Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa sudah satu tahun usia pernikahan Maxime dan Carla. Keduanya memang tinggal satu atap namun tidur di kamar masing-masing. Tidak ada seks di antara mereka berdua. Memang awalnya pernikahan ini bertujuan untuk mengikat kerjasama antara dua perusahaan lewat seorang anak. Namun, tepat setelah resepsi pernikahan, Carla mengaku bahwa dirinya memiliki kekasih bernama Carlos. Hal tersebut membuat Maxime enggan berhubungan seks dengannya. Lagipula, Maxime tak punya gairah terhadap Carla.
Malam itu ia berdiri di depan cermin, tengah mengancingkan kemeja putihnya. Ia mengambil jas berwarna hitam lalu memakainya sendiri. Pembawaannya yang dingin terkesan penuh wibawa. Maxime menatap dirinya sekilas sebelum ia berbalik dan keluar dari pintu.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" Tanya Maxime pada Dominic yang duduk di sofa.
Dominic langsung memasukkan kembali ponselnya ke saku celana lalu berdeham pelan."Kenapa istrimu lama sekali?"
"Apa kalian sudah lama menunggu?" Mata Maxime dan Dominic mengarah pada asal suara yang tak lain adalah milik Carla. Wanita itu memakai gaun yang cukup terbuka di bagian dada dan begitu ketat membungkus lekuk badannya.
"Kita bisa pergi sekarang." Maxime berdiri lalu berjalan keluar rumah, segera masuk ke dalam sebuah limusin yang sudah siap sementara Carla menyusulnya di belakang.
Tak lama kemudian mobil pun meluncur keluar dari pekarangan, memasuki badan jalan Manhattan yang begitu ramai seperti biasanya. Carla mengambil cermin dari dalam clutch gold nya lalu tersenyum saat melihat wajahnya.
"Bagaimana penampilanku malam ini, Max?"
"Apa kekasihmu datang?"
Carla mengangguk."Dia datang."
"Jangan lupa bahwa kau sudah bersuami."
"Kita sudah sepakat untuk tidak mengacaukan kebahagiaan masing-masing kan?"
Maxime menoleh pada Carla dengan tatapan tajam dan sebuah senyum tipis yang mematikan."Kita juga sudah sepakat untuk saling menjaga nama baik masing-masing bukan? Carla?"
Carla tak menjawab. Ia malah menatap lurus ke depan sambil menelan ludahnya.
"Aku tidak ingin ada berita istri Maxime Patlers terlibat skandal dengan laki-laki lain. Karena itu akan mencoreng nama baikku."
"Kau tak perlu mengkhawatirkan itu." Carla tersenyum getir."Aku tau batasan."
"Good."
"Aku sangat berharap bisa mencintaimu suatu saat nanti." Gumam Carla.
"Aku berharap tidak. Itu yang terbaik untuk jenis pernikahan seperti ini."
"Mudah bagimu tapi tidak bagiku. Aku mencintai Carlos tapi malah menikahimu. Aku seperti terjebak di dalam jurang."
"Kenapa menerima perjodohan ini jika memang tak menginginkannya hm?"
"Aku tidak tau."
Maxime tak berniat memperpanjang diskusi membosankan ini sehingga ia memilih diam dan menikmati jalanan malam kota Manhattan. Indah seperti biasanya.
"Tak bisakah kau menceraikanku? Katakan saja aku berselingkuh."
"Aku tidak keberatan melakukannya," Maxime menoleh dengan sebuah senyum tipisnya yang khas."Malah itu lebih bagus."
Carla menghembuskan napasnya. Bercerai akan membuat kontrak kerjasama berakhir. Dan jika alasan bercerai adalah karena Carla berselingkuh, sudah pasti perusahaan ayahnya lah yang akan terancam bangkrut. Satu lagi, nyawa Carla dijamin langsung melayang di tangan sang ayah jika itu sampai terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
FORBIDDEN DESIRE
RomantikThe Patlers #3 ( Maxime & Irina ) Maxime F. Patlers adalah keturunan laki-laki satu-satunya di keluarga Patlers sehingga hal tersebut menjadikannya sebagai pewaris tunggal Patlers Group, sebuah perusahaan tambang minyak terbesar di Amerika Serikat d...
