Jungkook kewalahan menjaga kedua anak kembar nya, anak-anak nya sangat hiperaktif.
Balita 12 bulan itu terus merangkak kesana kemari membuat sang Ayah harus menggendong satu persatu anak nya.
"Kakak sini yaa sama Ayah, adek juga sini." Tentu saja kedua anak itu terus saja ingin melepaskan diri dari rengkuhan Ayahnya.
Lisa sedang pergi bersama teman-teman nya, karena itu pun di suruh oleh Jungkook. Jungkook tau Lisa-nya lelah seharian selalu mengurus anak-anak dan dirinya, juga rumah yang sangat besar itu walaupun ada pembantu tapi Lisa tetap saja ikut membereskan semuanya.
Ibu muda itu terlihat sangat bahagia di samping kelelahan nya, maka dari itu Jungkook berinisiatif menelpon Jennie, Jisoo dan Rose agar mereka menghabiskan waktu bersama, Jungkook juga sudah meminta izin pada suami-suami ke tiga perempuan itu yang notabene-nya sahabat istrinya.
Selepas dari hingar bingar dunia idol mereka kini membangun rumah tangga yang harmonis dan hangat, membangun perusahaan-perusahaan di bidang masing-masing.
Jungkook bahagia setelah menunggu lama dia dan Lisa-nya akhirnya memulai hidup mereka berdua, lalu datang kedua malaikat kecil mereka.
"Luhan ayo mandi sayang, Lali juga. Ayah mandiin ayooo!! Kita main bebek karet, oke."
"Yayayah." Luhan menepuk-nepuk muka Jungkook sedangkan Lali memasukan jarinya kedalam mulut.
"Aduh Lali jangan di makan tangannya, Luhan jangan pukul Ayah. Ayo kita mandi ajaa." Jungkook membawa kedua anak kembar nya itu kedalam kamar mandi, di sana sudah ada tempat mandi bayi dan semuanya. Lisa sudah menyiapkan semuanya sebelum dia pergi.
"Ayo sayang kita mandi dulu yaa.." Jungkook perlahan membuka satu persatu pakaian anak-anak nya dengan telaten.
"Sini-sini kita mandi," Luhan yang pertama masuk, anak laki-laki itu senang sekali berlama-lama di air ketika Lisa memandikan nya terbanding terbalik dengan Lali balita perempuan itu tidak suka berlama-lama.
Luhan bermain-main dengan air menghentak-hentakan tangan kecil nya itu sampai-sampai Lali yang sedang memainkan bebek mainan berwarna kuningan nya itu mengerjap beberapa kali karena wajah nya basah.
"Luhan ayo kamu mandi duluan, Ayah mandiin." perlahan Jungkook memakaikan sabun bayi, mengusapnya lembut. Luhan tekekeh melihat wajah Ayah nya yang nampak serius-- sedangkan Lali masih sibuk memencet-mencet bahkan di gigitnya mainan bebek itu.
Luhan mengerjap beberapa kali ketika Jungkook menutup matanya ketika membasuh kepala anak laki-laki nya agar air tidak masuk kedalam mata, lalu membasuh wajah anak nya dengan sedikit air secara perlahan.
"Mmnn wangi nya anak Ayah." Jungkook mengangkat Luhan memakaikan nya handuk khusus bayi. Meletakkan bayi laki-laki itu kedalam keranjang bayi yang memang di sediakan di kamar mandi yang luas itu untuk anak-anak nya, memudahkan Lisa agar tidak kerepotan saat memandikan dua malaikat kecil mereka.
"Luhan tunggu di sini ya, Ayah mau mandiin Lali dulu." Balita itu tertawa dengan handuk yang masih membalut tubuh kecil polos nya, Luhan menempuk-nepuk kan tangannya seolah mengerti apa yang di maksud Ayah nya.
"Anak pintar," Jungkook kembali menghampiri anak perempuan nya yang masih sibuk dengan bebek karet.
"Ayo sayang, giliran Lali mandi. Jungkook merebut mainan karet itu dari tangan anak nya, sontak membuat balita perempuan itu menangis kencang.
"Huweeeee huweeee!!" Jungkook panik.
"Cup cup sayang jangan nangis ya," Jungkook menggendong Lali, dia tidak peduli baju nya basah yang penting anak nya berhenti menangis.
