23. The Biggest Secret

1.1K 175 41
                                        

apakah kau mengenal aku?
apakah kau melihatku?
hatiku yang selalu mengkhawatirkanmu
hatiku yang penuh cinta
seolah kau akan datang ke sisiku
hingga aku tidak bisa membuka mataku
sesering hatiku berdebar
aku mencintaimu
hari ini juga.




Typo? Komen😉
Vote n comen😘

💕💕💕


Sejak pagi tadi hingga sekarang jam menunjukkan pukul 13.05 hotel Guardian Star tampak sibuk tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Malam ini Beach Corp. kembali mengukir sejarahnya, bagaimana tidak untuk pertama kali Beach Corp akan mengumumkan pewarisnya, bukan hanya itu peluncuran program yang di gadang-gadang memakan banyak biaya juga akan di resmikan malam ini, tentu saja program rahasia IT cultur juga akan di perkenalkan, namun sifatnya privasi, jadi hanya beberapa saja yang akan ikut dalam peresmian itu.

Bunga ucapan selamat pun tak terlupakan dari perusahaan, lembaga dan instansi yang menjadi kolega Beac Corp. berjejer rapi di lobby dekat dengan pintu ballroom.

Semua persiapan sudah dalam tahap sempurna.

🍁🍁🍁

Ketiga orang itu sedang duduk di sofa saling berhadapan. Ekspresi beragam mereka tampakkan dalam mengekspresikan pemikirannya.

"Hari ini dalam sekejap semua akan berubah. Aku tidak tau apakah besok aku masih melihat dunia atau tidak. Tapi satu yang pasti, jika terjadi sesuatu padaku aku percayakan semuanya pada kalian." katanya menerawang jauh kedepan.

Pria yang termuda di antara mereka bergumam menenangkan. "Anda tidak perlu khawatir, saya sudah menyewa pengawal yang terpercaya dan berkompeten untuk mengawal anda. Jadi tidak akan terjadi sesuatu pada anda." katanya tegas.

Laki-laki paruh baya itu menoleh sekilas padanya. "Aku percaya padamu, tapi aku tidak yakin aku bisa menghindar." balasnya dengan senyum miris. Seolah dirinya sudah mengetahui takdir apa yang menunggunya di depan sana.

Ia kembali menolehkan pandangannya ke pria lain yang berkulit putih. "Bagaimana dengan tugas yang kuserahkan padamu? Apa semuanya sudah kau urus?"

Pria berkulit putih itu mengangguk, "Semuanya dalam proses, saya akan memberikannya pada anda sore nanti."

"Sampai hari itu tiba jangan mengatakan apapun padanya. Biar ini menjadi rahasia kita." mereka mengangguk menanggapi.

"Aku mengucapkan terima kasih pada kalian."

"Anda tidak perlu mengucapkan hal itu, ini sudah menjadi tugas kami." kata pria termuda itu.

"Rasa penyesalanku semakin besar seiring waktu mengetahui jika orang yang ku sayangi ternyata menghianatiku. Bahkan anak yang membutuhkanku ku tinggalkan yang membuat ia menjaga jarak atau bahkan membenciku." tatapan nanar itu mampu mencubit hati kedua pria yang melihatnya kala masa lalu menyeruak berputar seperti roll film di dalam otaknya.

Harusnya di masa tuanya ia merasakan kebahagiaan bukan malah sebaliknya, di lingkupi rasa bersalah yang berkembang menjadi penyesalan.

🍁🍁🍁

Di lain tempat di ruangan yang menjadi tempat bertemunya dua insan yang menjalin hubungan terlarang itu sedang menyusun rencana.

"Dia sudah mengubah wasiatnya." kata pria itu tenang, memberikan informasi yang memang sejak tadi wanita itu tunggu.

Complicated LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang