26. Kafka vs Hansen

155 12 1
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi, kafka sangat terburu-buru keluar dari kelasnya. Ia melangkah menuju kelas Fira karena telah berjanji untuk mengahantarkannya pulang.

"Buru-buru banget dah tuh anak" ujar jino

"Takut disiram lagi mungkin sama si Dhea" ujar Reno pada jino

Jino tertawa. "Hahaha iyah kali yak. Takut disiram sama Dhea"

"Seneng banget lo liat temen menderita" Jino

"Kagak gitu njir"

"Eh. Tadi gue ga sengaja ketemu sama bang jordi katanya kita ada tanding basket sama anak SMA Harapan Nusa" ujar Jino pada Reno

"Kafka udah tau belum?" tanya Reno

"Belum deh keknya"

"Yaudah ntar aja ngasih taunya. Takutnya dia gak fokus karna mikirin Rania kan?" ujar Reno

"Iya sih. Yaudah lah yuk pulang" ajak Jino pada Reno

---------------

Kafka menunggu Fira di depan kelasnya. Ia terus melihat jam di tangannya. Sesekali ia menoleh kearah kelas Fira, namun Fira juga belum keluar dari kelasnya. Kafka tetap sabar menunggu Fira yang masih belum keluar juga. Beberapa saat kemudian Fira telah keluar dari kelasnya dan menghampiri Kafka

"Maaf ya kafka. Aku udah bikin kamu nunggu lama" ujar Fira pada Kafka

"Gapapa. Yaudah ayo. Gue mau jenguk Rania lagi" ujar kafka pada Fira

Kafka dan Fira berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor milik kafka. Kafka memberikan helmnya pada Fira lalu Fira memakai helm yang diberikan oleh kafka

Kafka melajukan sepeda motornya untuk segera menghantarkan Fira pulang. 15 menit telah berlalu, kafka telah sampai dirumah Fira, kemudian ia pamit pada Fira untuk segera pergi untuk menjenguk Rania. Kafka memutar balikkan Sepeda motornya lalu pergi meninggal rumah Fira

-------------

Kafka telah sampai di rumah sakit kasih Ibu tempat dimana Rania di rawat. Ia berjalan menuju meja Resepcionist untuk menanyakan ruangan Rania.

"Permisi suster. Saya mau bertanya, Ruangan pasien atas nama Rania Litusya Mahendra di sebelah mana yah sus?" tanya Kafka pada Suster yang menjaga di meja Resepcionist

"Sebentar yah mas. Saya cari dulu" ujar suster itu sembari mengambil buku daftar pasien rawat inap

Suster tersebut mencari nama Rania.
"Pasien atas nama Rania Litusya Mahendra di rawat di Ruangan Tulip Lantai 3 kamar no 345 FIV yah mas" ujar suster itu

"Terima kasih ya sus" ujar kafka lalu pergi meninggalkan suster tersebut

Kafka berjalan menuju lift, lalu ia menekan no 3 untuk menuju lantai 3. Setelah menunggu 5 menit di dalam lift ia pun telah sampai di lantai 3 kemudian ia mencari Ruangan dan kamar Rania.

Langkah kafka terhenti ketika melihat angka yang bertuliskan 345 di depan pintu kamar. Lalu ia membuka pintu tersebut, ia melihat ada Hansen yang sedang berbicara dengan Rania.

"Kafka" ujar Rania

Hansen menoleh kearah pandangan Rania. Hansen melihat kafka yang sedang berdiri di depan pintu, kafka masuk melangkah ke arah Rania dan Hansen

"Ngapain lo ada di sini?" tanya Kafka pada Hansen

"Jenguk Rania lah. Masih godain Suster sini" balas Hansen

Rania menahan tawanya ketika Hansen membalas ucapan kafka.

