Vote terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca ✨
Happy Reading ❤️
Agha tak menyangka ternyata selama ini ia hanya di manfaatkan oleh Rizka, Rizka hanya mengandalkan dirinya sebagai mesin ATM.
"Kenapa Gha?" tanya Zakka.
"Lo keliatan emosi banget" sahut Iqbal.
"Gue bego" ujar Agha.
"Maksud Lo?" tanya Evan.
"Selama ini gue cuma dimanfaatin sama cewek brengsek" ujar Agha.
"Maksud Lo siapa? Rizka?" tanya Zakka membuat Agha mengangguk.
"Lo udah tau kebusukan dia?" tanya Evan.
"Maksud Lo? Lo lebih dulu tau soal ini?" ujar Agha di angguki Evan.
"Anjing kenapa Lo gak ngasih tau gue?" tanya Agha.
"Kalo gue bilang, emang Lo bakal percaya sama gue? Sama Ai aja Lo gak percaya apalagi sama gue" ujar Evan, mendengar nama Aileen ia jadi merasa bersalah ia sudah sangat buruk menilai Aileen, melontarkan kata-kata kasar bahkan ia menampar keras pipi Aileen.
"Kalo gue minta maaf ke Ai, apa dia bakal maafin gue?" gumam Agha masih di dengar teman-temannya.
"Aileen baik, dia mungkin bisa maafin Lo, tapi kalo untuk balik sama Lo kaya nya gak mungkin karena gue aja gak mau dia balik sama Lo" ujar Devano lalu berdiri dari duduknya. Agha sadar kesalahannya pada Aileen membuatnya tak layak untuk kembali bersanding dengannya. Tapi jika ia meminta Aileen untuk kembali apakah gadis itu mau? Agha masih menyayangi Aileen dan itu ia rasa akan selamanya, bisa kah Agha berharap agar Aileen kembali ke pelukannya?.
"Penyesalan emang selalu datang terakhir an, jujur gue bersyukur Lo udah tau kedok Rizka" ujar Zakka.
"Lo udah buang berlian jadi jangan salahin orang yang udah mungut dan bikin berlian itu berkilau tampak lebih indah" lanjut Zakka ia melirik Aileen yang tengah bermain basket bersama Ghavril, gadis itu tersenyum bahkan tertawa tak ada hentinya, meski terlihat Ghavril tak ikut tertawa pemuda itu selalu terlihat cuek padahal ia tahu pemuda itu terlihat memiliki rasa pada Aileen.
"Udah deh kak, Lo duduk aja gak usah gayaan mau lawan gue" ujar Aileen dengan tertawa, Ghavril menantang Aileen bermain basket tapi lihatlah lah tangannya saja habis luka.
"Lo takut kalah ya?" tanya Ghavril.
"Takut? Gue gak pernah kenal yang nam-
"Yaudah ayo lawan gue" ujar Ghavril.
"Udah lah Ai, jabanin aja kasih paham Ai" ujar Gerri.
"Gue sih bisa aja lawan dia, tapi gue gak yakin sama tangannya" ujar Aileen.
"Lo nge remehin gue?" tanya Ghavril.
"Ck, oke gue lawan Lo tapi ada syaratnya,yang kalah harus nurut sama perintah sang pemenang" ujar Aileen.
"Oke siapa takut" ujar Ghavril menerima jabatan tangan Aileen.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIGHA
Teen FictionNote: Untuk yang sudah pernah baca, namun bingung dengan ceritanya, karena alurnya agak berubah itu karena beberapa part sudah di revisi. Menceritakan gadis cantik yang lahir dari keluarga Daniswara namun tumbuh dewasa dalam lindungan keluarga Fara...
