42. Mei Lan Diculik

270 23 2
                                        

"Siapa kau?"Tegur Ciu Hay dengan sepasang mata menatap tajam penuh curiga pada perempuan bercadar merah yang barusan muncul dan kini berdiri tegak di hadapan mereka. 

Sosok ramping mengenakan baju panjang sutera merah dan menebarkan bau harum tubuh ini sesaat pandangi kelima pendekar itu. Setelah terlebih dahulu rangkapkan dua telapak tangan untuk sekedar memberi hormat perempuan ini berkata dengan suaranya yang terdengar merdu.

"Di negeri ini aku biasa dipanggil dengan sebutan Bidadari Kilat Merah. Kalau kalian bermaksud menghadapi kelompok jahat ini, biarlah aku ikut membantu walau kita belum saling kenal. Tapi melihat kalian bermusuhan dengan orang-orang bertopeng ini maka bisa dipastikan kita berada di golongan yang sama. Ketahuilah, mereka adalah kelompok yang sudah banyak melakukan kejahatan dan membuat kekacauan di Parahiyangan. Sebagai jawara golongan putih di negeri ini maka kewajibanku memerangi mereka."

Lima orang itu saling pandang satu sama lain seperti saling tanya pendapat. Tapi sepertinya mereka satu pemikiran. Apa yang dikatakan perempuan misterius ini memang bisa diterima akal. Dan dalam keadaan begini merekapun memang butuh sekutu untuk menghadapi begitu banyak lawan. Maka akhirnya Ciu Hay anggukkan kepala.

"Baiklah. Kami terima uluran bantuan, nona. Kau bisa membantu tiga orang kawan kami menghadapi tiga puluh orang itu."

"Maapkan aku saudara asing. Aku sudah memilih dan menentukkan lawanku sendiri."Ucap Bidadari Kilat Merah adanya sambil kemudian berpaling ke arah Dewi Merak Bungu." Perempuan yang disana itu bergelar Dewi Merak Iblis, dialah bagianku. Sudah lama aku mencarinya karena masih ada urusan lama yang belum selesai diantara kami."

"Kalau begitu, kami akan mengalah. Kami akan menyerahkan perempuan itu padamu. Dan laki-laki itu aku serahkan padamu saudara Saka Deva. Hati-hatilah."Akhirnya Ciu Hay anggukkan kepala setuju dan berpaling ke arah pemuda Tibet itu. Bidadari Kilat Merah tersenyum dan ucapkan terimakasih. Sedangkan Saka Deva pun anggukkan kepala pula.

Saat itulah semua anggota topeng tengkorak sudah mulai berlompatan ke arah enam orang itu. Maka Ciu Hay dan dan lima orang lainnya pun segera menyambutnya. Dengan diemani Bun Tan, Mei Lan dan Sagita Devi, Ciu Hay langsung menyerbu ke arah orang-orang Topeng Tengkorak Putih. Sedangkan Saka Deva dan Bidadari Kilat Merah langsung melompat ke hadapan Iblis Mesum dan Dewi Merak Iblis. Bidadari Kilat Merah sendiri entah kenapa langsung berhadapan dengan Dewa Merak Iblis. Dua orang tokoh hitam itu memperhatikan dua muda mudi ini dengan seksama.

"Kau rupanya punya keberanian tinggi, anak muda."Kata Anggada begitu pemuda tibet itu berdiri di hadapannya. Saka Deva hanya menyeringai dan tanpa berkata apa-apa lagi pemuda ini langsung kirimkan satu pukulan tangan kosong ke arah dada.

"Pemuda sombong."Dengus Anggada yang menganggap enteng lawan. Tangan kanan berkelebat menangkis, maka bentrokan kedua tangan mereka tak terhindari,

Dukkk!!

Iblis Mesum dan Saka Deva sama-sama terkejut karena merasakan bahwa lengan lawan masing-masing terasa keras seperti besi dan tenaga dalam mereka tidak kalah jauh dengan milik mereka sendiri.

"Lumayan kau pemuda asing."Ucap Iblis Mesum dan segera berkelebat mendahului kirimkan serangan. Dua orang ini langsung terlibat perkelahian sengit.

Bidarai Kilat Merah yang kini sudah tiba dihadapan Dewi Merak Iblis langsung menegur."Dewi Merak Iblis atau mungkin harus kupanggil dengan nama aslimu Minarti, bagaimana kabarmu?"

Dewi Merak Iblis yang sebelumnya sunggingkan senyum sinis langsung berubah wajahnya saking terkejut begitu perempuan bercadar dihadapannya ini menyebut nama aslinya begitu saja. Padahal dirinya merasa tidak mengenal perempuan yang wajahnya tertutup cadar merah sutera ini.

Geger ParahiyanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang