Haii,
Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.
Selamat baca yaaa.
Aku dedikasikan update cepet untuk kalian yang udah kasih semangat, vote dan komen😋
*****
Jakarta siang menjelang sore ini tampak begitu bersahabat, cerahnya langit yang di selimuti awan putih di lengkapi dengan gedung-gedung pencakar langit sebagai pelengkap membuat mata betah untuk memandang. Berisiknya suara mesin kendaraan, suara dari berbagai orang yang melintas dan berdiam dan juga klakson yang bersahutan menjadi sebuah satu perpaduan yang memasuki telinga.
Jalanan Sudirman kini meninggalkan bekas jejak-jejak kaki dua perempuan yang sedang berjalan di pinggiran. Keduanya baru saja keluar dari salah satu pusat perbelanjaan yang hampir setiap hari mereka kunjungi, Satu dari perempuan itu kini memegang satu plastik yang berisikan dua boba, sedangkan perempuan yang lainnya melingkarkan tangannya dengan begitu erat pada orang di sebelahnya.
Keduanya jalan dengan begitu lambat, seakan ingin berlama-lama menikmati waktu berdua yang memang jarang sekali bisa di lakukan untuk saat ini.
"Langsung mau ke basecamp? Masih ada waktu beberapa jam lagi loh, kita kan latihan malem." Ucapnya, melihat sekilas pada jam yang melekat di pergelangan tangan.
Yang di tanya kini melirik, "Emang Ci Shani mau kemana dulu?."
"Kok balik nanya? Kan aku nanya kamu Gracia!"
Gracia tampak berpikir, matanya melirik ke kanan-kiri seperti sedang berpikir keras. Shani setia menatap pada Gracia dan bergantian menatap jalanan. Menunggu beberapa menit tapi tak kunjung di balas. Tak kunjung berbicara, akhirnya Shani menepuk tangan Gracia meminta etensi.
"Terserah kamu."
Astaghfirullah! Menunggu dari tadi hanya kalimat itu yang keluar? Benar-benar Shania Gracia Harlan ini.
"Kebiasaan deh."
"Udah tau aku orangnya terserah, pake nanya aku lagi."
"Ya mana tau kamu lagi mau kemana gitu?"
Gracia menggelengkan kepalanya, "Makan aja deh, laper aku. Aku lagi mau sushi boleh?"
Shani menundukan pandangannya dan tersenyum ke arah Gracia, "Boleh dong."
"Yeay!" Serunya dengan semangat.
Gracia, Jogja adalah kota yang aku cinta, tapi Jakarta adalah kota yang paling aku suka. Setiap sudut dan setiap jalanan yang ada di sini adalah kenangan. Mereka merekam setiap pijakan, tawa, dan kita yang asyik bercengkrama saat berdua,
Tiap-tiap tempat, taman, bangunan dan juga gerai-gerai yang kita kunjungi adalah memori masa depan yang akan aku kenang. Tersimpan pada setiap album monokrom yang tersusun rapih yang suatu saat aku akan buka kembali untuk mengingatmu,
Ingatkan aku, ingatkan untuk selalu bermimpi dan berkhayal sepuluh tahun ke depan bahwa itu bisa kita ulangi kembali, meski itu adalah sebuah ketidakpastian,
Jakarta baik, ia membawaku untuk bertemu denganmu. Tak tanggung, tujuh tahun kota ini menemani aku untuk bertumbuh bersama denganmu,
Entah siapa yang meninggalkan nantinya, aku berharap Jakarta kembali menyatukan,
Antara kita, Shani dan Gracia.
"Nanti temenin aku video call ya, hari ini jadwal aku video call ternyata." Shani melihat ke arah Gracia, mereka kini memasuki salah satu gerai sushi favorite mereka berdua.
