To: Jimin
Jim dimana? Aku sudah sampai ya di cafe nya
Belum juga pesan itu terkirim, orang yang ditunggunya sudah datang di cafe tersebut bersama suaminya
"Jimm, disini" Yoongi melambaikan tangannya ke arah Jimin dan Jungkook
"Halo Yoongi, tak apa kalau aku gabung bersama kalian?" Ucap Jungkook formal
"Tentu saja, aku senang malah, jadi kita juga bisa lebih akrab, ayo duduk" Yoongi mempersilahkan pasangan ini duduk
Mereka bertiga berbincang santai dan ringan
Sampai waktunya Jungkook harus kembali ke kantor, dengan berat hati Jungkook meninggalkan Jimin bersama Yoongi yang nantinya Yoongi akan mengantarkan Jimin pulang
***
"Samchon, Imo"
"Eoh? Lisa? Ada apa kesini?"
"Bisa tau alamat apartemen Jungkook gak? Lisa mau bertamu" Seokjin mengerutkan keningnya
"Apartemen bighit lantai paling atas"
"Baiklah imo, terima kasih" Setelah mendapatkan alamat Jungkook, Lisa langsung meninggalkan kediaman Jeon membuat Seokjin mengerutkan dahinya bingung
"Ada apa dengan anak itu" gumam Seokjin
Namjoon yang melihat Lisa begitu juga merasa bingung dengan tingkah sahabat anaknya itu
***
"Uhh.. badanku lemas sekali, pusing" lirih Jimin
Yoongi yang sedang menyetir mobilnya melihat Jimin, dan dilihatnya Jimin wajahnya sangat pucat
"Jimin? Kau tidak apa-apa? Kita ke rumah sakit saja ya"
"Tidak perlu Yoon, antarkan aku pulang saja" Tapi lama kelamaan kesadaran Jimin menghilang membuat Yoongi panik, akhirnya membawa ia ke rumah sakit
***
Setelah selesai di periksa, dokter keluar menghampiri Yoongi
"Apa anda keluarga pasien?"
"Saya sahabatnya dok, katakan saja kondisi sahabat saya"
"Baiklah, ada kabar buruk dan kabar baik"
"Kabar baiknya dulu dok"
"Kabar baiknya, pasien hamil, baru berumur satu minggu"
Yoongi sangat senang mendengar kabar bahwa sahabatnya itu hamil, tapi ia penasaran juga karena dokter menyebutkan ada kabar buruk
"Lalu kabar buruknya dok?"
Dokter membuang nafasnya berat "sahabat anda mengalami penyakit ginjal kronis, dan itu berdampak pada kehamilannya, apalagi kehamilan pada namja, dan kehamilannya juga dapat berdampak buruk pada fungsi ginjalnya"
Bagai dihantam batu besar, Yoongi lemas mendengar kabar sahabatnya mengalami penyakit ginjal
"Ya Tuhan... apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku katakan pada Baekhyun eomma? Apa yang harus aku katakan pada Jungkook? Astaga Jimin, kenapa manusia sebaik kamu mendapatkan cobaan seperti ini" lirih Yoongi
"Tapi dok sahabat saya akan baik-baik saja kan?"
"Tentu kami dokter akan berusaha sebaik mungkin, tapi karena pasien sedang hamil, kita hanya bisa memberikan obat-obatan dan juga menjalani cuci darah, kami tidak bisa melakukan operasi cangkok ginjal, karena terlalu beresiko" ucap dokter tersebut
Yoongi mengangguk tanda mengerti penjelasan dari sang dokter
Dokter itu memberikan dua surat pada Yoongi, satu adalah surat menyatakan Jimin hamil dan yang satu adalah surat menyatakan bahwa Jimin menderita penyakit ginjal kronis
***
Jungkook sedang rapat dengan klien dari Jepang, rapat ini sangat penting, sehingga ponselnya ia silent
3 jam berlalu, sekarang Jungkook dan semua peserta rapat sedang coffee break, Jungkook pun mengecek ponselnya, betapa ia kaget ada 100 missed call dari suami mungilnya
Jungkook langsung menelpon nomor Jimin lagi, tapi tak menyambung, setelah berpikir cukup lama, ia memutuskan menelpon Yoongi, beruntung ia sudah mempunyai nomor sahabat dari suaminya itu
"Halo?"
"Yoon ini aku, Jungkook, kamu sama Jimin?"
"Iya Jung, sekarang Jimin di rumah sakit, tadi saat dalam perjalanan pulang Jimin pingsan jadi aku bawa ke rumah sakit"
"APAAA???!!! Di rumah sakit mana? Aku segera ke sana"
"Di rumah sakit Bangtan"
"Oke"
Pip
"KIM JENNIEEE" Jungkook memanggil sekretarisnya itu, ia tak peduli mendapat tatapan aneh dari semua peserta rapat yang sedang menikmati coffee break mereka
"Nde sajangnim?" Jennie dengan cepat berlari ke arah Jungkook
"Kau gantikan aku di rapat ini, aku harus pergi"
"Tapi- sajangnim.."
"Jimin masuk rumah sakit, aku harus segera kesana, sampaikan maafku pada klien dan semua peserta rapat" setelah menyelesaikan kalimatnya Jungkook langsung pergi meninggalkan kantornya
"Huhhh... kerjaanku nambah lagii... huweeee" Jennie mencebikkan bibirnya
***
Jungkook berlari di sepanjang koridor rumah sakit untuk mencari kamar rawat Jimin
Ceklek
"Yoon? Gimana keadaan Jimin? Dokter bilang apa?" Ucap Jungkook cepat sesaat setelah sampai
"Ini, kau baca saja" yoongi memberikan 2 amplop yang berisikan hasil pemeriksaan Jimin, bukannya Yoongi dingin, tapi sungguh ia tak sanggup mengatakan semuanya secara langsung
"Jung, maaf, aku harus pergi, nanti aku kesini lagi, Jimin belum sadar, kata dokter mungkin 1/2 jam lagi"
"Ah, iya, terima kasih banyak Yoon" Yoongi pun pergi keluar dari kamar rawat Jimin, sebenarnya Yoongi tak ada acara apapun, tapi ia membiarkan Jungkook membuka amplop itu sendiri, ia berpikir pasti Jungkook butuh waktu sendiri
Setelah Yoongi pergi, Jungkook membuka amplop pertama
"Positif Hamil"
Jungkook tersenyum, ia langsung mendekati Jimin dan memeluk tubuh mungil suaminya itu sambil terus menggumamkan kata terima kasih
Setelah beberapa saat, ia teringat kembali bahwa ada satu lagi amplop yang diberikan Yoongi. Ia membuka amplop kedua
"Menderita Penyakit Ginjal Kronis"
DEG
Hatinya sakit, sesak, bagaimana bisa setelah kabar yang sangat membahagiakan, sekarang ia harus mendapat kenyataan bahwa suaminya itu menderita sakit ginjal
TBC
Maap yaa kalo pada kaget, tangan ini gatell pengen up 🤣🤣🤣
Selamat Pagii, semangat sekolah, semangat kerja, semangat kuliahh semuanyaa 💜💜💜
KAMU SEDANG MEMBACA
How? (Jikook/Kookmin)
FanfictionBagaimana seorang Park Jimin menikah dengan seorang namja yang bahkan baru saja ia kenal. Menikah tanpa adanya cinta diantara mereka Bagaimana Park Jimin menjalani kehidupannya bersama suaminya itu Akankah takdir berpihak padanya? WARNING⚠️⚠️⚠️ Boy...