"Mending lo balik aja sana. Gue mau pacaran sama Rania" ujar kafka menas-manasi Hansen

"Ini juga gue mau balik. Rania gue pamit dulu yah" ujar Hansen pada Rania

Sebelum meninggalkan Ruangan Hansen sempat membisikkan sesuatu pada Kafka.

"Sebentar lagi sejolah kita bakal tanding basket sama sekolah Harapan Nusa. Gue yakin yang bakal jadi ketua tim basket kali ini adalah gue. Dan lo jangan mimpi bisa jadi ketua tim basket" bisik Hansen

"Kita liat aja. Lo yang mimpi apa gue yang mimpi" balas Kafka

Hansen tak membalas ucapan dari Kafka, ia terus melangkah keluar dari ruangan Rania

------------

Rania dan Kafka hanya diam-diaman, tidak ada yang membuka percakapan saat itu. Namun Kafka mencoba untuk mengobrol dengan Rania

"Hmm. Gimana keadaan lo?" tanya Kafka pada Rania

"Alhamdulillah besok aku udah bisa pulang" jawab Rania dengan senyuman manisnya

"Bagus deh kalau gitu. Maaf gue baru bisa jenguk lo. Karna sekarang gue yang harus gantiin posisi bokap gue di perusahaannya" ujar Kafka pada Rania

"Hmm gapapa kok. Aku ngertikok sama keadaan kamu" balas Rania

"Gue mau ngomong sama lo" ujar Kafka serius pada Rania

"Ngomong aja" jawab Rania

"Jadi gini. Perusahaan Gue sama perusahaan bokapnya Fira itu kerja sama" ujar  Kafka bercerita

"Terus?" tanya Rania

"Lo tau om gue kan?" tanya Kafka pada Rania

"Om Devan?"

"Iya om devan. Dia nyuruh gue buat deketin Fira" ucap Kafka membuat Rania mengerutkan keningnya

"Apa? Deketin Fira?" tanya Rania pada kafka

Kafka mengangguk. "Om gue nyuruh gue deketin Fira supaya perusahaan gue sama bokapnya Fira itu berjalan dengan lancar" sambung Kafka memperjelaskan kembali

"Emang harus banget deket?" tanya Rania

"Ya mau gimana lagi. Supaya bokap Fira mau untuk menginvestasikan Sebagian dari perusahaannya ran." ujar Kafka

"Lo tenang aja gue gak bakal ninggalin lo" ujar Kafka bohong pada Rania. Karena niat jahat Kafka adalah membuat Rania sakit hati setelah itu meninggalkannya

"Terserah kamu. Aku percaya kok sama kamu walaupun aku harus sakit nahan rasa cemburu" ujar Rania menahan air matanya

Kafka mendekat ke arah Rania, ia menarik tubuh Rania lalu memeluknya. "Gue gak ninggalin lo ran. Percaya sama gue" bisik Kafka

Kafka melepaskan pelukkannya, Ia melihat ke arah jam tangannya. Lalu meminta izin pada Rania untuk pulang

"Gue izin balik yah. Udah malem juga kan? Lo jangan lupa istirahat ya. Besok kalau udah bisa pulang jangan lupa kabarin gue"

"Iyah kamu tenang aja" jawab Rania lembut

Kafka mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rania, lalu ia mencium kening Rania dengan lembut.

"Selamat istirahat my dear" ujar Kafka pada Rania

"Gue balik yah. Jaga diri baik-baik. Jangan lupa makan, nanti kalau udah sampe rumah gue kabarin" ujar Kafka pada Rania

"Iyah hati-hati yah" ujar Rania sambil tersenyum

Kafka berjalan keluar dari ruangan Rania. Ia berjalan menuju lift, menunggu pintu lift terbuka. Ketika Kafka hendak memasuki lift, ia tidak sengaja berpas-pasan dengan Hardi yaitu papa Rania

Kafka terus memandangi Hardi dari dalam lift dengan tatapan penuh kebencian.

--------------

Gimana??

Next??

Kafka & RaniaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang