Sebenarnya apa yang terjadi?
Ternyata ketika Bidadari Kilat Merah mengalihkan perhatian lima orang Hantu Hitam dan berlari menjauhi hutan, bersamaan pula Tirta tersadar dari pingsannya. Begitu mendapatkan dirinya tergeletak di atas tanah Tirta perlahan-lahan bangun. Tubuhnya terasa lemas dan kepalanya berat. Tapi nyeri dan rasa panas di dadanya sudah jauh berkurang. Sambil memandang ke sekelilingnya Tirta menyadari bahwa dirinya masih berada di tempat sebelumnya. Kemudian pemuda ini mengingat-ingat semua kejadian yang telah menimpa dirinya.
"Aku terluka dalam akibat pukulan sakti berhawa panas dari salah satu dua orang jahat itu. Dan dalam keadaan setengah sadar aku mendengar suara bentakan seorang perempuan yang menghentikan niat laki-laki itu membunuhku. Terjadi pertarungan, entah siapa yang menang. Selanjutnya aku jatuh pingsan. Tapi sesaat sebelum hilang kesadaran aku masih sempat melihat bayangan wajah seseorang dan mencium bau harum yang rasanya pernah aku kenal. Entah siapa, hanya bayangan merah samar. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi."
Tentu saja Tirta tidak akan menyangka bahwa orang yang telah menolongnya adalah Bidadari Kilat Merah, gadis bercadar merah yang dahulu sempat mengancam dirinya akan membunuhnya apabila mereka bertemu lagi.
"Sepertinya kematianku belum tiba. Ada orang yang menolong diriku, mengobati luka dalam yang aku derita. Dadaku kini tidak terasa sakit dan sesak lagi. Tapi kemana orang yang menolongku itu?"Begitu Tirta terus membatin dan edarkan padangan ke sekelilingnya. Sepi!
Dan dengan tubuh masih lemah, pemuda ini kemudian berdiri lalu berjalan meninggalkan tempat itu tanpa tahu arah dan tujuan, tidak mengetahui bahwa Bidadari Kilat Merah yang telah menolongnya kembali ke tempat itu tidak lama setelah dirinya pergi.
"Ternyata manusia gobok seperti aku ini masih termasuk beruntung. Dua kali hampir mati tapi dua kali ada orang yang mau turun tangan menolong. Dan ketika sengaja ingin mati, masih saja nyawaku tertolong. Mungkin memang belum waktunya aku mati walaupun aku merasa sudah tidak ada gunanya hidup." Ucap Tirta pada dirinya sendiri.
Terbayang wajah lima orang pendekar asing yang pernah menolongnya, terlebih Sagita Devi gadis cantik anggun dari negeri Tibet itu. Gadis inilah yang dulu dengan telaten mengobatinya. Lalu wajah Bidadari Kilat Merahpun berkelebat dalam pikirannya. Dulu gadis bercadar dan ternyata sangat galak ini ini sempat menghadiahi dua buah tendangan dan dua tamparan di pipinya. Ilmu silatnya sangat tinggi, terlebih gerakannya yang secepat kilat. Tapi dengan akal dan kecerdikan Tirta, pemuda ini berhasil merenggut cadar merah yang menutupi wajah yang ternyata sangat cantik itu. Membayangkan kejadian tersebut, tanpa sadar Tirta jadi tersenyum geli sambil garuk-garuk hidungnya.
"Entah bagaimana kabar gadis dingin dan galak itu. Mungkin masih mendendam padaku karena aku menyingkap cadar melihat wajahnya."Berpikir seperti itu Tirta jadi teringat pada kain cadar milik gadis itu yang selalu dibawanya. Dikeluarkannya cadar itu lalu diciumnya. Tercium wangi harum yang lembut. Tapi mendadak Tirta tersentak kaget. Selintas satu ingatan muncul di benaknya. Bau harum ini, bukankah bau yang tercium sebelum dirinya pingsan tadi?
"Tidak salah lagi! Orang yang menolongku adalah gadis itu, Bidadari Kilat Merah. Ah, kenapa aku bisa melupakan hal ini?"
Tanpa pikir panjang lagi Tirta berbalik dan kembali berlari ke arah hutan. Walau dengan tubuh masih lemas dan langkah sedikit terhuyung Tirta berusaha lari secepatnya. Yang terpikir olehnya adalah menemui gadis bercadar itu dan mengucapkan terimakasih. Lebih dari sepeminuman teh lamanya Tirta menunggu kemudian berputar-putar di sekitar hutan tapi tidak mendapati adanya Bidadari Kilat Merah. Malah tubuhnya makin terasa lelah saja. Akhirnya Tirta mencari tempat beristirahat dan duduk sandarkan diri pada sebatang pohon. Kini perutnya terasa lapar. Dan dengan hanya buah-buahan yang banyak ditemukannya di sekitar hutan Tirta mengisi perut. Pemuda ini kemudian berjalan keluar dari hutan melanjutkan perjalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geger Parahiyangan
FantasiaSeorang tokoh silat ahli meramal mendapatkan sebuah petunjuk gaib bahwa rimba persilatan Tatar Pasundan akan mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh sekelompok manusia misterius yang menamakan diri mereka Topeng Tengkorak Putih yang terdiri dari j...
