47. Pertemuan Murid dan Guru

338 23 11
                                        

Lima orang ini tentu saja terkejut, memandang berkeliling mencari asal suara tapi sulit menentukan darimana arah orang yang berbicara tadi. Kelimanya merasa kaget bukan hanya karena ucapan yang jelas-jelas sindiran yang ditujukkan pada Tirta, tapi juga karena suara tawa itu mampu menggetarkan tanah dan pepohonan di sekitar tempat itu. Betapa kuat luar biasanya tenaga dalam orang yang tertawa barusan.

Tirta kerutkan kening dan hati berdebar karena merasa seperti mengenali suara tersebut, pemuda ini langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Jelas orang yang bersuara tadi mengggunakan ilmu Empat Penjuru Angin Menebar Suara, dan ilmu ini diketahuinya hanya dikuasai oleh salah seorang gurunya yaitu Ki Bergawa. Dan Tirta menduga dimana ada Ki Bergawa maka Eyang Brahmapun pasti berada tidak jauh dari sana.

Tidak mampu menahan rasa gembiranya, maka Tirta segera berseru." Eyang Guru berdua! Dimana kalian?"

Suaranya menggema ke segala arah. Sesaat kemudian satu suara langsung menyahuti ucapan Tirta,"Percuma kau kami latih setengah mati kalau kau tidak bisa menemukanku. Jangan membuatku kecewa, Tirta."

Tirta tertawa bergelak. Semua orang memandang dengan heran bertanya-tanya ke arahnya. Setelah pejamkan mata sesaat untuk menemukan sang guru tiba-tiba Tirta menggenjot kakinya dan tubuhnya melesat ke arah sebatang pohon tinggi di sebelah kanan sungai bagai anak panah lepas dari busurnya. Kedua kaki Tirta kemudian menapak di atas dahan sebesar pergelangan tangan orang dewasa tanpa dahan tersebut bergerak sedikitpun. Di atas pohon tersebut, pada cabang yang paling besar, duduk menjeplok seorang kakek bertubuh tinggi besar berjubah kelabu. Janggutnya yang juga berwarna kelabu menjela sampai pertengahan dada. Matanya terpejam tapi bibir menyeringai.

"Guru Bergawa." Seru Tirta penuh rasa gembira. Pemuda ini segera jatuhkan diri berlutut di hadapan kakek ini. Mata yang terpejam itu membuka dan memandangi si pemuda. Satu seringai terlihat di bibir cokelatnya.

"Hmm. Ternyata kau ada kemajuan. Dalam waktu singkat mampu menemukanku yang menggunakan ilmu Empat Penjuru Angin Menebar Suara."

"Guru, bagaimana kabarmu? Dimana guru Brahma?"

Tirta ajukan pertanyaan setelah mengambil tangan kanan si kakek dan menciumnya. Kakek yang tiada lain adalah Ki Bergawa, salah seorang kakek Sakti yang sudah mengajarkan beberapa ilmu pada Tirta tertawa.

"Kau ini bertanya kenapa tidak ada jeda. Nyerocos bersambung."omel Ki Bergawa,"Seperti yang kau lihat, aku sehat saja. Untuk orang tua rongsokan yang kau tanyakan itu dia menunggumu di batu bawah sana. Apakah kau tidak melihatnya?"

Tirta mengikuti arah yang ditunjuk Ki Bergawa ke arah sebuah batu yang berada tepat di bawah pohon dimana mereka sebelumnya berada dan anak muda ini dibuat terkejut! Dibawah sana, diatas sebuah batu besar duduk bersila seorang kakek mengenakan jubah panjang putih seperti pendeta. Kumis dan janggut yang panjang putih menjela-jela. Tirta sampai keheranan karena jelas tadi tidak ada orang disana tapi tahu-tahu sosok gurunya itu sudah duduk di atas batu tersebut. Tapi pemuda ini tentu saja maklum dan tidak bisa terus merasa heran karena mengingat akan kesaktian orang tua yang jadi gurunya itu.

Tanpa tunggu lama, Tirta segera melompat turun dan dengan ringan melayang ke arah si kakek yg masih duduk di atas batu dan diikuti oleh Ki Bergawa yang ikut pula turun di belakangnya . Begitu sampai di hadapan kakek bejenggot putih yang adalah Ki Brahma adanya, Tirta langsung berlutut dan memanggil.

"Eyang Guru Brahma!"

Ki Brahma menyambut si pemuda dengan satu senyum lebar. Tirta segera mencium punggung tangan sang Guru penuh hormat.

"Tirta, beberapa purnama kita tidak bertemu, aku melihat dan merasakan ilmumu sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat."

"Semua atas bimbingan dan doa guru berdua." Sahut Tirta dengan senyum gembira karena bisa bertemu dengan dua kakek sakti yang jadi gurunya ditempat ini tanpa disangka-sangka." Tapi bagaimana bisa eyang berdua berada disini?"

Geger ParahiyanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang