Chapter 31 : Days without him

97.5K 9.3K 2.3K
                                        

Irina menarik napasnya panjang saat dirinya berdiri di depan pintu unit apartemennya. Ia tak tau apa yang sedang dirasakan oleh hatinya saat ini sehingga begitu sulit untuk diungkapkan. Rasa takut dan kehilangan serta aura asing dari apartemen ini menyeruak begitu saja. Aneh memang, belum lama ia mengenal Maxime tapi pria itu berhasil memutar balikkan bola dunia Irina hingga ia tak lagi mengenal dunianya.

Ia dapat membayangkan perasaan lebih buruk akan segera menghampirinya tepat ketika kakinya melangkah masuk ke dalam apartemen yang penuh kenangan ini. Mendadak apartemennya sendiri jadi tempat horor saat Maxime tidak ada disana. Harusnya tidak seperti ini bukan? Harusnya ia senang karena kembali pada kehidupannya yang semula. Tapi, kehidupan itu tak lagi terasa menyenangkan.

Dengan tangan sedikit gemetar Irina pun menekan password lalu pintu pun terbuka. Baru saja tangannya hendak menekan saklar lampu, teriakan orang berhasil mengagetkannya hingga punggungnya nyaris menabrak pintu yang baru saja tertutup di belakang.

Lampu menyala dan beberapa orang yang ada disana berseru.

"Welcome back, Irina!" Seru mereka. Alexa berdiri paling depan dengan sebuah kue di tangannya.

"We miss you." Alexa datang memeluk Irina. Beberapa temannya yang lain pun melakukan hal yang sama.

"Aku tidak mengerti, ada apa ini?" Irina menyipitkan matanya heran. Oh bahkan mereka mendekor ruang tengah apartemen Irina dengan balon dan pernak pernik lainnya."Ini bukan ulang tahunku kan? Atau aku sudah lupa tanggal lahirku?"

"Walaupun ini bukan ulang tahunmu, kau tetap harus potong kue."

"Tunggu, ada apa sebenarnya? Apa salah satu dari kalian berulang tahun?" Irina sangat tidak mengerti.

"Kami menyambut kepulanganmu."

"Bagaimana liburannya? Menyenangkan?"

"Diam-diam kau punya pacar." Mereka menggoda Irina dengan ekspresi yang sulit ia pahami.

Irina semakin kebingungan dengan situasi ini. Mau sakit kepala, tapi ini begitu manis. Mereka sengaja membuat surprise untuk menyambut kedatangannya kembali? Itu hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan di hari ulang tahun saja Irina hanya mendapatkan ucapan via aplikasi chatting dan hanya Alexa yang ada untuk membawakannya kue. Tapi kenapa hari ini semua rekan kerjanya hadir disini?

Satu hal yang membuat Irina heran adalah, ternyata semuanya wanita. Padahal rekan Irina ada laki-lakinya. Erghh! Ia langsung bisa menebak ide siapa ini. Kemudian Irina pun merogoh saku untuk memeriksa ponselnya.

Love
Aku meminta Alexa untuk datang meramaikan apartemenmu. Dia tidak membawa laki-laki kan kesana?

Ada-ada saja pria ini. Sebelum rasa haru berubah menjadi rasa rindu, Irina kembali mengantongi ponselnya.

"Let's party." Ajak Alexa sambil menarik lengan Irina untuk masuk lebih ke dalam.

"Padahal tidak perlu repot-repot melakukan ini."

"Kami tidak repot sama sekali. Ini menyenangkan sekali."

Pesta kecil-kecilan ini nyatanya sukses membuat Irina sedikit melupakan kesan horor dari apartemennya akibat absennya Maxime. Teman-temannya mulai sibuk berkaroke dan menari sedangkan Irina memilih melepas lelah dengan duduk di sofa bersama Alexa di sampingnya. Mata Irina sejenak menerawang ke beberapa sudut di dalam apartemen ini. Dapur, adalah tempat dimana Maxime berdiri pagi itu. Lalu sofa ini, dimana Maxime duduk bersama Liam dan Dominic. Bayang-bayang itu masih terekam dengan jelas di dalam benaknya.

Ia pun memasukkan udara sebanyak mungkin ke dalam paru-parunya dan meneguk canberry juice yang ada di tangannya.

"Aku selalu ingin mengadakan pesta seperti ini. Tapi tak pernah punya kesempatan untuk itu." Alexa berkata sambil meneguk wine nya.

FORBIDDEN DESIRETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang