Haii,
Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.
Selamat baca yaaa.
****
2019.
Dengan langkah yang cepat shani bergegas keluar dari pintu unit apartemen dan berjalan menuju lift apartemen tempat tinggalnya, bersamaan dengan laki-laki yang kini berjalan di belakangnya dengan santai. Tidak seperti shani yang panik dan terburu-buru.
"Santai aja kali." Laki-laki itu bersuara, memasang airpods pada kedua telinganya. Matanya masih fokus pada layar handphone yang di mainkan dengan sebelah tangannya.
".. Kaya di kejar rentenir aja, emang dirimu ngutang berapa?." Mendengar suara itu membuat shani membalikkan badannya, menatap tajam pada sosok laki-laki yang sangat menyebalkan itu. "Apa? Engga takut aku, kamu liatin gitu." Ujarnya, sambil memencet tombol lift agar terbuka.
Tidak lama lift terbuka, orang yang ada di sebalah shani tadi masuk terlebih dahulu dengan santainya, meninggalkan shani yang masih melihatnya dengan ekspresi datar.
"Buruan masuk, nanti tambah telat." Katanya, dengan dumelan shani akhirnya masuk ke dalam lift tersebut.
"Ngeselin banget sih, masih awal tahun nih koh." Shani berucap demikian, sambil mengetikkan pesan pada seseorang yang baru saja mengabari bahwa dirinya sudah menyelesaikan ibadahnya.
"Ya terus kalau masih awal tahun kenapa? Ada masalah?." Tanyanya dengan nada tengil. Tak lama pintu lift terbuka, laki-laki tersebut sekarang berjalan terlebih dahulu meninggalkan shani yang masih asyik menatap handphone.
"Untung kakak sendiri.. Henri henri." Gumam shani, menyusul henri yang sudah jalan lumayan jauh di depannya.
Shani mempercepat langkahnya, melirik ke arah jam yang melekat di pergelangan tangannya. Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. Hari ini, mamah dan juga adiknya datang ke Jakarta untuk menginap beberapa minggu ke depan.
Awalnya Shani dan papahnya lah yang akan pergi ke Jogja, tapi satu dan lain hal akibat pekerjaan papahnya membuat ia tak jadi ke Jogja. Sedangkan henri sudah duluan tiba beberapa hari yang lalu, dirinya baru saja libur kuliah yang mengakibatkan sekarang sedang berada di jakarta saat ini. Henri memang akan mengunjungi Shani dan papahnya jika libur kuliah. Mumpung libur katanya, mengistirahatkan sejenak pikirannya untuk bersantai akibat sudah memasuki semester akhir.
Ting!
Handphone shani berbunyi saat ia baru saja akan masuk ke dalam mobil. Mengurungkan niatnya sebentar, shani langsung membuka pesan tersebut.
Bilangin ke koko, Hati-hati bawa mobilnya
Iya nanti aku bilang
Habis ini kamu rencana mau ngapain?
Setelah selesai membalas dan menunggu pesan, shani membuka pintu mobil dan duduk di samping henri yang tengah asyik bersenandung sambil mendengarkan lagu dari radio mobil.
"Lama bener." Ujar henri, melirik ke arah shani yang baru saja selesai memasang seatbelt. Menjalankan mobilnya meninggalkan kawasan apartemen menuju bandara.
Shani kembali memainkan handphone, pandangannya sedikit menunduk. "Gausah ngebut." Katanya tanpa melihat ke arah henri.
"Loh, kok ngatur?."
"Kata gracia, suruh bilang ke koko gausah ngebut."
Henri hanya menganggukkan kepalanya. Sambil melirik ke arah shani yang masih menundukkan pandangannya. Tangan dengan begitu lincah mengetik.
