Haii,
Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.
Selamat baca yaaa.
****
Semilir angin sore di sebuah rooftop kini terdapat perempuan yang masih terduduk di sofa yang biasanya para member tempati untuk bersantai. Sendirian, adalah pilihan yang tepat untuk dirinya kini yang merasa kalut karena pikirannya tertuju pada seseorang yang mendiamkannya beberapa waktu yang lalu hingga kini. Kalimat terakhir yang ia dengar membuatnya di selimuti rasa bersalah.
Bukan tentang tidak mau menunjukkan, terkadang ia tidak tahu harus bagaimana memulainya. Sifatnya yang penyendiri dan pendiam membuatnya sulit untuk menunjukkan perhatian. Jangankan hal-hal besar, hal kecil pun terkadang sulit sekali untuk dirinya. Ia tidak se-pemberani gracia, dan shani mengakui itu.
Mendongkakan kepalanya menatap langit cerah yang di selimuti awan tebal. Memejamkan matanya sebentar, kemudian terbuka sebab ada notifikasi masuk pada handphonenya.
Ting!
Kak beby
Turun shan, ini anak-anak nyariin kamu, katanya mau beli jajanan di tempat biasa
Shani menghela nafas panjang, kemudian beranjak dari rooftop dan menuruni tangga.
"Zee.." Panggil shani ketika melihat azizi dan fiony sedang ngobrol di salah satu kursi yang ada di tengah ruangan lantai dua.
Azizi dan fiony kompak menoleh pada shani yang sedang berjalan menuju arah mereka, "Iya ci? Kenapa?."
"Liat member KIII ga?."
"Oh, di lantai satu ci. Tadi lagi pada bercanda, tapi gatau sekarang."
Shani menganggukan kepalanya, "makasih ya, aku ke bawah dulu zee, fiony."
"Iya ci shani."
Shani kembali menuruni tangga. Baru setengah jalan, suara gaduh sudah terdengar saling menyahut. Beberapa hari lalu memang team KIII sudah mulai rutin untuk latihan setlist baru mereka. Pandangannya jatuh pada seseorang yang kini sedang mengunyah sempol dengan jus jeruk yang ia pegang di tangan satunya. Tak lupa juga, pandangan orang tersebut tertuju pada handphone yang entah sedang menampilkan apa yang membuatnya fokus.
"Shani.." Panggil beby, menyadari bahwa shani terdiam di ujung tangga dengan pandangan lurus pada arah yang sedang dirinya tempati, lebih tepatnya pada seseorang di depannya kini yang belum menyadari kehadiran shani.
Shani dengan perlahan menghampiri beby yang sedang duduk bersama gracia dan juga anin. Menghentikan langkahnya tepat di samping gracia. "Mana yang mau jajan kak?." Tanya shani, menatap beby yang di sampingnya terdapat anin sedang menonton menggunakan handphone beby.
"Lagi ke kamar mandi. Indy, Tasya, sama Aya yang mau jajan. Sisanya udah pada beli makan."
Terdiam beberapa saat, shani menunduk menatap gracia yang sama sekali tidak menoleh sejak dirinya berdiri di sini. Ingin sekali menegurnya, menyapanya. Tapi lagi-lagi dirinya sulit sekali untuk memulai, di tambah dengan mereka yang kini sedang tidak baik-baik saja hubungannya.
Mengeluarkan handphonenya yang ada di saku celana, shani mengetikan sesuatu pada beby.
Kak, gre udah makan nasi?
Shani dapat melihat anin menepuk bahu beby dan menunjukkan sesuatu. Beby menatap ke arah shani dan menggelengkan kepalanya.
