Haii,
Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.
Selamat baca yaaa.
****
Shani menatap Gracia yang kini terpaut beberapa jarak di antara mereka, pandangan itu tak pernah lepas dari beberapa menit yang lalu, menatap seseorang yang kini menatap dirinya juga tetapi dengan tatapan kosong. Tadi, Shani menghampiri Gracia, tapi langsung di usir oleh perempuan itu dengan mata yang menatapnya tajam.
Menghela nafasnya, Shani percaya Gracia tidak akan bergeming sama sekali dan sangat nyaman dengan posisi yang sama hingga beberapa jam ke depan. Entah pikiran apa yang sedang di pikirkan perempuan itu sehingga ia bisa seperti itu, tidak habis pikir.
"Mau sampai kapan? Ini udah waktunya jam makan siang, Ge. Nanti keburu latihan di mulai, kamu jadi ga makan," Shani tak tahan lagi, ini sudah kesian kali dirinya menghampiri Gracia untuk mengajaknya pergi.
"Kalau Cici mau makan duluan aja gapapa, aku nanti bentaran lagi."
Shani mengambil lengan Gracia, menyuruhnya untuk bangun dan beranjak dari sini, "Kamu ini kenapa sih Ge? Jangan kayak gini, ga bagus."
"Ci," Lirihnya, menatap Shani dengan sayu.
"Kalau kamu mau ngomong hal yang sama, yang udah kamu ulang berulang kali, aku marah beneran sama kamu loh, Ge. Gasuka aku sama kamu yang ini," Shani menghadapkan dirinya saling berhadapan.
Shani tersenyum, membenarkan rambut-rambut halus milik Gracia, "kan bentar lagi syutingnya, kamu maksimalin dengan semua yang kamu punya, tunjukin sama mereka bahwa kamu juga bisa, dan kamu sangat-sangat layak mendapatkan itu semua, ya?"
"Ya, okay."
"Kok ga semangat?"
Gracia tertawa, memeluk Shani dengan begitu erat, " Ya ya ini semangat kok."
Meskipun itu bohong adanya, Shani tak mau memperpanjang masalah, membalas pelukan Gracia itu sambil mengusap punggung perempuan itu sekilas. Ia longgarkan pelukan, menatap perempuan yang kini juga menatap dirinya, "Mau makan apa siang ini?"
"Apa aja yang ada di dapur, aku males banget kemana-mana," Katanya, berjalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Shani yang masih menatapnya, yang kini mulai berjauhan, "Kalau kamu mau makan diluar, ajak aja Feni atau Sisca, jangan aku."
Kamu kenapa lagi sih, Ge?
Shani melangkahkan kakinya menyusul Gracia, entah apa yang membuat perempuan itu kepikiran, yang membuat mood perempuan itu cepat sekali berubah. Shani tak paham, karena sebelumnya tak seperti ini, dahulu masih bisa ia pahami, kenapa sekarang ia makin sulit memahaminya?
Ge, bolehkah kamu seperti dulu lagi?
"Besok theater?" Mendudukan dirinya di kursi, sambil melihat perempuan itu mengambil makan dan minum untuk dirinya.
Gracia menoleh sekilas pada Shani, menganggukan kepalanya dengan senyum tipis, "Iya, ada tiga show minggu ini sebelum berangkat ke Turki, Kenapa?"
"Ga apa," Ucapnya, Shani kembali memakan kentang goreng yang tersaji dalam piring.
Keduanya sama-sama diam, tak ada yang mau memulai percakapan kembali, Shani mencuri pandang sekali-sekali terhadap Gracia yang masih dengan nyaman-nya memakan makanan itu sambil memainkan handphone.
