39. Iblis Mata Api

324 22 7
                                        

Laki-laki berpakaian ringkas kuning dan memiliki wajah gagah walau dalam usianya yang tidak lagi muda itu duduk bersila di sebuah akar pohon beringin berdaun rimbun. Orang ini tengah bersemedhi menghimpun hawa murni. Siapakah orang ini?

Orang ini adalah Iblis Mesum Bukit Larangan. Sebelumnya dia bentrokan dengan Iblis Mata Api yang datang bersama Tirta saat dirinya hendak memperkosa Mintari menggunakan bubuk perangsang birahi. Setelah bertarung dan merasa tidak untupan melawan Iblis Mata Api dibantu Tirta, Iblis Mesum berhasil melarikan diri. Dengan perasaan geram dan jengkel karena usahanya gagal menikmati tubuh gadis cantik itu tokoh sesat ini terpesat dan berdiam di tempat ini. Ada rasa penasaran tapi juga jerih mengingat kepandaian pemuda tidak dikenal bernama Tirta itu. Tokoh sekelas si Cakar Neraka sampai kesulitan menghadapinya. Entah murid siapa anak muda itu.

Tidak lama kemudian Anggada membuka sepasang matanya. Telinganya yang sangat tajam mendengar gerakan langkah orang yang halus hampir tidak kedengaran mendekati tempatnya duduk, pertanda siapapun orang ini memiliki ilmu kepandaian tinggi. Dengan sepasang mata menyorot tajam penuh waspada, Anggada memperhatikan semak belukar yang berada beberapa tombak di sebelah kirinya.

Selang beberapa saat, satu sosok perempuan muncul dari semak belukar tersebut. Perempuan berusia pertengahan tiga puluhan berpenamplan menarik dengan wajah dipolesi pupur apik dan rambut hitam mengkilat disanggul dengan dihiasi tusuk konde dari bulu merak hijau warna-warni. Di tangan kanan membawa sebuah kipas yang tersusun dari bulu merak hijau dan tanpa henti dikipas-kipas di wajahnya.

Pakaian yang dikenakan perempuan ini berupa kemben sebatas dada dilapisi di sebelah luarnya dengan kain sutera hijau menyerupai rompi sebatas lengan sedangkan sebelah bawah mengenakan sehelai kain hijau menutupi celana cokelat selutut. Kemben yang dikenakannya ternyata begitu rendah hingga pangkal dadanya terlihat jelas putih membusung. Perempun itu sesaat lamanya memperhatikan Iblis Mesum Bukit Larangan kemudian sambil tersenyum manis penuh daya pikat perempuan ini berjalan menghampiri Iblis Mesum yang saat itu juga berdiri memandangi perempuan ini.

Dengan suaranya yang sengaja dibuat semerdu mungkin perempuan ini berkata pada Anggada." Pakaian serba kuning, tubuh kekar dalam usia hampir setengah abad tapi masih berwajah tampan dan gagah. Hmm rasanya tidak sulit mengenali orang sepertimu."

"Dari nada ucapanmu sepertinya kau tahu siapa diriku."Sahut Anggada dengn senyum lebar tapi tetap waaspada. Karena dalam hatinya Anggadapun sudah menduga siapaa adany perempuan genit ini.

"Hik hik hik... Siapa orang yang tidak mengenali tokoh ternama seperti dirimu. Tokoh sakti dan banyak digandrungi kaum perempuan. Bukankah kau orang gagah bergelar Iblis Mesum Bukit Larangan?"

"Hahaha, kau pandai memuji."Sahut Anggada pula sambil tertawa dan sengaja mengerahkan tenaga dalam hingga suaranya terasa menusuki telinga, tapi perempuan itu kelihatan tenang-tenang saja hanya sebelah alisnya kelihatan terangkat.

"Aku sendiri sudah menduga siapa kau, perempuan genit. Jangan kau kira aku tidak tahu siapa kau sebenarnya. Bukankah kau Dewi Merak Iblis? Seorang jago perempuan berasal dari Barat yang mondar-mandir kesana kesini menebar pesona menggaet laki-laki hidung belang berilmu tinggi. Kalau sudah bosan dan kau kuras ilmunya maka akan kau tinggalkan."

Mendengar ucapan Iblis Mesum tersebut perempuan yang ternyata Dewi Merak Iblis ini hanya tertawa cekikikan. Tidak kelihatan tersinggung ataupun marah. Malah dengan senyum manis terus tersungging di bibirnya yang merah karena gincu Dewa Merak Iblis sahuti ucapan orang.

"Matamu sungguh awas, Iblis Mesum. Aku memang Dewi Merak Iblis."

Terkejut Anggada mengetahui bahwa perempuan ini adalah Dewi Merak Iblis. Kembali sepasang matanya meneliti sosok Dewi Merak Iblis, setengah jelalatan seperti menelanjangi tubuh sintal perempuan ini.

Geger ParahiyanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang