16.Perampok

135 16 0
                                        

Mencintai manusia penuh misteri ternyata sesulit ini. Harusnya aku biarkan misteri itu tetap terjaga. Jangan usik. Tapi aku tidak pernah menyesal karena menyukaimu. Aku justru menyesal karena melangkah terlalu dekat denganmu.

~Anna~

.

Eiittss ...melankolis sekali anda.
.
.

Mereka sudah meninggalkan Pelabuhan X. Mereka tengah bergegas kembali menuju Gudang Senjata.

"Jadi kalian saling mengenal?" tanya Noah yang tetap fokus menyetir.

Tidak ada jawaban, sepertinya Orion memilih diam. Anna pun sama, masih sibuk dengan tangisnya yang mulai mereda.

Jujur saja Orion juga terkejut. Bagaimana bisa gadis pengganggu itu bisa ada di sana. Ini hampir tidak mungkin, tapi gadis itu memang sama misteriusnya seperti dirinya di beberapa hal.

"Ah kenapa remaja sekarang suka memiliki hubungan yang rumit? Biar kutebak," Noah berhenti berbicara ia sedang memutar setir.

"Anda Nona, pasti menyukai Orion. Luke juga menduga seperti itu. Dan Orion entah suka atau tidak kau tidak tau dan mungkin tidak peduli. Yah, kau tau sendiri Orion seperti apa..." Noah terkekeh sejenak. Kemudian melanjutkan ucapannya.

"Kau terus berjuang berharap Orion membalas perasaanmu. Tapi mengejutkan, ternyata pemuda yang kau sukai menjadi salah satu anggota mafia. Menyedihkan,

Dan yang paling menyedihkannya lagi Orion tidak berbuat apa-apa untukmu tadi, justru menatapmu bagai hama penganggu. Kau merasa dicampakan, sesak bukan?"

Anna menangis sejadi-jadinya, ucapan Noah benar 100%.

"Berisik!" gertak Orion.

Mendengar itu Anna reflek merendahkan suara tangisannya. Noah tertawa pelan.

Remaja memang aneh, begitu pikirnya.

.
.

Ditengah perjalanan, mobil berjalan lambat kemudian berhenti.

"Ada apa?" tanya Orion. Mereka masih jauh dari Gudang Senjata. Jalanan ini sangat sepi.

"Ada yang menghadang kita didepan," ucap Noah dengan nada serius.

Luke yang berada paling depan turun dari mobilnya. Anggota lain juga melakukan hal yang sama.

Noah mengambil pistol dan pisau kemudian menyimpannya dibalik jaket kulitnya.

"Kau jaga Nona ini. Aku akan bergabung dengan yang lain," Noah menatap Orion dengan tampang serius.

"Tidak, aku akan ikut," sergah Orion. Noah menggeleng menolak permintaan pemuda yang sudah bersiap ikut keluar.

"Kau mau apa disana?"

"Membantu."

Noah menghela napas pelan, "Kami sedang tidak membutuhkan hacker. Kami butuh petarung dengan senjata atau tangan kosong jika bisa. Sedangkan kau, kutebak menyentuh pistol saja tidak pernah dan latihan bertarung rasanya bukan gayamu." Wajah Orion merah padam. Ia sedikit tersinggung tapi memang itu faktanya. Ia hanya niat membantu.

MURDER || NCT ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang