2. Pertemuan Selanjutnya

10.5K 749 61
                                        

Tidak terasa, sudah hampir sebulan mereka mengikuti pemilihan calon member generasi tiga JKT48, tepat di hari ini, merupakan acara puncak. Dimana akan di umumkan siapa saja yang lolos menjadi member dan memasuki trainee. Semua peserta akan berkumpul di theater siang ini, yang sebentar lagi, akan menjadi rumah kedua bagi sebagian calon member yang lolos.

Shani, perempuan tinggi itu datang terlalu cepat di theater, ia melihat baru beberapa yang datang. Melihat sekeliling, ia memilih untuk berdiri di depan theater sambil memainkan handphonenya daripada menghampiri teman-teman seperjuangannya itu yang belum ia kenal. Sifatnya yang malu membuat ia susah beradaptasi dan berkenalan.

Tidak seperti,

"CI SHANI!." Teriakan itu terdengar keras sekali dari ujung lift. Seorang perempuan pendek yang baru saja ada dipikirannya, ia menenteng botol besar berwarna ungu, wajahnya ceria dan berseri. Ia datang seorang diri sambil menghampiri shani. Mendekat, dan berdiri tepat di samping shani.

"Kamu datang kecepatan ya?." Tanya gracia.

Shani hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.

Gracia mangangguk-anggukan kepalanya. "Kamu rajin ya ci."

"Kamu barusan manggil aku ci?." Heran shani.

"Iya, aku baru tau kamu lebih tua dari aku, jadi gapapa kan aku panggil kamu cici?."

Shani tersenyum sambil mengangguk. "Iya, gapapa."

"Yaudah yuk, ikut aku."

"Kemana?."

"Itu ke ci ilen sama ci sofi. Tuh mereka!." Tunjuk gracia pada orang yang dimaksud, dua perempuan yang tengah melihat-lihat foto kabesha para member tim.

Shani bingung, ia tak langsung menjawab. Ia malah melihat kedua manik mata gracia yang teduh. Tapi, detik berikutnya, shani merasakan ada jari-jari lain yang menelusup ke jari-jari tangannya kemudian membawanya pada perempuan yang tadi ia maksud. Sementara shani, ia hanya menatap tangannya yang tengah di genggam.

Nyaman.

"Ci ilen, ci sofi." Panggil gracia pada sosok yang tengah serius melihat-lihat.

Merasa ada yang memanggil, kedua perempuan itu membalikkan badannya.

"Eh gre, tumben datangnya cepet?." Tanya sofi.

"Iya sengaja, tadi berangkatnya sejam lebih awal." Ujar gracia. "Oh iya ci, kenalin ini shani." Sambungnya, melepaskan genggaman tangan shani.

"Hay shan, aku ilen."

"Aku sofi."

"Eumm, aku shani."

"Loh, nama kamu sama si grecot sama shan." Ujar ilen dengan heboh.

"Hah?! Oh iya-iya, shani-shania, shani-shania!." Kini giliran sofi yang berujar.

Shani dan gracia hanya diam menatap dua perempuan yang lebih tua dari mereka ini Kehebohan. Mereka terus menggumamkan,

Shani,

Shania,

Shani,

Shania.

"Ci ilen, ci sofi udah ah. Iya-iya nama kita emang mirip. Tapi itu liat, kak melody udah nyuruh kita masuk." Ujar gracia kepada keduanya, yang tengah berpikir kenapa shani-shania, mirip.

Tak ingin ambil pusing, gracia malah menarik tangan Shani untuk meninggalkan keduanya.

"Eh gracia, Shani. Tunggu kitaa!." Teriak keduanya yang baru sadar sudah ditinggal pergi.

Shani Untuk GraciaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang