31. Love Disaser

753 109 2
                                        

Happy Reading😉😉

Sorry for typo 😎😎😎

💕💕💕

Sebelumnya Baekhyun tidak pernah setakut ini. Saat dirinya dikirim oleh ayahnya ke luar negeri dulu ia merasa takut tapi masih bisa di katakan wajar, saat keluarganya sendiri ternyata musuh nyatanya, ia takut tapi masih mampu ia tahan. Dan dari semua itu Baekhyun sangat takut jika ia kembali di tinggalkan, di tinggalkan oleh orang-orang yang di cintainya termasuk Jieun.

Sudah cukup ia merasa kehilangan, sekarang ia tidak ingin lagi.

Baekhyun kini melupakan tujuannya ke Ilsan. Niat hati ingin mengejar Jieun dan bertanya apa yang terjadi padanya, malah ia melihat pria asing sedang bercengkrama akrab bersama kekasihnya. Baekhyun sebenarnya tidak akan semarah ini jika tatapan yang di berikan Jieun pada pria itu bukan tatapan sendu akibat kerinduannya, bukan pula ucapan gadisnya itu saat masih di kantor tadi. untung saja Jhonny dapat ia andalkan untuk melihat proyek apakah berjalan sesuai rencana atau tidak.

Langkahnya tegas, pun wajahnya merah akibat menahan emosi, ia manarik Jieun meringis saat pergelangan tangannya di cengkram kuat oleh Baekhyun, sesekali ia memberontak guna melepaskan cengkraman tersebut namun yang ada Baekhyun semakin menggenggamnya kuat.

Tubuhnya terseok karena di paksa mengikuti langkah Baekhyun yang cepat dan lebar. Hingga mereka sampai di samping mobil barulah genggaman itu lepas. "Masuk." perintahnya mutlak.

Jieun yang memiliki ego yang tinggi pun tak terima Baekhyun memperlakukannya demikian. "Aku tidak mau. Aku ingin kembali." baru saja tubuhnya berbalik, Baekhyun sudah menahan lengannya.

Pria itu membuka pintu mobil lalu mendorong Tubuh Jieun dengan paksa. "Masuk Jieun." dan suara gebrakan dari pintu menandakan jika benda tersebut di tutup dengan keras Jieun yang berada di dalamnya sampai terkejut.

Sepertinya Baekhyun benar-benar emosi sekarang, jadi baiknya Jieun diam saja dari pada pria itu semakin emosi dan berbuat yang tidak-tidak.

Audi hitam itu membela kota Ilsan menuju Seoul. Aura negatif yang terpancar dari tubuh Baekhyun membuat rambut halus Jieun meremang.

Pun kecepatan kendaraan yang du kemudikan Baekhyun itu semakin bertambah.

Jieun yang hanya diam di buat takut olehnya. "Baek pelankan mobilnya." pintanya. Bukannya mendengar permintaan Jieun, pria itu malah semakin menambah kecepatan.

Jieun spontan berpegangan pada pegangan yang ada di sisinya. "Baek, aku takut. Pelankan mobilnya."  masih tidak di indakan oleh Baekhyun.

Merasa emosi Baekhyun mangalahkannya, Jieun pada akhirnya hanya menangis karena ketakutan. Sadar tidak ada suara dari Jieun, Baekhyun menoleh dan mendapati gadisnya itu dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Ciittt

Ia segera menepikan mobilnya dan berhenti. Di raihnya wajah Jieun pelan dan menghapus air mata gadis itu.

"Maafkan aku. Maafkan aku." ucap Baekhyun berulang.

Jieun menatap Baekhyun dengan air mata yang masih mengalir. "Kau membuatku takut Baek." cicitnya nyaris tidak terdengar. Baekhyun mengangguk, ia tahu ia salah. Di dekapnya tubuh lemah itu.

"Maafkan aku. Aku salah. Maafkan aku."

"Jangan mengulanginya Baek. Kau bisa saja membunuh kita berdua. Tidak apa-apa jika aku yang mati, bagaimana jika kau yang mati. Aku tidak sanggup kehilangan lagi Baek.." ucap Jieun di sela-sela tangisnya. Kini bahu Baekhyun mulai basa akibat air mata Jieun.

Complicated LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang