Tirta tiba di sebuah lembah yang di sebelah timurnya terdapat sebuah air terjun yang mengelir ke sebuah sungai berair jernih. Di tepi sungai banyak terdapat bebatuan besar maupun kecil yang sebagian besar sudah berlumut menandakan tempat itu jarang didatangi manusia. Pemuda ini kemudian duduk di salah satu batu yang agak jauh dari tepi sungai untuk melepaskan lelah.
Dipandanginya keadaan sekitar tempat itu yang terasa lengang. Hanya suara air terjun yang terdengar bergemuruh di hulu sungai. Keadaan tempat itu terasa sejuk membuat Tirta berbetah-betah duduk di tempat itu. Tapi kesunyian itu tidak berlangsung lama. Karena mendadak Tirta mendengar teriakan seseorang. Suara teriakan perempuan yang panjang melengking tinggi. Yang membuat Tirta tersentak kaget karena ternyata suara teriakan ini begitu nyaring menusuk telinga membuat Tirta terpaksa harus menutup kedua telinga karena mendadak jantungnya berdebar keras.
Ternyata keanehan tidak sampai disitu saja, tiba-tiba terdengar lagi suara teriakan lain yang menusul menyertai jerit lengking pertama yang tidak kalah dahsyat. Dua suara teriakan dan lengkingan ini terus mengalun, tinggi dan panjang bersamaan. Tirta semakin mempererat tekapan pada kedua telinganya karena dua suara teriakan itu membuat gendang-gendang telinganya bagaikan ditusuk besi panas. Aliran darahnya mengalir kacau tidak beraturan. Jantungnya terasa diremas satu tangan raksasa dan sakitnya bukan main. Makin lama teriakan-teriakan tersebut makin meninggi hingga Tirta tanpa sadar jatuh berlutut dan hampir roboh tidak sadarkan diri.
Siapapun orang yang mengeluarkan suara teriakan dahsyat ini pastilah memiliki tenaga dalam sangat tinggi. Setelah beberapa lamanya barulah dua teriakan itu berhenti tiba-tiba dan keadaan kembali sepi. Dengan susah payah dan napas kembang kempis Tirta bangkit berdiri.
"Ada dua orang sakti yang berdiam di tempat ini. Suara lengkingan tadi entah suara orang sedang bertarung atau sedang berlatih menjajal ilmu kesaktian aku sendiri tidak tahu. Walaupun harus mati rasanya tidak puas kalau tidak menyelidiki."
Walau tubuh terasa lemah dan kepala masih pusing Tirta berlari ke arah darimana datangnya asal suara teriakan tadi. Tapi sebegitu lama mencari tidak ditemukan seorangpun di tempat itu. Ketika itulah Tirta melihat pemandangan aneh di atas sebuah batu besar rata di sebelah timur.
Sepasang kakek nenek berpakaian serba biru, longgar kebesaran terlihat sedang berjoget ria saling bergengaman tangan. Si kakek yang rambutnya sudah putih semua berjingkrak menari-nari seperti kegirangan sedangkan si nenek yang sama-sama sudah beruban bertepuk tangan sambil tertawa-tawa gembira. Dua kakek nenek itu, mereka jelas sekali sudah sangat tua tapi kelakuannya mirip dengan dua anak kecil yang sedang bermain-main. Tidak urung Tirta kerutkan kening dan jadi tersenyum geli melihat hal aneh tersebut.
"Dua tua bangka aneh. Di tempat sepi begini. Kurasa dua orang tua aneh ini yang tadi mengeluarkan suara dahsyat itu." Batin Tirta sambil terus memperhatikan tingkah dua nenek itu beberapa lamanya.
"Aku tidak tahu mereka ini orang gila atau bagaimana. Mungkin sepasang tua sakti yang memencilkan diri. Baik atau jahat aku tidak perduli. Aku mau tahu siapa adanya mereka."
Lalu dengan rasa penasaran Tirta berjalan mendekati dua kakek nenek yang masih saja menari dan bertepuk tangan seperti tidak menyadari kehadiran Tirta. Begitu berada dekat Tirta kemudian berdehem. Dua orang ini segera hentikan kegembiraan mereka dengan sikaf seolah-olah terkejut dengan kemunculan si pemuda.
"Nenek dan kakek, sedang apa kalian berada di tempat sepi begini rupa?"Tegur Tirta sambil memandangi kedua kakek nenek aneh ini dengan kerutan di kening.
Sepasang kakek nenek itu balik memandangi Tirta dengan pandangan curiga beberapa lamanya. Kemudian kakek berbaju biru kebesaran itu menoleh ke arah si nenek dan mendekatkan wajahnya ke telinga nenek keriput ini dan berkata seolah-olah Tirta tidak akan mendengarnya, padahal ucapannya masih terdengar jelas oleh Tirta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geger Parahiyangan
FantasíaSeorang tokoh silat ahli meramal mendapatkan sebuah petunjuk gaib bahwa rimba persilatan Tatar Pasundan akan mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh sekelompok manusia misterius yang menamakan diri mereka Topeng Tengkorak Putih yang terdiri dari j...
