dia

44 7 0
                                    

Duka selama nya akan menjadi duka namun jangan pernah kita mau bersahabat dengan duka,
seperti berlarut-larut dalam kesendihan
Untuk apa kita tetap dalam satu posisi sementara jarum jam akan selalu berputar tanpa mengenal toleransi

Aku mengatakan itu bukan berarti aku sudah lupa dengan luka ku
Mana mungkin aku bisa melupakan cinta pertama ku ,,
Rasanya sulit,tapi selama ada kemauan pasti bisa i can coz i do

Sudahlah lupakan dia ,,,,

Hari ini hari Kamis di mana hari keberangkatan ku ke Bangkalan untuk mengikuti MQK disana

Rencananya 5 santri yang di tugaskan yai,  nanti akan menjemputku kesini dengan mengendarai mobil pondok

Mungkin karena yang mengikuti MQK adalah para santri senior jadi tak perlu adanya pendamping, lagian udah di sebut senior pasti kalo mau ngelakuin aneh- aneh malu dong sama ilmunya

Sambil menunggu mereka datang aku duduk di sofa depan sambil memutholaah kita ghoyatul wushul mumpung masih pagi para siswi yang tidak menetap di asrama belum datang,,jadi aku sedikit lebih luasa menikmati udara di pagi hari ini

30 menit menunggu akhirnya mobil avanza putih bertuliskan Arab alma'had dinul Islam Tarbiyatul Athfal di kaca depan mobil mendarat tepat di depan rumah
Tak lama setelah itu pria berbaju hitam turun menghampiri ku lantas mengelus lembut ujung kepalaku aku yang mendapati perlakuannya yang seperti itu segera ku cubit lengannya hingga ia meringis kesakitan

Oh yah pria itu namanya cak faris dia saudara sepersusuan dengan ku makanya aku bisa  bebas pegangan tangan dengan nya

Lek mana,,, tanyanya pada ku
Ada tuh di dalam
"Yuk berangkat sekarang" bersamaan dengan ajakan itu

tak sengaja ujung mataku menatap menemukan sesosok pria tampan berpeci hitam dengan menggenakan hem berwarna maroon dengan lengan yang sedikit di angkat turun dari kursi kemudi  ku kira itu

gus Azril Rois pondok putra yang kata santriwati selain tampan dia juga pintar berjiwa sosial banget selalu tanggung jawab dengan setiap amanah yang di bebankan padanya tapi dari cerita teman- teman yang sangat menarik perhatian ku adalah dia pandai menjaga pandangan nya
Setiap perempuan yang pernah di ajaknya bicara tak pernah satupun yang di tatap wajahnya, selain itu   katanya dulu ia mantan vokal pondok

  ujung bola mata ku terfokus padanya karena
sebelum ia turun kang abid lebih dulu turun dari samping nya ,,aku tahu kalau dia kang abid karena dia salah satu vokal Jam'iyyah Hadroh putra yang begitu banyak di gemari di santri putri fotonya pun banyak yang kurampas dari hasil razia malam kamis di setiap asrama putri ganteng sih ,,tapi buat apa kalo masih belum bisa jaga pandangan nya kaya Gus Azril

Hem" elak ku dalam hati ngapain aku banding- bandingin dua pria itu ,, emangnya dia siapaku,, lagian juga ngapain aku fokus sama Gus Azril ,,,,
Inget Kaffa kamu gak boleh bahas cowok lagi ,, dengusku pelan sambil berjalan mendekati neng awa yang turun dari mobil tanpa menghiraukan jawaban cak faris yang pastinya tunggu dulu

Neng"" sapaku pada nya yang hendak turun dari mobil kemudian mendekati ku dan merangkul ku kuat sekali seperti rangkulan seorang ibu yang tidak mau kehilangan anaknya
" Mbak kaff yang sabar ya ,, pasti ini sulit buat mbak tapi mas juga gak bisa bantah keputusan buyah " perkataanya itu lagi- lagi berhasil membuat genangan air mata di kedua kelopak mataku aku harus bisa membendung nya " gak papa neng namanya belum jodoh" oh yah soal kedekatan ku dengan Gus Ibrahim selain keluarga ku yang mengetahui nya dari pihak Gus Ibrahim hanya neng awa lah yang mengetahuinya karena ia adalah seorang adek sekaligus teman curhat Gus Ibrahim,
" Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik"
"Amin  " saat empat kata itu terucap dari bibir ku entah mengapa pandangan ku tertuju pada pria berbaju maron yang telah duduk di sofa tempat ku duduk tadi
Namun tak ku hiraukan itu, tanpa menunggu lama ku lepaskan rangkulan itu lalu segera ku tarik neng awa dan Mbak khanza agar masuk ke dalam

Sampai di dalam mereka berlima di persilahkan makan oleh ibu karena mereka pasti belum sarapan buktinya sepagi ini mereka sudah sampai rumah ku

Selesai makan aku dan mereka bergegas-gegas pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Bangkalan karena  pukul 10 kita harus sudah sampai sana sedang ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.20 WIB
Semoga saja di Sidoarjo nanti tidak macet

Akhirnya mobil pun meluncur dengan  di kemudi oleh Gus Azril  sedang aku bertiga duduk di kursi belakang bagian kanan mobil
Kursi tengah hanya di isi cak faris seorang itupun dia ada di sebelah kiri mobil
Jadi tak sengajalah kedua ujung bola mataku dengan sang sopir sempat bertemu lewat kaca spion depan

Saat itu aku mampu melihat ia dengan jelas ternyata dia memiliki jambang yang tipis serta kumis tipis
Nampak dari sorotan matanya ia menyimpan beban yang amat berat  mungkin tugas pondok kali,,

Ighfirli danbii ketika aku sadar itu segera ku buang pandangan ku ke cendela  nampaknya mobil telah memasuki kawasan SUROMADU

di mobil memang hanya tercipta keheningan karena dua temanku putri sedang tertidur pulas begitu pun dengan cacak sedang kang Abid tak begitu jelas ku melihatnya mungkin  dia juga tidur ,, jadi di mobil ini hanya menyisakan aku dan sang sopir yang masih terjaga

Tak lama mobil masuki kawasan Kemayoran tepatnya di depan ponpes saiykhona Kholil

Sampai di situ aku bangun kan semua temanku begitu pun dengan cacak yang masih ngebo di panggil berulang kali oleh Gus Azril ia pun tak kunjung bangun hingga membuat ku tak sabar ku pukul saja punggungnya yang saat itu tanpa tersadari bersamaan dengan Gus Azril menepuk paha cacak
Jadi lagi- lagi aku adu pandangan dengan nya namun seketika itu kami saling memalingkan wajah dan menundukkan kepala ,,. Membiarkan cak faris yang entah lah sudah bangun atau belum

Akhirnya sumber yang membuat ku harus drama dengan sopir itu terbangun juga ,, suara has baru tidurnya  " udah sampai yach,, aku ketiduran  pegel banget nih "
Hujatku dalam hati " untung di sini banyak orang kalau tidak pasti aku omelin kamu cak"
" Ayo turun "

Sampai di situ kami pun turun dan di sambut suka cita oleh panitia

Kami berenam harus berpisah karena kamar masing-masing kontingen pria dan wanita  berbeda
Untuk pria di tempat kan di asrama pondok putra yang santrinya telah di boyongkan ke asrama sebelah sedang aku dan teman - teman di taruh di madrasah putra yang mana kamarnya telah di sediakan di kelas sesuai nama kontingen nya berhubung aku dan teman - teman mewakili kontingen l_ _ _ _ _ _ _  jadi kami cari di jendela kelas yang menunjukkan nama dari kontingen kami,

Nihqob CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang