Haii,
Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.
Selamat baca yaaa.
*****
Gorden ungu masih tertutup sepenuhnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat sepuluh pagi. Pemilik kamar ini masih terlelap dalam selimut tebal bergambar bulan bintang berwarna biru itu yang menutupi tubuh kecilnya. Suara deringan telepon terus berbunyi beberapa kali tapi tak membuat perempuan ini membuka mata, dirinya semakin pulas.
Ia baru tidur pukul setengah tiga pagi setelah melakukan latihan bersama team KIII. Latihan mulai di lakukan bertahap untuk mempercepat sonichi mereka yang sempat tertunda beberapa bulan tersebut.
Handphone miliknya kembali berdering, sang tuan kini mulai menggeliat merespon apa yang ia dengar. Mengambil handphone tersebut yang berada di atas nakas, kemudian mematikannya tanpa melihat siapa yang menelpon. Merubah mode tersebut menjadi mode pesawat.
"Ganggu aja, pagi buta udah nelepon. Gaada jam lain apa!" Gumamnya menggerutu tak jelas. Kembali merapatkan selimutnya dan memeluk guling kesayangannya erat-erat.
Baru saja memimpikan ia berada di satu ruangan dengan Taylor Swift dan sedang mengobrol sambil bersanda-gurau, suara ketukan pintu terdengar beberapa kali sangat mengganggu, hingga pintu tersebut di buka menampilkan ibu rumah tangga dengan handphone yang berada di tangannya.
Menarik selimut itu hingga ujung kaki, membuat perempuan itu mengkerut akibat kedinginan. Tepukan di pipinya membuat ia mau tak mau harus membuka mata.
"Mah, Gre masih ngantuk banget. Bentar lagi ya bangunnya? Nanti malem ada latihan lagi soalnya." Keluhnya, mau menarik selimut itu lagi, tapi di tahan oleh Eka, membuat dirinya berdecak sebal dan mendudukan diri.
"Badan Gre sakit-sakit, mau lurusin bentar aja, satu jam deh. Habis itu terserah mamah mau apain Gre."
Eka menggelengkan kepalanya, "Bangun dulu, ini ada yang mau ngomong sama kamu."
"Siapa?."
"Ini ambil handphone mamah," Katanya, mengambil lengan Gracia dan menyerahkan handphone di tangan anak kesayangannya itu, "Kalau udah selesai, mandi terus makan."
Setelah memastikan mamahnya itu sudah pergi dari kamar, Gracia mengalihkan tatapan pada handphone milik mamahnya. Terdapat panggilan masuk yang masih terhubung berdurasi tiga belas menit.
Shani Indira Natio
"Lengkap bener nih nama, kaya baru bikin akte." Ujarnya, menempelkan benda elektronik tersebut pada telingnya, menidurkan badannya sambil tengkurap memeluk boneka bear putih kesayangannya.
Gracia hanya diam, tak mengeluarkan sama sekali suara. Membiarkan orang yang sudah mengganggu tidurnya itu yang berbicara terlebih dahulu.
"Sayang.." Kata pertama yang keluar dari sebrang telepon setelah beberapa menit terjadi keheningan.
"Oh masih bisa ngomong? Kirain gabisa makanya dari tadi gaada suaranya."
Terdengar helaan nafas dari sebrang, bunyi langkah dan juga terhempasnya seseorang ke kasur, "Aku nunggu kamu ngomong, tapi dari tadi malah diem aja. Yaudah aku tadi ke kamar mandi dulu sebentar buang air."
"Sekali-sekali kamu kek yang ngomong duluan, aku mulu." Ketusnya. Mendudukan dirinya, mengambil botol minum dan menegukknya hingga setengah botol.
