5. Jatuh Hati

10.5K 676 32
                                        

Haii,

Yuk vote dulu, pencet bintangnya kakak
._.

Selamat baca yaaa.

****

Perasaan itu tidak bisa dicegah kemana dia akan mencari sang tuan untuk menetap. Untuk menjadikannya pemilik, ia akan mencari kemana saja pada yang tepat, tanpa di duga. Dan kita harus menerimanya, bahwa kita telah memilihnya.

Ada ruang hatiku yang kau temukan
Sempat aku lupakan kini kau sentuh

Entah itu sengaja atau tidak, lama atau sebentar tapi yakini, bahwa memang benar-benar si hati ini sudah menemukan tuannya yang telah lama hilang.

Mungkin saja, mungkin. Dulu pernah merasakan perasaan yang sekarang dirasakan, tapi ia binasakan bahwa itu sungguh tak benar adanya, atau mungkin waktu yang menunjukkan dirinya kala itu belum tepat untuk sebuah cinta.

Tapi untuk kali ini, perempuan dengan tinggi seratus enam puluh tujuh centi meter, yang memiliki mata sipit dan lesung pipi itu tidak bisa membantah. Bahwa dia memiliki rasa yang mungkin bisa membuat ia jadi manusia paling bahagia kala orang itu di dekatnya, seseorang yang baru saja ia kenal dalam kurung waktu dua tahun. Ajaib memang, si shani yang terkenal kaku, bermuka dingin dan datar ini bisa menemui orang yang bisa membuat pikiran dan hatinya kalang kabut.

Rasa ini, ingin bertuan, tapi ia masih enggan. Mungkin tuhan belum memberi jalan, untuk dia dan dirinya memiliki hubungan.

Hanya kali ini, tapi dalam waktu dekat status dan kekhawatiran itu akan berubah. Shani yakin, sangat yakin.

Aku bukan jatuh cinta
Namun aku jatuh hati.

Bolehkah kali ini, kali ini saja, sungguh. Ia membicarakan seorang shania gracia? Dimata seorang shani, Gracia merupakan perempuan yang sangat ceria, energik, mudah bergaul. Ia pandai dalam berteman, yang membuat semua orang dengan mudahnya terpikat pada dirinya, mungkin hampir sembilan puluh persen akan menyukainya pada pandangan pertama.

Bagaimana dia dengan mudahnya menanyakan semua hal yang entah itu dimana ujungnya, berjam-jam mungkin saja ia sanggup untuk berbicara tanpa henti. Terkadang ia sedikit menghibur dengan celotehan yang terkadang garing tapi receh, membuat shani yang tidak banyak berbicara akhirnya terus-menerus berbicara, tertawa. Yang membuat teman-temannya heran, bagaimana bisa, hanya karena seorang gracia, gracia yang sangat menyukai sekali warna ungu itu, shani bisa terlihat lebih banyak bicara dan tertawa lepas?

Ku terpikat pada tuturmu
Aku tersihir jiwamu

Jangan bilang pada gracia bahwa tadi ia memikirkannya, biarkan shani yang bercerita nanti, nanti tapi. Entah kapan itu.

Perempuan yang tadi shani pikirkan, kini berjalan menuju arah dirinya. Dengan peluh yang membanjiri seluruh wajah dan bajunya pun tampak basah. Ia berjalan sedikit sempoyongan, mungkin saja dia sudah tak memiliki tenaga.

"Hah.. Hah.." Deru nafas itu terdengar sangat keras, saat gracia langsung terduduk dan menyandarkan kepalanya pada bahu shani.

"Capek?." Tanya shani, basa-basi. Sudah tau capek, pake tanya lagi.

Gracia hanya mengangguk, sepertinya untuk berbicara saja ia tak bisa.

"Mau minum?."

Gracia menggelengkan kepalanya.

"Mau makan?."

Kembali ia menggelengkan kepalanya.

"Kamu bisu?."

Shani Untuk GraciaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang