Haii,
Yuk vote dulu, pencet bintangnya,
._.
Selamat baca yaaa.
****
".. Eh sumpah, villa yang mau kita datangin keren banget woy." Ujar Rachel yang kini sedang terduduk di kursi sambil melihat handphonenya.
Baru saja, Rachel membaca pesan yang di kirimkan yona melalui grup member dimana tempat dan lokasi para member team KIII ini akan liburan disana selama dua hari. Dengan heboh, semua member yang berada di sekitaran langsung membaca pesan tersebut.
Sorak-sorai terdengar akibat member team KIII ini sangat senang karena akhirnya mereka mempunyai kesempatan untuk liburan bersama.
"Hari sabtu depan berangkatnya, seminggu lagi nih." Ujar Rachel kembali.
"Nanti kita bagi-bagi tugas ya.."
"Omongin besok aja waktu pada ada semua, kalau sekarang engga akan bener soalnya ga lengkap ini orangnya sebagian udah pada pulang." Vienny membuka suara, dirinya baru saja dari dapur dan tak sengaja mendengar beberapa percakapan yang sedang di bicarakan.
Malam ini, team KIII sedang latihan untuk mempersiapkan show theater, event, acara, maupun circus. Sejak tiga puluh menit yang lalu, latihan sudah selesai. Tetapi sebagian dari mereka masih ada yang di basecamp menunggu yang lain atau jemputan.
"Duluan semua."
"Woy, gue udah di jemput. Duluan ye."
"Bye, gocar gue udah di depan."
Semakin sedikit member yang tersisa di basecamp. Di ruang tengah hanya tersisa vienny, desy, yona dan juga rachel. Mereka sedang mengobrol entah apa itu, yang pasti mereka sesekali bercanda akibat lawakan yang di keluarkan oleh desy dan juga rachel.
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam.
Saat mereka sedang asyik tertawa, Tiba-tiba ada dua orang yang baru saja keluar dari salah satu ruangan, satu diantaranya memasang wajah lesu, membuat mereka yang ada di ruang tengah yang sedang asyik berbincang menghentikan tawanya.
"Shan, gracia kenapa?." Tanya yona, mengerutkan keningnya keheranan.
Shani yang mendengar pertanyaan itu hanya menggedikan bahunya. Berjalan dengan santai untuk mengambil tas dirinya dan gracia, meninggalkan gracia yang masih berjalan dengan gontai.
"Gre.." Panggil yona.
"Hmm, kenapa mah yon?." Tanya gracia dengan lesu, berjalan ke arah yona dan langsung menjatuhkan tubuhnya di samping yona, memeluknya dari samping.
"Kenapa si?."
Gracia menggelengkan kepalanya.
"Jangan bilang lo habis..." Desy menggantungkan ucapannya, menutup mulutnya seakan tak percaya. Pikirannya sudah ke arah yang negatif, mau berpikir positif susah sekali melihat gracia yang kini tengah anteng dalam pelukan yona.
"Des, pikiranmu." Vienny ikut menimpal, memukul pelan lengan desy sambil terkekeh.
"Otak gue udah gabisa di ajak kerjasama masalahnya nih, udah travelling."
"Huhhh.. Capek mah, gege ngantuk.." Gumam gracia, mengeratkan pelukannya. Ia tertidur.
"Sumpah ya, nih anak abis ngapain sih tadi di ruangan sama shani?." Yona keheranan, membenarkan posisi duduknya agar gracia merasa lebih nyaman.
