41. Is Another Level Of Pain

236 22 6
                                        

Happy Reading...

Sorry for typo...

💕💕💕

Baekhyun pernah kehilangan separuh hidupnya. Di saat ibunya meninggal secara tiba-tiba. Yang membuat sifatnya berubah jadi pemberontak, mengirah semua yang terjadi karena ayahnya. Dan seolah semua itu benar, penderitaannya berlanjut, ia di pindahkan ayahnya ke luar negeri agar nama baik ayahnya tetap terpandang. Bertahun-tahun di negeri asing, tidak membuat Baekhyun melupakan semuanya bahkan hidupnya semakin berantakan, di tambah saat kabar sang ayah akan menikahi seorang wanita yang sudah memiliki anak yang umurnya tidak jauh darinya membuat hidup Baekhyun jauh dari bahagia. Satu-satunya hal yang ia lakukan yang membuat perasaannya tenang saat itu ialah ia belajar tentang teknologi dan game namun itupun tak berjalan lama karena sang ayah mengetahuinya. Hingga sosok pria yang berdiri di depan apartementnya pagi buta menjadi awal perubahan sabagian dunia gelap Baekhyun meski pemberontakan pada ayahnya tidak hilang.

Pria itu memperkenalkan namanya dengan ramah yang serta merta langsung di hujami tatapan sengit Baekhyun. Namun tidak menghilangkan kesan bijak dan ramahnya.

"Perkenalkan aku Kim Junmyeon, tapi seminggu yang lalu berubah menjadi Byun Junmyeon." jelasnya mengulurkan tangan namun tak bersambut.

"Aku tahu kau marah. Aku juga tahu kau membanci ku dan ibu ku, tapi bisa kau mengijinkan ku masuk, sudah tiga jam aku berdiri di sini menunggumu tapi tak kunjung keluar." masih bergeming, Baekhyun masih menatap Junmyeon sengit.

"Aku baru sampai lima jam yang lalu. Dan sempat tersesat hingga akhirnya uangku habis. Aku tidak bisa meminta ke ibu ku atau ayahmu karena mereka tidak tahu aku di sini. Aku bisa saja tidur di luar tapi cuaca musim dingin di sini lebih mengerikan dari pada di seoul."

Dan saat ini kenapa dunia gelap Baekhyun yang telah dia lupakan harus mencuat lagi. Rasa-rasanya hanya menarik nafas pun Baekhyun seperti tidak di ijinkan dengan leluasa.

Mobil yang di kendarainya sejam yang lalu masih melaju ke tempat yang telah di sepakati oleh penculik itu. Semua fakta yang di dapatnya hari ini terlalu menyakitkan dan  datang bertubi-tubi.

Setelah mengetahui tindakan Junmyeon, kini ia di hadapkan oleh Jieun yang entah di mana dan bagaimana keadaannya.

Ponselnya berdering di sisi kanannya. Kembali nomor yang sebelumnya menghubunginya. Baekhyun Menggeser layar, menjawab.

"Kau sudah membawa berkas itu? "

"Aku akan menyuruh pengacaraku mengantarnya."

"Ohh nooo... Tidak begitu permainannya tuan Baekhyun yang terhormat. Aku ingin kau datang bersama surat itu tanpa membawa seorang pun." ucap sang penelfon dengan gaya mengejek.

"Ku tunggu satu jam lagi. Turuti permintaanku atau kekasihmu akan menjadi kenangan semu mu."

"Brengsek. Jangan menyentuhnya atau kau akan menyesal. Sedikit saja dia terluka maka kau akan mendapat balasannya."

"Hahaha.. Kau tenang saja. Cukup lakukan apa permintaanku maka semua sesuai keinginanmu."

Tut

Baekhyun berkali-kali memukul roda kemudi melampiaskan amarah, umpatan demi umpatan pun terus keluar dari bibir tipisnya.

Memutar arah tujuannya, Baekhyun harus berfikir jernih. Jika sedikit saja ia gegabah dan terbawa emosi, kemungkinan buruk pasti terjadi. Ia yakin semua ini pasti ulah Junki.

Baekhyun menghubungi Lay, ia tahu jam seperti ini biasanya pria Zhang itu pasti akan berkutat dengan laporan perusahaannya.

"Kau di mana Lay?" tanya Baekhyun tanpa sapaan.

Complicated LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang