.
Halo semuanya. Aku dan temanku @cattervvv kembali lagi dengan bab baru kami. Gimana setelah membacanya? Apakah kalian suka?
Jangan lupa dukung kami dengan like, komen, dan bantu share cerita ini agar teman-teman yang lain kenal Mi-Cha dan Joon-Hee. Selamat menikmati.
Enjooyyy.
***
Hari kedua Mi-Cha melakukan olahraga, tapi ini hari pertama dietnya—setelah kemarin gagal. Namun sejujurnya, Mi-Cha juga tidak yakin apakah dietnya hari ini berhasil atau kembali gagal. Dan ia harus meyakini dirinya sendiri bahwa hari ini ia harus berhasil.
Saat alarm berbunyi tepat pukul 06.00 waktu Seoul, Mi-Cha sudah siap dengan setelan olahraganya. Hari ini ia tak mau tampak bodoh lagi. Ia mengeluarkan sepeda motor elektriknya dan mengendarai menuju lapangan olahraga komplek. Ia tak mau kejadian kemarin terulang lagi.
"Nuna!"
Suara yang tak asing terdengar memanggilnya. Ia pun menghentikan sepeda motornya dan melambaikan tangan ke arah pemilik suara. Dengan senyum yang mengembang, ia pun bertanya, "Mau ke mana?"
"Ikut Nuna olahraga," jawabnya yang ternyata adalah Joon-Hee. Ia sudah siap dengan setelan olahraga yang membuat kadar tampannya tak akan kurang.
"Kau tidak ada mata kuliah pagi ini?"
Joon-Hee menggeleng dengan wajah kesalnya. "Nuna. Kau tidak ingat jadwal kuliahku?" rengeknya dengan wajah menyedihkan.
Mi-Cha yang mendengar rengekan Joon-Hee hanya bisa menyengir dengan pembelaan, "Mianhaeyo, Joon-Hee~ya1. Pekerjaanku sangat membeludak sehingga aku tidak sanggup mengingat jadwal kuliah kamu. Jadwal kerjaku saja Arin yang urus."
"Ya, ya," imbuh Joon-Hee sambil mengangguk dengan malas. "Jadi, sekarang kita akan olahraga di mana?" tanya Joon-Hee yang siap untuk berangkat.
"Seupocheu bun-ya," jawab Mi-Cha yang turun dari sepeda motor dan menyerahkannya pada Joon-Hee.
Pria itu tak langsung menyambutnya. Ia menatap lekat pada sepeda motor dan bergantian pada Mi-Cha yang menunggu. Namun tak lama, ia pun bertanya, "Kau yakin kita menaiki ini, Nuna?"
"Memangnya kenapa?" Mi-Cha balik bertanya dengan tak kalah heran.
"Mianhaeyo. Sepeda motor ini akan rusak jika kita naik berdua. Hm ... lebih tepatnya bagian belakangnya," jelas Joon-Hee dengan suara pelan dan mencoba mencari kalimat yang baik agar nuna-nya tidak tersinggung dengan ucapannya.
"Kau mau mengatakan aku gendut, Joon-Hee~ya?!" tanya Mi-Cha dengan wajah merah padam akibat ia marah dan tersinggung. Namun ia tak ingin menampakkan kemarahanya terlalu cepat.
Joon-Hee mengedik ngeri karena takut Mi-Cha marah. Dengan cepat ia menambah, "Bukan seperti itu, Nuna. Tapi—"
"Sudahlah! Aku pergi sendiri saja," putus Mi-Cha yang melajukan sepeda motornya meninggalkan Joon-Hee yang serba salah.
"Pasti ngambek!"
***
Sampai ke lapangan olahraga komplek, di sana terlihat tidak terlalu ramai. Mungkin karena hari ini adalah jadwal kerja, orang-orang lebih memilih menyibukkan diri dengan persiapan berangkat kerja ketimbang olahraga. Namun di lapangan tenis, ada dua pria sedang sibuk mengoper bola satu sama lain.
Mi-Cha tidak menunggu lama hanya untuk memerhatikan sekelilingnya. Ia memilih melakukan pemanasan sejenak. Terlihat tidak begitu maksimal karena terhalang dengan tubuh gempalnya. Namun baginya ia sudah sangat berusaha untuk baik. Usainya, ia pun memilih lari kecil di trek yang tersedia.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Not) Perfect [COMPLETED]
Fanfiction"Tidak-tidak. Jangan coba-coba melakukan itu, Nuna. Aku lebih senang jika kau seperti ini." "Tapi mereka bilang aku gendut dan jelek." Sering dikatakan gendut dan jelek membuat Hwang Mi-Cha insecure. Dan saat ia berada di posisi itu, hanya kasih say...
![(Not) Perfect [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/265936876-64-k303795.jpg)