"Kakang Tirta, apa yang kau lakukan?"
"Ananta, eh.. jangan salah paham dulu! Tadi aku bermaksud memeriksa keadaanmu. Sungguh aku tidak tahu bahwa kau ternyata seorang perempuan. Aku, aku benar-benar tidak tahu." Kata Tirta dengan suara gugup memandangi Ananta yang saat itu menatapnya dengan tajam.
Mendengar jawaban Tirta tersebut Ananta segera menyadari apa yang telah terjadi. Tangannya segera menutupi dadanya yang terbuka dan menatap Tirta. Ananta terdiam tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Jelas penyamarannya sudah terbongkar tanpa sengaja. Memang Tirta tidak bisa disalahkan karena selama ini pemuda itu hanya tahu bahwa dirinya seorang pemuda. Maka dengan suara lemah dan napas kian menyengal Ananta berkata kali ini dengan suaranya yang asli sebagai perempuan tapi sambil memalingkan muka yang merah karena malu mengingat auratnya tadi sudah dilihat oleh Tirta.
"Aku mengerti, Kakang. Aku memang yang salah karena tidak mengatakan siapa aku sebenarnya. Aku..!" Suara Ananta terputus berganti suara erangan panjang. Tubuhnya menggeliat dan tanpa sadar bajunya di bagian dada yang sudah tertutup dan dipegangnya erat kembali tersibak lebar memperlihatkan auratnya. Tirta jadi bingung entah apa yang harus dilakukannya setelah keadaan Ananta yang sebenarnya terbongkar.
Kepalanya berpaling ke arah lain karena tidak kuasa melihat pemandangan yang membuat hati semua laki-laki akan tergetar itu. Tapi ketika Ananta masih terus mengerang penuh penderitaan Tirta jadi tidak tega dan sangat khawatir. Maka dengan menguatkan hati walau darah jadi berdesir panas Tirta segera merangkul Ananta. Terpaksa Tirta kembali harus melihat dada yang membusung putih itu untuk memeriksa keadaannya.
"Ananta, maapkan aku. Bukan bermakasud lancang tapi tiada jalan lain lagi. Aku harus melihat keadaan tubuhmu."
Ananta tidak mampu berkata ataupun menjawab karena saat itu tubuhnya terasa panas dan rasa sesak teramat sangat menyerang dadanya. Jantungnya terasa diremas-remas hingga gadis ini harus menggigit bibirnya keras untuk menahan rasa sakitnya itu. Maka tanpa berkata lagi Tirta membuka lagi pakaian sahabatnya yang sudah diketahuinya seorang gadis ini. Tubuh putih mulus itu sudah mulai membiru terlebih di bagian dada ke atas. Tirta maklum bahwa racun sudah menyebar ke seluruh jaringan tubuh Ananta.
Sebenarnya seandainya saja Ananta seorang laki-laki, sudah sejak tadi Tirta melakukan sesuatu untuk menolong. Dalam kitab Panca Tunggal pernah dibacanya suatu cara penyaluran hawa sakti untuk mengeluarkan racun dari tubuh seseorang. Walau berat dan sedikit aneh tidak ada cara lain. Karena memang hanya itu satu-satunya cara untuk menolong jiwa gadis ini. Tapi ada satu hal yang membuatnya ragu-ragu melakukannya. Hal ini akan membuat Ananta salah paham terhadapnya. Tapi demi melihat penderitaan Ananta yang semakin parah, segera diusapnya rambut gadis yang sudah mulai kepayahan tapi kelihatan masih tersadar itu.
"Ananta, atau siapapun namamu sebenarnya, aku bisa menolongmu membersihkan racun. Tapi sebelumnya aku harus meminta izinmu terlebih dahulu."
"Namaku Pandan Arum."Jawab Ananta pelan. Dengan tangan lemah gemetar gadis ini melepaskan selapis kulit tipis dari wajahnya dan juga melepas ikatan rambutnya yang selama ini menyembunyikan rambut panjangnya. Kini terlihatlah wajah aslinya. Seraut wajah yang cantik jelita yang dihiasi bulu mata hitam lentik dan kini memandang ke arah Tirta.
"Kau..?" Tirta terperangah karena ternyata Ananta seorang gadis berwajah sangat cantik jelita. Terbukalah semua rahasia dan keanehan yang Tirta temukan pada diri Ananta yang dirasakannya sejak dulu. Ananta yang tidak pernah mau mandi bersama dengannya di sungai, juga tidak pernah mau tidur seranjang dan bau harum tubuhnya yang sering Tirta cium.
Terdengar suara Ananta atau Pandan Arum berkata lemah dan gemetar." Kalau kau bisa melakukan sesuatu, segera lakukan kakang Tirta. Tubuhku terasa makin panas. Aku sudah tidak tahan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Geger Parahiyangan
FantasiaSeorang tokoh silat ahli meramal mendapatkan sebuah petunjuk gaib bahwa rimba persilatan Tatar Pasundan akan mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh sekelompok manusia misterius yang menamakan diri mereka Topeng Tengkorak Putih yang terdiri dari j...
