Happy reading...😉
Sorry for typo..😎😎
🍒🍒🍒
Jieun baru saja kembali dari toko bunga tempatnya dulu bekerja part time, gadis itu mengundurkan diri karena pekerjaan sebagai sekertaris Baekhyun menguras waktunya. Bahkan beberapa minggu ini semua pekerjaan paruh waktu yang ia kerjakan ditinggalkan demi keprofesionalitasnya sebagai sekertaris.
Baru saja langkahnya memasuki loby kantor, seorang wanita yang berdiri di meja resepsionis memanggilnya.
"Maaf Jieun-ssi, ada yang mencari anda." katanya, Jieun mengernyit. Tidak biasanya ada yang mencari dirinya terlebih di tempat kerjanya sekalipun.
"Siapa? Dimana dia?"
"Seorang pria, dia di sana." tunjuknya pada sofa yang di sediakan di area loby tersebut.
Jieun langsung menghampiri pria tersebut. Dan ia tidak langsung mengenalinya karena posisi pria itu memunggunginya.
"Permisi, apa anda mencari saya.?" tanya Jieun saat tubuhnya berdiri di samping pria yang sedang berkutat dengan ponselnya itu.
Pria itu mendongak menatap Jieun yang menampakkan raut terkejut.
"Kyungsoo-ssi apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jieun saat melihat pria itu.
Kyungsoo tersenyum sebelum menyuruh Jieun ikut duduk di salah satu sofa yang kosong.
"Aku ingin menemui mu, memangnya apa lagi?"
"Lalu setelah menemuiku, apa lagi?"
Kyungsoo tertawa kecil. "Aku ingin berdua denganmu."
Jieun berdecak kesal. Ia tidak punya waktu untuk sekedar bercanda dengan Kyungsoo saat jam kerja seperti ini. "Aku serius Kyung. Apa yang ingin kau katakan. Kalau tidak penting aku harus kerja sekarang."
"Baiklah.. Baiklah.. Kau ini tidak bisa di ajak bergurau." katanya, Jieun hanya diam menunggu ucapan Kyungsoo.
"Kau punya waktu akhir pekan ini?" Jieun nampak berfikir lalu mengedikkan bahunya. Melihat itu Kyungsoo mengernyit tanda tidak mengerti.
"Aku tidak tahu, karena Baekhyun akhir-akhir ini selalu membuatku bekerja dan bekerja." katanya dengan nada mengeluh.
"Memangnya ada apa?" sambungnya
"Aku ingin mengajakmu ke Jeju. Tiga hari ke depan peringatan kematian Ziu. Kau tau kan, salah satu keinginannya jika datang ke korea adalah ingin menghabiskan waktu denganmu di sana. Namun Tuhan berkehendak lain. Tapi kalau kau sibuk tidak apa-apa." jelas Kyungsoo.
Jieun diam sejenak menimang apakah ia harus pergi atau tidak.
"Aku akan memberitahumu jika aku bisa pergi."
"Okey. Sebaiknya kabari aku paling lambat besok malam. Karena aku harus memesan tiket dan hotel." Jieun mengangguk lalu bangkit dari duduknya.
"Kalau begitu aku kerja dulu. Terima kasih karena sudah mengingatkanku." kini giliran Kyungsoo yang mengangguk.
Seolah teringat sesuatu, Kyungsoo berbalik dan memanggil Jieun.
"Ada apa?"
"Bagaimana bisa kau menghubungiku kalau kau tidak punya nomor ponselku.?" katanya dengan kekehan.
"Aku sudah punya nomor mu." balas Jieun.
"Ponselku hilang." Jieun kembali menghampiri Kyungsoo yang menampilkan senyun kecil dengan ponsel yang ia mainkan di udara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Life
FanfictionTidak semua apa yg terlihat, itu adalah kebenaran. dan tidak semua yg tersembunyi itu adalah kebohongan. Hidup bukan hanya menjalani sisa waktu, tapi juga harus mampu bertahan dalam setiap gelombang kehidupan. Semua pilihan memiliki resiko, dan apa...
