Pagi yang dingin menyegarkan datang, disambut dengan suara burung-burung yang berloncatan di atas dahan pohon. Sinar matahari bersinar penuh kehangatan dan kelembutan dengan sinar keemasannya. Tirta membuka matanya tapi segera memicingkannya kembali karena silau cahaya matahari yang menerobos ke dalam goa melewati lubang angin di atas kepalanya. Tubuhnya terasa sakit dan ngilu juga lemas. Ternyata dirinya saat itu berbaring di alas pembaringan jerami dalam goa yang dipastikan milik Ki Brahma.
Dengan tubuh lemas dan sakit di sekujur tubuh Tirta bangkit duduk. Saat itulah Ki Brahma masuk. Di tangan kanan kakek ini membawa sebuah bungkusan daun pisang.
"Rupanya kau sudah sadar." Ucap Ki Brahma tersenyum senang melihat Tirta sudah sadar. Bungkusan daun pisang di simpan di pangkuan Tirta. Ternyata di dalamnya ada sepotong daging panggang paha ayam hutan yang masih terasa hangat dan tercium harum. Perutnya langsung melilit dan keroncongan.
"Kau pasti lapar karena sejak kemarin tidak sadar. Nah makanlah sebelum kita berbicang-bincang!"
Tanpa banyak cakap Tirta langsung menyantap daging panggang yang ternyata masih hangat itu. Ki Brahma tersenyum memperhatikan pemuda yang sedang makan dengan lahap itu. Hanya sekejapan saja semua daging panggang sudah masuk ke dalam perut Tirta hanya menyisakan tulang pahanya. Anak muda ini kemudian mengambil tabung bambu berisi air jernih dan meminumnya sampai habis. Wajahnya yang sebelumnya pucat mulai kelihatan berdarah lagi.
Ki Brahma duduk di hadapan Tirta, memandangi wajahnya kemudian berkata." Sekarang dengarlah baik-baik, Tirta. Dua macam ujian yang telah kau lakukan kemarin sudah kau lewati dengan baik tanpa sekalipun gagal. Kau memang anak muda luar biasa. Aku sungguh tidak menyesal memilihmu menjadi pewarisku. Tapi saat ini ada beberapa hal yang aku perlu kejelasan darimu dan harus kutanyakan."
"Tanyalah, kek."Kata Tirta enteng.
"Darimana kau bisa menguasai ilmu Panca Tunggal Dewa Bumi milik Ki Wira Geni si Pendekar Sakti Tapak Kilat?"
Pertanyaan yang tiba-tiba tanpa diduga langsung tanpa tedeng aling-aling dari Ki Brahma itu tentu saja membuat Tirta terperanjat kaget, membuat sesaat lamanya pemuda ini memandang Ki Brahma terpana.
"Bagaimana kakek bisa tahu tentang Ilmu Panca Tunggal Dan Pendekar Sakti Tapak Kilat itu?"
"Hmm. Berarti benar kau pernah mempelajari ilmu Panca Tunggal Dewa Bumi?"Susul Ki Brahma lagi. Sesaat Tirta terdiam seperti ragu tapi akhirnya pemuda ini anggukkan kepala dan menjawab jujur.
"Betul, kek! Aku mempelajarinya dari kitab yang kutemukan di sebuah goa. Tapi aku baru menghapal teorinya saja. Sama sekali belum bisa menggunakan ilmu Panca Tunggal ini. Karena saat menemukan kitab Panca Tunggal aku dalam keadaan hilang kekuatan. Ditambah ilmu ini baru bisa digunakan setelah waktu satu tahun kemudian melalui suatu ritual." lalu Tirta menceritakan peristiwa ketika dia terpesat ke dalam sebuah goa dan menemukan jerangkong Ki Wira Geni beserta Kitab ilmu peninggalan tokoh sakti ini.
"Sudah kuduga." Ucap Ki Brahma sambil mengusap-usap jenggot panjangnya dan wajah berseri, "Aku mulai curiga saat sedang mengobatimu. Untuk mengeluarkan hawa racun dalam tubuhmu aku memasukan hawa saktiku ke dalam tubuhmu. Ternyata hawa saktiku bisa bercampur baik dengan hawa saktimu. Lalu kecurigaanku bertambah ketika melihat kau mampu bertahan dari serangan hawa dingin air sungai dan dari tubuhmu kepulkan uap panas. Tapi itu baru dugaan yang belum bisa dibuktikan. Aku bertambah yakin dengan dugaanku bahwa kau adalah pewarisi ilmu Panca Tunggal saat kau kembali mampu bertahan di bawah air terjun kemarin karena dilindungi hawa sakti ilmu Tapak Giri."
"Tapi, saya tidak melakukan apa-apa, kek." Bantah Tirta keheranan.
"Tapi aku yakin kau sudah mempelajari olah pernapasan dan semedhi dengan teknik ilmu Panca Tunggal Dewa Bumi, bukan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Geger Parahiyangan
FantasySeorang tokoh silat ahli meramal mendapatkan sebuah petunjuk gaib bahwa rimba persilatan Tatar Pasundan akan mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh sekelompok manusia misterius yang menamakan diri mereka Topeng Tengkorak Putih yang terdiri dari j...
