49. Dia pelakunya!

87 4 2
                                        

Kafka mengendarai sepeda motornya dengan penuh amarah. Air matanya tidak henti menetes, dadanya terasa sakit mendengar adik kesayangannya telah di sekap oleh Fira. Hanya rasa penyesalan yang saat ini memenuhi isi kepalanya

"maaf mah, Kafka gagal jagain Zakira" gumamnya pelan sambil menangis kecil

di sisi lain Rania dan yang lainnya menyusul dengan mengendarai mobil milik Fiona. Rania tampak begitu khawatir dengan Zakira. anak sekecil Zakira harus ikut campur dalam masalah yang rumit.

"liat aja ntar tuh si Fira gue jambak- jambak tuh anak" ujar Fiona yang sangat kesal dengan perbuatan Fira

"zakira semoga kamu tidak kenapa-kenapa yaa" gumam Rania, wajahnya sangat khawatir, wajahnya terlihat sangat panik. Fiona yang tidak sengaja melihat Rania sedang gelisah langsung menenangkan Rania

"Ran, tenang dulu, jangan panik, gue tau panik attack Lo kumat kan. jangan terlalu panik ran" ujar Fiona kepada Rania

"Ran, It's oke, Zakira gapapa. Lo jangan mikir aneh-aneh ya" ujar Dhea berusaha menenangkan Rania

"Gue gaakan biarin Fira mencelakai Zakira, dia masih kecil dia gatau apa-apa" ujar Rania sambil menangis sendu

"Gue udah nelfon om gue yang polisi, gue juga udah ngasih tau alamatnya ke dia, dan sekarang om gue lagi otw. Lo tenang dulu ya Ran, semua pasti aman" kini Stefany yang menangkan Rania

kafka yang sedang mengendarai sepeda motor nya dan disusul oleh Reno dan jino di belakangnya, mereka telah sampai di tempat tujuan yang dimana tempat Zakira di sekap oleh Fira. Anak sekecil Zakira harus berhadapan dengan monster seperti Fira:)

kafka memarkirkan kendaraan nya dan hendak masuk kedalam namun di hadang oleh jino, karna menurut Jino pasti ada jebakan lain yang akan di buat oleh Fira dan papanya. papa Fira yaitu pak Broto, Mafia terkejam di Jakarta, tidak ada yang pernah lolos dari kejahatan nya

"jangan gegabah, kita tau Lo panik, jadi jangan gegabah" ujar jino

"TAPI ZAKIRA HARUS GUE SELAMATIN JINN!!" seru kafka dengan panik

"kita lewat pintu belakang" ujar Reno memberi saran

Jino menaikkan satu alisnya, "kenapa harus dari pintu belakang?" tanya jino dengan heran

"kalau dari depan ada penjaga pasti di belakang engga, karna mereka tau pasti kita bakal lewat dari depan" kata Reno menjelaskan

tanpa basa-basi mereka bertiga langsung lari kebelakang untuk lewat masuk dari pintu belakang. Kafka mendobrak paksa pintu belakang, namun tidak ada terlihat orang satupun.

mereka berjalan mengendap-endap dengan pelan, Jino mengamati sekitar dan berjaga-jaga jika ada serangan yang tak terduga

sementara Rania dan yang lainnya sudah sampai, sebelumnya jino telah menghubungi Dhea untuk lewat dari pintu belakang sesuai arahan Reno.

-------------------------------------

"kalo engga karna bokap gue mau nguasain harta orgtua Lo, gue gaakan mau jadi jahat" ujar seseorang perempuan di balik ruangan yang kafka kenal siapa orang itu. Orang itu tak lain ialah Fira

"gue juga cinta sama Abang Lo, tapi Abang Lo itu matanya buta, dia taunya cuman Rania mulu, cantikan juga gue" ujar Fira membuat Zakira menangis ketakutan

Fira juga sesekali memukul kepala Zakira, membuat Zakira histeris ketakutan, tapi apalah daya Zakira yang masih anak-anak.

kafka sangat marah melihat apa yang dilakukan Fira dengan adik nya. betapa sakitnya hati kafka melihat adiknya dengan posisi kedua tangan dan kaki di ikat dengan tali sedang mulutnya di tutup dengan lakban berwarna hitam

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 17, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kafka & RaniaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang