29. Jaga Jarak

6.3K 465 178
                                        

Haii,

Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.

Selamat baca yaaa.

****

Shani menautkan alisnya saat mencoba menghubungi Gracia untuk ke-sekian kalinya tapi tidak ada satu pun yang mendapatkan respon. Padahal ia tahu, Gracia hari ini tidak memiliki jadwal kuliah.

Tak sampai di situ, ia mengirimkan pesan melalui line dan whatsapp pun sama saja. Hanya centang dua dan tanda belum di baca sejak dua jam terakhir Shani mengirimkan pesan.

"Kemana sih Gracia? Ga biasanya kaya gini." Gumam Shani. Meski ia sangat tahu Gracia itu sangat lama membalas pesan, tapi ia merasa aneh saja, karena meski lama tapi tak selama ini biasanya.

Kembali ia mencoba peruntungan. Semoga kali ini, untuk ke-sekian kalinya Gracia akan membalas pesannya.

Ge, kamu di mana?

Setelah itu shani menaruh handphonenya di atas nakas. Ia berjalan ke dapur untuk membuat sarapan buat dirinya sendiri. Natio dan Henri sudah pergi bekerja sejak tadi pagi. Sedangkan Shani baru akan berkegiatan nanti siang hingga menjelang pagi.

Latihan untuk LastShow Beby, Nadila dan Juga Rona. Dan juga beberapa kegiatan lainnya bersama beberapa member di luar kegiatan latihan.

Shani mengambil sereal dan susu kotak yang ada di dalam kulkas. Ah, Shani ini type manusia yang tidak biasa untuk sarapan yang berat-berat di pagi hari, entah kenapa rasanya seperti aneh saja.

"Apa nyusul Gre ke rumahnya aja ya?" Ucapnya pada diri sendiri. Menyendokan makanan itu ke dalam mulutnya sambil menatap lurus ke depan dan mengobrol seorang diri.

Helaan nafas terdengar, Shani menggelengkan kepalanya berulang kali, "Eh tapi nanti aku ke sana, dia udah berangkat lagi. Emang ya itu anak, ga bisa ga bikin orang khawatir!"

Setelah melakukan sarapan, Shani kembali masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap. Membersihkan badan, make-up tipis dan juga memasukan beberapa barang yang memang di perlukan.

Satu setengah jam kemudian, dirinya sudah siap. Mengambil handphone di atas nakas, memeriksanya sebentar dan ia melihat ada tiga notifikasi masuk ke dalam handphone miliknya, tiga puluh menit yang lalu.

Gegee

Ci maaf baru liat

Tadi aku lupa naro handphone di mana

Sekarang aku lagi di jalan kok, udah berangkat. Kamu udah?

Shani menghela nafasnya, ia merasa lega karena Gracia baik-baik saja. Tapi, seharusnya Shani tak perlu merasa khawatir sebesar ini bukan? Karena Gracia pasti akan aman, apalagi ia sangat tahu Gracia di awasi dua puluh empat jam oleh orang tua dan kedua adiknya.

Entahlah, Shani tak tahu kenapa begini.

Turun dari mobil, Shani membenarkan posisi tas yang dirinya bawa itu agar lebih nyaman. Setelah di rasa cukup dan tidak ada yang merasa ketinggalan, ia berjalan memasuki area basecamp. Membuka gerbang besar itu, menyapa beberapa penjaga dan orang yang tengah berada di luar dengan ramah dan senyum yang merekah.

"Bang Jabieb!" Panggil Shani saat melihat Jabieb baru saja akan membuka pintu dan masuk ke dalam.

Yang di panggil kini mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, menoleh pada sumber suara, "Ya ya yo wasap Bro Shani, ada apa manggil saya?"

Shani Untuk GraciaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang