2 Dendam Membara

529 19 1
                                        

Dendam Membara

Kakek ini membawa sebuah tongkat bambu butut di tangan kanannya. Pakaiannya yang penuh tambalan dan robekan disana sini akan membuat semua orang yang melihatnya mengira kakek rudin ini seorang pengemis atau gembel tua. Sepasang matanya tidak pernah membuka, selalu terpejam sepanjang waktu. Tubuhnya walaupun tidak bungkuk tapi cara berjalannya yang terseok-seok dibantu dengan tongkat bambu bututnya itu menandakan bahwa si kakek ini bermata buta.

Saat itu kakek tua ini sedang berjalan menyusuri sebuah perbukitan bertanah dan berbatu merah. Dengan sepasang mata terpejam, kakek yang usianya mungkin sudah 70 tahun ini berjalan menuju ke arah puncak bukit. Walaupun dengan gerak lambat, tapi sepertinya kakek ini tidak menemui kesulitan untuk menyusuri jalanan yang berbatu terjal. Kakinya tidak pernah tersandung ataupun terpeleset. Dan hebatnya, kakek yang terlihat lemah dan ringkih ini, begitu sampai di atas bukit dimana terdapat sebuah batu besar yang menjulang tinggi, bagaikan seekor burung saja tiba-tiba tubuhnya dengan cara luar biasa melayang ke atas batu dan kakek ini kemudian duduk bersila di atas batu dengan tenang. Rambutnya yang sudah hampir memutih semuanya berkibar-kibar ditiup angin gunung. Tongkat bambunya disimpan di sampingnya.

"Hari ke tujuh bulan ke tujuh, saat matahari mencapai titik tertingginya waktu ditepatinya janji pertemuan rahasia." Bibir kakek ini berucap perlahan dan angin bertiup lebih kencang hingga pakaian bututnya berkibar-kibar.

Saat itulah, dari arah lereng bukit berkelebat satu sosok berpakaian hitam yang berlari ke arah puncak bukit merah dimana si kakek duduk di atas sebuah batu. Dalam beberapa kali lompatan saja, sosok ini sudah mencapai puncak bukit. Orang ini ternyata seorang lak-laki pertengahan umur, berikat kepala merah dan membekal sebuah senjata kujang perak yang terselip di pinggangnya yang memakai ikat pinggang kulit lebar.

Kepala laki-laki ini tengadah dan segera dilihatnya si kakek yang duduk di atas batu tinggi. Dengan wajah keringatan tapi terlihat lega demi melihat sosok si kakek, laki-laki ini segera berseru bertanya.

"Paman Guru Pengemis Buta Mata Dewa, apakau kau yang berada disana?"

"Sugiri, jangan berteriak-teriak seperti itu. Cepatlah naik ke sini!"Jawab si kakek yang dipanggil sebagai Pengemis Buta Mata Dewa balas berteriak tidak kalah keras.

"Dasar kakek aneh, orang lain dilarang berteriak tapi sendirinya berteriak lebih keras lagi."Gerutu laki-laki yang dipanggil si kakek dengan nama Sugiri ini. Maka dengan gerakan sangat ringan, tubuh Sugiri melompat ke atas batu dan dalam sekejapan saja sudah berdiri di hadapan kakek bernama Pengemis Buta Mata Dewa ini. Dari gerakannya tadi, menandakan bahwa Ilmu meringankan tubuh laki-laki ini sangat tinggi. Begitu berada di hadapan si kakek, laki-laki bernama Sugiri segera merunduk dan menyalami tangan si kakek dan berkata.

"Paman guru, apakah kau baik-baik saja selama ini?"

"Seperti yang kau lihat, keponakanku. Aku sehat walaupun beberapa bulan ini terus diganggu hal-hal aneh. Terlebih setelah gurumu yang cerewet itu mengirim kabar untuk meminta bertemu di tempat ini."

Sugiri hanya tersenyum geleng kepala mendengar ucapan kakek yang sebenarnya paman gurunya ini. Dan laki-laki ini ikut duduk bersila di hadapan si kakek Pengemis Buta Mata Dewa.

"Nah, sekarang kita sudah bertemu. Segeralah kau ceritakan masalah apa yang kau bawa itu!" Ujar si kakek begitu murid keponakannya itu sudah duduk di hadapannya. Sugiri tidak langsung memenuhi permintaan si kakek, malah menatap si kakek dengan pandangan mata ragu-ragu malah kepalanya berpaling ke sekitarnya seperti takut ada orang lain dan ternyata seperti mengetahui apa yang dikhawatirkan murid keponakannya, si kakek segera berkata lagi.

"Kau tidak usah cemas. Aku sudah memeriksa tempat ini. Tidak ada seorangpun yang akan mendengarkan pembicaraan kita, walaupun aku tidak menjamin akan berlangsung lebih lama. Maka cepatlah sampaikan yang ingin kau sampaikan. Kita tidak punya waktu banyak."

Geger ParahiyanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang