sebuah harapan

64 8 0
                                    

Lima hari sudah aku menjalani pemulihan di rumah sakit,dan akhirnya saat ini dokter memperbolehkan ku  pulang meski kaki masih di balut perban tapi tak apalah itu bukan masalah bagiku

masih ada sisa waktu 7 hari untuk persiapan lomba besok, jadi ku gunakan waktu itu semaksimal mungkin tak akan ku siya- siyakan begitu saja,

Tapi bagaimana mungkin aku minta izin ibu agar diriku di perkenankan kembali ke pondok??
Pasti ujung- ujungnya nanti gak boleh, nyebelin deh , tadi pas beres- beres bajuku aja bilang " gak usah minta aneh-aneh,ibu gak janji akan ngabulin"  emangnya aku mau minta apa ,, pasti ibu tau rencana ku dari Mbak nahla yang selepas ini aku mau balik  ke pondok makanya ibu bilang seperti itu,,

Hufh males deh,, aku menggerutu diriku sendiri aku benci dengan suasana ini,, "bu ayolah kembali ke pondok"  rengek ku padanya saat mobil yang kami tumpangi melaju menuju rumah

Oleh ayah yang duduk di samping kursi kemudi tepat di sebelah mas Athar di jawabi "sembuh dulu nanti minta apa-apa akan ayah kasih"
"Tapi ayah Kamis depan kaff mau MQK di Bangkalan kaff juga sudah enakkan 7 hari cukuplah untuk pemulihan"
" Lah terus ayah harus ngapain"  jawaban nya begitu enteng tanpa kesan menenang sama sekali,, membuat ku jadi sebel dan memutuskan diam setelah pembicaraan itu

Sampai pada akhirnya mobil yang kami tumpangi sampai di pekarangan rumah  yang cukup luas ,, maklumlah pekarangan rumah plus halaman  sekolah yang biasanya di buat nongkrong pemuda kalo lagi extra maupun istirahat jambel , karena malu jadi kalo di rumah aku jarang keluar,, keluar- keluar pun mobil sudah ada di depan rumah
Berhubungan ini hari libur jadi tidak banyak siswa yang berkeliaran
" Masih cemberut aja,, udah sampai nih ayo turun "  ajak Mbak nahla pada ku yang sedang asyik melihat pemandangan sekitar yang nampak asri dengan tumbuhnya bunga Kamboja dan mawar di sekitarnya
" Bantuin " pintaku padanya , olehnya tanpa menunggu lama segera di bopongnya hingga sampai di kamar .

   Malam pun tiba ,, hatiku mulai merasakan rasa sesak di dada yang tak menentu,tak tahu pasti apa penyebab nya tapi hati ku begitu gusar , akhirnya sebuah ponsel Android milikku yang telah tergeletak di tepi nakas ,ku ambil untuk ku gunakan sebagai pelampisan kegundahan

Tangan ku begitu lihai memainkan nya hingga tak sadar sudah berada di layar  status saya di aplikasi WhatsApp milikku
Membuat ku segera menggoreskan tulisan " rindu  yang masih belum menemukan dermaganya ,, kapan bisa kembali,,  ,😘 segera ku klik tombol di samping kanan dan segeralah terlihat  lah oleh orang- orang yang ku save nomer nya

Tanpa menunggu lama sebuah tanggapan dari nya yang ada di Makkah datang

Sabar untuk rasa yang sementara ini,

Belum sempat ku balas dia kirim lagi
Tumben bawa ponsel di pondok biasanya aja gak mau meski itu untuk mendengarkan suara kerinduanku

Bingung dari mana aku harus menjawabnya ,, tak mungkin aku bilang padanya kalau aku pulang karena operasi pasti itu akan mencemaskanya ,, dulu pas lihat aku kedinginan karena hujan-hujanan sama neng awa aja dia sangat cemas sekali padaku apalagi ini operasi
Maaf aku bohong yah gus

Kaff lagi pulang di suruh sama yai
Segera ku kirim pesan itu ,, oh yah aku gak bohong kok karena beneran aku kan pulang di suruh yai untuk operasi , biasanya juga yai nyuruh aku pulang untuk sekedar melepas rindu aja, cuma akhir - akhir Aliyah ini aja aku jarang pulang karena tangguan pondok yang membebankan ku , tak lama pesan pun terjawab

Ya udah kalo gitu semangat untuk MQK NYA
Aku mengernyitkan dahi mana mungkin dia tahu pasti neng awa yang sudah memberi tahukan padanya,,
Dasar neng awa dengusku sambil tersenyum tipis ke arah ponsel ku

Gus juga yang semangat ,, jaga terus pandangan dan hatinya FOKUS ngudi ilmu ilahi
sengaja untuk font fokus ku perbesar agar dia faham kalau aku juga mengharapkan kesungguhan nya

Asyiap kafffaku ,kalau kamu yang nyemangati pasti aku semangat

Bohong gus buktinya lusa kemarin presentasi nya daun kan

Karena aku juga manusia biasa yang punya beribu-ribu rindu untukmu dan keluarga ku

Kapan pulang nya sih ? ,😘

Sabar 3 tahun lagi gak lama kok waktu itu pas untuk menunggu kamu lulus ,setelah itu ngajar deh 2 tahun di situ 🥰😍

Semoga aku dan kamu di beri kekuatan
Setelah ku kirim pesan itu segera ku taruh ponsel di tepi nakas  tanpa mempedulikan jawaban nya lagi yang pasti dapat mengembangkan rasa bahagia di kalbuku , mungkin malam ini aku bisa tidur dengan sedikit lebih nyenyak
Pesanya tadi membuatku ingin menulis di diary yang telah ku dekap sedari tadi

Caraku merindu emang unik di bulan Oktober ini
Selamat malam untuk malaikat hatiku
aku tak tahu apa kamu jodohku atau tidak tapi namamu selalu ku ajukan di sisi Tuhanku
Jagalah rindu ini agar dapat menemukan fitrahnya
Aku hanya tak ingin berlama lama zina fikiran
Ku harap segera kau halalkan diriku
Meski aku tahu kita memang tak pernah saling pandang sentuhan atau apapun yang tidak layak di mata syariat namun kita saling berkomunikasi lewat layang  yang mana di dalamnya kita telah mengungkapkan rasa yang ada di antara diri kita masing-masing
Aku ingin dengan cara sehalal mungkin bertemu dengan mu halali,

Segera ku tutup diry itu dan ku simpan di nakas agar hanya aku dan buku biru itu menjadi saksi dari segala kerinduanku selama ini,,,

Nihqob CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang