03.HAXEL

357 28 13
                                        

Happy reading
.
.
.
.
.

"Sakiitt..." ucap wanita itu lirih.

Leo mengusap air mata diwajah wanita itu, "Sstt... jangan nangis dulu, saya baru mau mulai."

Detak jantung wanita didepannya ini kian cepat. Leo bisa mendengarnya. Wanita ini ketakutan. Tubuhnya bergetar saking takutnya.

Tentu saja. Siapa yang tidak takut ketika sedang berhadapan dengan psychopath?

"Jangan berteriak, nanti saya hukum lagi. Cukup diam saja. Mengerti?"

Ia mengangguk pasrah. Leo justru menyeringai, "Anak baik."

Leo memandang wajah wanita yang kini terduduk lemas berbalut selimut itu dengan lekat-lekat. Leo yang berjongkok didepan wanita itu seketika mendekat. Membuat wanita itu berusaha memundurkan tubuhnya, walau percuma karena terhalang tembok dibelakangnya.

Jlebb

"Aakhh..." jeritannya tertahan. Takut tubuhnya kembali ditusuk pisau milik Leo.

Jlebb

"Aakkhh sakit! Ss... saya mohon berhen.."

Jlebb

Jlebb

Leo menusuk wanita itu berkali-kali. Leo juga menyayat paha putih mulus wanita itu bagai memotong sebuah kue. Membuat korbannya mengerang kesakitan. Sudah tak terhitung berapa tusukan yang Leo berikan pada wanita yang kini pingsan didepannya.

Paha, lengan dan kaki wanita itu penuh tusukan. Biarkan dulu wanita ini tersiksa sebelum Leo benar-benar membunuhnya.

.
.
.

Setelah ia kembali tersadar, berharap psikopat itu telah pergi. Ternyata dugaannya salah.

Leo justru tengah duduk ditepi ranjang sembari memainkan ponselnya. Kacamata, topi dan maskernya ia lepas. Terlalu pengap. Leo ingin menghirup dengan bebas bau hasil karyanya.

Leo menoleh, "Bagaimana tidurnya? Nyenyak?"

Leo menoleh, "Bagaimana tidurnya? Nyenyak?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kumohon ampuni aku. Aku berjanji tidak akan bilang kepada siapa pun. Kumohon..." Wanita itu tertatih bersujud dikaki Leo.

Tidak peduli lukanya kian nyeri, bahkan kulit pahanya yang robek karena sempat disayat oleh Leo, juga tubuhnya juga mulai mati rasa.

Leo menyeringai. Meraih dagu wanita tersebut dengan kasar, "Bukankah tadi kamu berniat melaporkan saya ke polisi?"

Wanita itu menggeleng walau kesulitan karna cengkraman Leo di dagunya, "Aku berjanji. Aku tidak akan lapor polisi."

Leo melepas cengkraman nya. Wanita itu tersungkur.

"Kalo begitu saya tidak akan membunuhmu."

Mata wanita didepannya berbinar dan tersenyum senang kearah Leo. Ia masih memiliki harapan untuk hidup.

MURDER || NCT ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang