20. Pemuda Yang Selalu Sial

282 19 4
                                        

Tirta berbaring terlentang. Pandangannya terpaku pada langit biru diatas sana. Matahari baru saja muncul di pagi hari yang cerah itu dengan pancaran sinarnya yang hangat.

"Kalau sudah begini, apa yang harus kuperbuat selanjutnya? Apakah aku lanjutkan niat pulang ke gunung Kamojang lalu menyepi diri seumur hidupku?"

Tirta menghela napas panjang dan menghembuskannya sekaligus untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. Dan dengan gerakan malas pemuda ini bangkit berdiri. Entah kemana tujuannya sekarang, tapi yang pasti dirinya akan terus berjalan sepembawa kakinya. Tapi baru saja berjalan beberapa tindak mendadak saja Tirta dikejutkan oleh suara-suara bentakan yang terdengar tidak jauh di sebelah depannya.

"Hahaha, kalian sudah terkepung manusia-manusia keparat. Jangan harap bisa selamat setelah semua pembunuhan yang kalian lakukan pada kawan-kawanku."

Dan kemudian Tirta mendengar suara dentringan senjata beradu dekat sekali. Belum lagi sadar apa yang sedang terjadi mendadak dua bayangan tubuh berpakaian serba hitam muncul dan berlari tepat ke arahnya. Yang membuat Tirta tercekat adalah karena dua manusia ini adalah dua orang berjubah hitam dan mengenakan topeng tengkorak putih. Di belakang dua anggota Topeng Tengkorak ini berlarian pula lima orang mengejar mereka.

Secara reflek Tirta segera menjatuhkan diri ke samping karena kalau tidak dirinya pasti akan ditubruk dua orang bertopeng ini. Tapi lebih cepat dari gerakannya, salah satu manusia bertopeng sudah keburu berkelebat dengan cepat dan menyambar lehernya. Satu cekikan keras yang dilakukan tiba-tiba oleh manusia bertopeng membuat Tirta terkejut dan juga kesakitan. Cekikan ini terasa bagaikan jepitan besi olehnya. Tubuhnya di himpit dan ditekan di bagian depan oleh manusia bertopeng dan dijadikan tameng hidup.

Lima orang laki-laki pengejar sudah sampai pula di dekat dua manusia bertopeng ini. Salah seorang laki-laki berbadan besar, bercelana hitam gombrong tanpa mengenakan baju hingga dadanya yang bidang penuh bulu terlihat maju ke depan. Di tangan kanannya orang ini membekal sebuah gada besar warna hitam pekat. Wajahnya yang penuh berewokan dan sebuah bekas luka memanjang dari mata kiri hingga dagu membuatnya kelihatan sangar menakutkan. Dan dengan suaranya yang berat sember laki-laki ini berkata keras menggelegar.

"Hahaha, apa kau kira dengan menyandera pemuda tidak kami kenal itu kalian akan selamat? Kami tidak kenal dirinya jadi kami tidak akan segan membunuh kalian berdua sekaligus membunuh anak muda itu sekalian."

"Kami tahu."Jawab manusia bertopeng yang mencekik leher Tirta dengan nada dingin."Tapi sedikitnya pemuda ini akan menahan semua serangan senjata kalian beberapa saat. Kami akan menjadikannya tameng hidup. Kalaupun kami berdua mati, tapi salah satu atau dua dari kalian harus mati pula."

"Hikhikhik, nekad juga kalian." Seorang perempuan berbaju cokelat muda yang membawa sebuah senjata aneh mirip busur tanpa tali dan anak panah tertawa cekikikan kemudian melangkah maju. Matanya yang kelihatan genit jelalatan memandangi wajah Tirta yang saat itu diam tidak berdaya dan berusaha melepaskan diri dari cekikan manusia bertopeng tapi tidak berhasil. Cekikan manusia ini ketat luar biasa.

"Hei, anak muda sial. Apa kau dengar itu? Sebentar lagi kau akan menjadi saringan? Apa kau tidak apa-apa?"

Tirta yang sebenarnya saat itu sedang merasa sesak napas dan kesakitan, mendengar dirinya disebut anak muda sial ditambah dicekik oleh manusia bertopeng yaitu anggota kelompok Topeng Tengkorak Putih yang dibencinya jadi timbul rasa kesal dan amarahnya. Maka dengan suara tercekik pemuda ini menjawab dengan berani.

"Aku, pemuda yang sial ini memang hidupnya selalu sial. Terlebih saat ini dijadikan tameng oleh orang-orang Topeng Tengkorak yang merupakan bapak moyangnya kejahatan dan kesialan sungguh merasa sedikit beruntung. Kalian cepat saja bunuh dua manusia penimbul kesialan ini supaya tidak ikut sial sepertiku. Aku matipun tidak masalah yang penting kalian basmi dua manusia sialan ini!"

Geger ParahiyanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang