"Jack?"
"Hai, penghianat." Jack tersenyum sinis, terlihat darah dibibirnya.
Jack menatap jasad didekat kaki Noah. Master Cheng bermandikan darahnya sendiri, tangannya reflek mengepal.
Mata tajam nya beralih ke sudut ruangan. Disana, dua pria tengah beradu pisau, memukul, darah terciprat kemana-mana. Tembok, lantai, bahkan patung-patung mahal disekitarnya ikut berhias darah.
Kini fokusnya beralih pada Noah, yang balas menatapnya dengan wajah angkuh.
"Kenapa?"
Noah tertawa, ia meludah kesamping.
"Kenapa kau harus bertanya, Jack. Kau bisa langsung melawanku. Ayo!"
Jack, wajah yang biasa kaku itu menampakan ekspresi. Jack marah dan kecewa. Ekspresi yang tergambar jelas diwajahnya. Noah paham itu.
"Kenapa kau melakukan ini, Noah? Berkhianat? Kita keluarga, Keluarga Cheng. Keluarga tidak saling membunuh."
Noah tertawa lagi, ia menertawakan ucapan Jack. Apanya yang keluarga?
Noah menoleh sejenak kearah Leo, sepertinya Leo memenangkan perkelahian. Master Paul terlihat terbatuk dengan posisi membungkuk. Orang tua itu kehilangan banyak tenaga. Lemah. Kemudian matanya kembali pada Jack.
"Keluargaku sudah mati, Jack. Ibuku. Dia mati karena harapan hidupnya dirampas oleh kalian. Apa kau tau rasanya hidup tanpa sebuah harapan? Kau masih bernafas tapi jiwamu mati. Begitulah yang dialami ibuku. Dan itu atas perbuatan keluarga kalian..."
"Tapi."
"Tidak ada 'tapi', Jack. Apa kau masih mau membela mereka. Yah, tentu saja, aku lupa jika kau masih salah satu dari mereka. Tapi maaf saja, apapun bentuk pembelaannya, aku tidak peduli. Aku akan membalaskan dendam ibuku. Luna Lavend..."
"Apa kau tau, Jack? Ibuku diperkosa oleh Cheng—Ayah dari ayahmu—, dia dituduh sebagai wanita penggoda oleh orang-orang karena tiba-tiba hamil. Ibuku yang terkenal baik, tercemar nama baiknya. Padahal ibuku seorang dokter. Dokter mana yang mau jadi pelacur, Jack? Beri tahu aku..."
Noah menyisir rambutnya kebelakang, menghirup napas dalam, bersiap untuk kembali melanjutkan kisah ibunya yang selalu membuatnya sesak.
Noah kembali menoleh pada Leo. Lebih tepatnya, Jeff. Pria tua itu tak sadarkan diri. Entah pingsan atau mati. Noah tentu berharap yang kedua.
Noah menatap mata Jack, kembali membuka mulutnya untuk bercerita.
"Semua berjalan baik-baik saja, setidaknya ibuku tetap melakukan pekerjaannya sebagai dokter. Orang-orang dengan cepat melupakan kehamilan ibu yang tiba-tiba, menganggapnya normal, ini Amerika, semua bebas disini. Tapi semua berubah saat Jeff mengetahui keberadaan kami. Dia mengancam akan membunuh kami. Sampai umurku 8 tahun, Jeff mengirim pembunuh bayaran ke tempat kami tinggal, aku dan ibuku selamat karena Cheng sedang berada dirumah. Bajingan itu melawan pembunuh bayaran itu, ada beberapa anak buahnya juga yang secara khusus menjaga kami atas perintah Cheng, agar kami selalu aman. Besoknya Cheng memilih mengasingkan kami. Aku dan ibuku dibawa keluar negri, ah ...keluar benua, dirumah megah tepat ditengah hutan. Ibuku tentu tertekan, dia belum siap menerima semuanya. Dia seharusnya dirumah sakit, mengobati orang yang terluka, bukannya pergi sejauh mungkin untuk bersembunyi, kami bukan buronan..."
"Setahun berselang, Ibuku akhirnya menjadi gila. Dia sering menangis, melamun dan berteriak. Setiap melihatku, dia seperti melihat sosok yang paling dia benci, pria yang membuat semua ini terjadi. Dia seperti orang kesetanan. Dia akan memukulku, melemparkan barang-barang kearahku, mengumpatiku dengan kata-kata kasar, yang bahkan aku tidak paham apa maksudnya. Tubuh kecilku dipenuhi jahitan, luka lebam dan goresan. Umurku masih 9 tahun. Dan aku juga belum siap menerima semuanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
MURDER || NCT ✔
Action[Completed] "Hanya menunggu waktu, pembalasan akan datang." Ini bukan kisah romansa para Mafia. Ini tentang kesetiaan, penghianatan dan makna keluarga dari setiap sudut pandang. -Mengandung kekerasan, gore, pembunuhan. Tidak disarankan bagi pembac...
