59. Rombongan Iblis Mata Api

279 22 8
                                        

Pada pagi harinya, ketika orang-orang golongan putih baru saja selesai sarapan seorang penjaga datang memberi laporkan bahwa di bawah gunung muncul puluhan orang yang tidak dikenal dan tergabung dalam beberapa kelompok besar sedang mendaki menuju gunung Gede. Saat ini sedang dihadang oleh para penjaga yang berugas mengawasi di kaki gunung. Mengetahui hal tersebut semua orang terkejut dan heran.

"Apakah kelompok Topeng Tengkorak Putih melakukan siasat licik melakukan serangan mendadak disaat kita belum siap?" Ucap Ki Winangun khawatir menduga-duga.

"Bukan! Rombongan ini jelas bukan kelompok Topeng Tengkorak Putih. Ada beberapa orang yang kami ketahui sebagai tokoh-tokoh aneh yang selama ini tidak begitu disukai orang-orang persilatan. Ada Lima Hantu Hitam, Tujuh Manusia Aneh, dan si Iblis Mata Api juga ada diantara mereka. Dan hal aneh lainnya, merekapun mengenakan ikat kepala putih seperti yang kita kenakan." Menjelaskan si penjaga dengan muka tegang.

"Ah, apa maksud si Iblis Mata Api mengajak kawan-kawannya yang tidak jelas itu datang kemari?" Giliran Dewi Kerudung Emas yang berkomentar penuh keheranan.

"Rasanya hatiku tidak puas kalau tidak turun menyelidik. Sawung Giring, Nyi Rompang, mari ikut aku turun ke bawah." Selesai berkata demikian Tua Gila sudah siap berbalik hendak pergi menuruni gunung, tapi mendadak Si Jari Maut menghentikannya dan segera berkata.

"Tua Gila, biarkan rombongan orang-orang itu naik kesini. Aku sendiri ingin tahu maksud kedatangan mereka. Kalau ternyata memang membawa maksud tidak baik apa susahnya kalau kita usir lagi. Kurasa jumlah kita lebih dari cukup untuk menghadapi mereka." Semua orang anggukkan kepala lalu bersama-sama keluar menuju pintu masuk.

Begitu para tokoh golongan putih keluar, tidak lama kemudian dari bawah lereng gunung terlihat beriringan serombongan orang berjumlah belasan sedang mendaki ke atas gunung.

Ternyata benar! Rombongan ini terdiri dari orang-orang yang selama ini diketahui tidak mau menggabungkan diri ke pihak golongan putih maupun golongan hitam. Dijauhi golongan putih dan tidak disukai golongan hitam. Diantara belasan orang itu terlihat tokoh-tokoh yang dikenali oleh orang-orang golongan putih. Ada Tujuh Hantu Hitam yang dikepalai oleh si Gada Hitam, si Tangan Panjang yang pernah ditolong oleh Tirta dari keracunan, dan juga Iswari bersama dua kakak seperguruannya berjalan diantara mereka. Di depan sekali terlihat Iblis Mata Api berjalan dengan langkah angkuh seperti biasanya. Orang-orang dalam rombongan tersebut adalah kelompok yang dijauhi kedua golongan jawara. Adalah mengherankan apabila tiba-tiba mereka datang berbarengan ke tempat para tokoh golongan putih berkumpul. Yang membuat sebagian besar tokoh tua golongan putih lebih terkejut saat melihat dua orang kakek berjubah hitam dan seorang kakek berjubah kuning menyertai Iblis Mata Api di samping kiri dan kanannya.

"Iblis Hitam dan Iblis Selaksa Nyawa!"

Si Jari Maut terdengar bergetar saat menyebut dua nama itu. Pandangan matanya diikuti semua orang terpaku pada dua orang kakek disamping Iblis Mata Api. Seperti halnya Iblis Mata Api yang selama ini dicap sebagai manusia kejam yang bisa dengan gampang membunuh lawan, dua kakek angker ini juga merupakan dua dedengkot berilmu sangat tinggi yang kepandaiannya setingkat Iblis Mata Api.

Ki Winangun atau Tua Gila Berambut Perak kerutkan kening memandang tajam ke arah orang-orang ini kemudian matanya beralih ke arah Iblis Mata Api yang sudah tiba di hadapan para tokoh golongan putih yang juga balas menatap mereka dengan sepasang matanya yang merah bagaikan bara api itu. Sebelum Si Jari Maut maupun Tua Gila keluarkan suara bertanya, Nyai Rompang sudah maju ke depan.

"Iblis Mata Api, ada apa kau membawa orang-sebanyak ini ke sini? Apakah kau hendak membuat kekacauan?" Nenek Rompang langsung ajukan pertanyaan begitu rombongan ini tiba. Nadanya jelas mengandung kecurigaan.

Geger ParahiyanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang