Happy Reading...😘
Sorry for typo..😎😎
💕💕💕
"Dia pria yang mengenalkan cinta selain cinta untuk oppa ku. Dia, Ziu mengenalkan dunia baru untukku, Ziu pandai membuatku tertawa di saat sedihku. Ziu yang masuk daftar yang membuatku kehilangan cahaya hidupku, Ziu menjadi salah satu alasanku menarik diri dari lingkunganku. Dan dia pun salah satu alasan aku pernah menjalani perawatan di psikiater, selain karena kematian Haejon oppa dan orang tuaku." jelas Jieun. pandangannya menengadah menerawang jauh kesana, mengingat kembali masa-masa itu.
Baekhyun membeliakkan matanya. Jadi Jieun pernah depresi.
"Bagaimana bisa?" tanya Baekhyun lirih tak percaya.
Jieun tersenyum miris. "Aku orang lemah Baek. Dulu aku manja, seperti kata Ziu aku ceria, dulu mudah saja mendapat tawaku. Segalanya aku dapatkan. Keluarga harmonis, oppa yang menyangiku, Sahabatku yang berubah menjadi cinta pertamaku, aku mendapat oppa baru yaitu Minseok. Segalanya terasa sempurna. Tapi semuanya hilang dalam sekejap. Aku meninggalkan kanada berarti meninggalkan cintaku. Aku kehilangan orang tua ku saat bersamaan, tidak butuh waktu lama oppaku memilih menyerah dengan keadaan. Semua penopang hidupku pergi tanpa menyisahkan satu kebahagiaan. Disanalah depresiku bermula. Dan setelah bangkit dan sembuh aku melanjutkan kuliahku di kanada berharap bisa bertemu Ziu kembali. Tapi selama itu, ia tak kunjung menemuiku dan aku benar-benar hilang kontak dengannya, malah aku bertemu Minseok. Dialah satu-satunya keluarga yang ku punya saat itu. Dia menjagaku, kami kuliah bersama hingga bisa di katakan sesukses sekarang."
"Semua yang terjadi di masa lalu tidak ada yang mudah Baek. Dan bertemu Kyungsoo beberapa bulan yang lalu kembali mengingatkan ku pada Ziu. Dari cerita Kyungsoo lah aku tau, jika Ziu menderita leukimia dan meninggal saat diriku kembali ke seoul. Jantung dan hati Kyungsoo milik Ziu. Laki-laki itu mendonorkan jantung dan hatinya agar dirinya merasakan kehadiranku suatu saat jika kami bertemu. Dan yah.. Keinginannya berhasil. Kyungsoo datang ke seoul menemuiku. Jantung itu berdetak lebih cepat dari yang ku tau. Kyungsoo pernah meletakkan tanganku pada dadanya. Bahkan saat pertama bertemu aku mengira dia adalah Ziu jika tidak mengingat tinggi tubuhnya."
"Dan setelah semua cerita yang kau dengar, apa cinta mu masih untuk gadis lemah sepertiku yang masih terbelunggu masa lalunya?" Jieun membalas tatapan Baekhyun padanya.
Baekhyun menarik nafas berat, netranya menatap langit yang di temani sang rembulan. "Kau mungkin lupa, tapi ku ingatkan jika pria di depanmu ini juga punya masa lalu yang lebih memalukan dan menyakitkan." katanya dengan senyum miris, "Kita semua punya masa lalu Ji, entah itu hal menyenangkan atau hal menyedihkan. Dan kita tidak bisa mengubah itu, tapi kita bisa mengubah masa depan kita dengan menatanya sekarang." lanjutnya. pandangannya kemudian berpindah pada Jieun.
"Aku ingin bertanya satu hal. Dan ini akan menjadi alasan ku mundur atau memperjuangkanmu."
Netra pekat itu masih beradu, saling menyelami perasaan masing-masing dan mencari jawaban tulus perwakilan dari hati masing-masing.
"Apa?"
"Apa Ziu masih berada di tempatnya dulu, sekarang atau masa yang akan datang?"
"Aku tidak bisa menjamin untuk masa depan Baek, tapi saat ini dia masih di tempatnya seperti dulu."
Baekhyun mengetatkan rahangnya. "Berarti aku tidak berada di sana?" Jieun menggeleng sebagai jawaban.
"Aku harap kau mengerti Baek?" lanjut Jieun. Baekhyun tertawa kecil, menertawai kebodohannya selama ini mengira jika gadis di depannya juga mencintainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Life
FanfictionTidak semua apa yg terlihat, itu adalah kebenaran. dan tidak semua yg tersembunyi itu adalah kebohongan. Hidup bukan hanya menjalani sisa waktu, tapi juga harus mampu bertahan dalam setiap gelombang kehidupan. Semua pilihan memiliki resiko, dan apa...
