Petir, hidup senang dengan berbekal harta yang dikumpulkannya dari hasil merampok selama belasan tahun.
Tapi jangan dikira si Tangan Gledek telah benar-benar hidup bersih dan insyaf dari kejahatan. Walaupun sudah tidak ikut turun langsung dalam merampok tapi sekarang si Tangan Gledek sudah menjadi tuan besar dari beberapa kelompok rampok ganas yang telah ditaklukkannya dan berkeliaran di sekitar rimba wilayah selatan. Si Tangan Gledek kini hanya duduk santai di kediamannya dan tiap bulan akan menerima setoran upeti dari para rampok bawahannya dalam jumlah yang cukup besar.
Selain menarik upeti dari hasil rampokan para anak buahnya, bekas kepala rampok inipun memiliki penghasilan lainnya. Si Tangan Gledek memiliki puluhan anak buah sekaligus juga muridnya yang bisa disewa untuk menjadi pengawal pengiriman barang para pejabat atau orang-orang kaya dan juga bisa disewa menjadi jago-jago bayaran. Otomatis kehdupan si Tangan Gledek tidak akan pernah kekurangan. Harta kekayaannya terus melimpah.
Empat saudaranya yang tidak pernah terpisah jauh darinya menjadi wakil dan kepercayaannya untuk mengurus semua pekerjaannya. Karena itu si Tangan Gledek saat ini bisa dikatakan menjadi seorang saudagar dengan harta tidak sedikit. Dengan kekayaannya itu si Tangan Gledek bisa hidup berpoya-poya. Berpesta dan berkumpul dengan orang-orang rimba persilatan yang menjadi sahabat-sahabatnya. Walau sampai saat ini dia tidak memiliki seorangpun isteri, tapi si Tangan Gledek memiliki selir yang mencapai sembilan orang, terdiri dari gadis-gadis muda yang mau secara sukarela tapi kebanyakan melalui cara paksaan yang diambil dari desa-desa sekitar bukit tempat tinggalnya. Tidak ada yang berani melawan kekuasaan si Tangan Gledek yang memiliki banyak anak buah dan teman-temannya yang kebanyakan jago-jago ahli silat itu.
Kabar terbunuhnya si Pisau Terbang Beracun yang dibawa si Golok Kembar menjadi berita yang mengejutkannya sekaligus membuatnya murka. Apalagi diketahui pula pembunuh saudara angkatnya itu adalah seorang pemuda belia yang ternyata murid musuh besarnya yang dulu dibunuh olehnya beserta empat saudara angkatnya dua tahun lalu. Dengan perasaan dendam dan amarah yang meluap-luap si Tangan Gledek langsung menghubungi tiga orang saudara angkatnya juga seorang sahabatnya yang merupakan jawara ternama untuk berkumpul di kediamannya.
Si Mata Putih, Si Ular Hijau dan Si Mata Picak segera datang memenuhi panggilan si Tangan Gledek. Enam orang itu menyusun rencana untuk menghadapi dua orang pemuda pembunuh si Pisau Terbang Beracun yang menurut kabar si Golok Kembar berkepandaian tinggi. Tentu saja si Golok Kembar sendiri ikut hadir di kediaman si Tangan Gledek karena terkena bujuk rayu bekas kepala rampok ini. Dengan bujukan si Tangan Gledek si Golok Kembar yang sebenarnya dalam hati merasa gentar pada Tirta dan Ananta terpaksa tetap tinggal di kediaman si Tangan Gledek. Tapi hatinya jadi lebih tenang ketika melihat kehadiran jago kawan si Tangan Gledek yang dia ketahui berkepandaian lebih tinggi dari dirinya.
Di bawah bukit, si Ular Hijau ditugaskan untuk memimpin pengawasan. Si Ular Hijau ini terkenal dengan kelicikannya, maka si Tangan Gledek percaya bahwa adik angkat termudanya ini bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dirinya mengajak semua orang memasuki gedung kembali dan melanjutkan makan minum. Si Tangan Gledek begitu percaya bahwa si Ular Hijau dan sepuluh murid pilihannya mampu mengatasi musuh.
Tapi keyakinannya harus pupus beberapa saat kemudian. Setelah hampir satu jam si Ular Hijau pergi, medadak si Tangan Gledek mendengar teriakan dari luar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geger Parahiyangan
FantasySeorang tokoh silat ahli meramal mendapatkan sebuah petunjuk gaib bahwa rimba persilatan Tatar Pasundan akan mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh sekelompok manusia misterius yang menamakan diri mereka Topeng Tengkorak Putih yang terdiri dari j...
