Jangan lupa vote dan komen yaa.. teman-teman❤️
⚠️18+
Anak kecil di mohon bijak sekarang! Yuk belajar bijak yuk!
Jangan lupa tobat!
Hot like summer, yeah I'm makin' you sweat like that
—BTS, Butter
"LOOK so good yeah, look so sweet. Lookin' good enough to eat..." Katherine bersenandung pelan seraya mengikat tali kimono handuk di pinggangnya. Walaupun terlambat bangun, pagi ini dia tetap semangat untuk pergi ke kampus. Ditambah lagi, tidak ada orang yang mengejeknya ayam kampus karena kedatangan Zavier yang mengancam Desi, Jessica, dan Windy kemarin.
"Diamonds on my wrist, so he call me— what the hell?" umpat Katherine refleks ketika melihat isi lemarinya yang penuh. "Kayaknya kemarin baju gue gak sebanyak ini," gumamnya heran. Beberapa pakaian yang dia pegang bahkan masih memiliki price tag di dalamnya.
Mengingat jam kuliahnya yang satu jam lagi akan di mulai, Katherine berusaha untuk tidak memperdulikan dari mana datangnya barang-barang itu dan fokus memilih pakaian untuk ke kampus. Hari ini, Katherine mengenakan celana jeans sedikit ketat dan kemeja berwarna soft pink karena sudah terlambat baginya untuk memilih pakaian lain.
"Hai!" sapa Katherine ceria sesampainya di ruang makan.
"Lo gak sarapan?" tanya Zavier dengan alis terangkat satu ketika melihat Katherine memasukkan bekal ke dalam tas tanpa ikut sarapan.
"Nope. Sebentar lagi gue ada kelas," jawab Katherine terburu-buru.
"Jangan, lo harus sarapan," Zavier refleks menarik pergelangan tangan sahabatnya itu.
"O—okay," balas Katherine bingung karena Zavier terlihat mematung menatap tangan mereka yang saling bersentuhan. Pelan-pelan, Katherine melepas tangan Zavier dan membuat pria itu tersadar dari lamunannya.
"Gue aja yang antar lo ke kampus," ujar Zavier yang di balas Katherine dengan anggukan.
"Oke. Ngebut ya?"
"Of course. Lo lupa kalau gue itu mantan pembalap?"
Katherine mendengus geli mendengarnya. Tentu saja dia mengingat semuanya dengan jelas. Dulu, dia menemukan Zavier terkapar lemah di depan rumahnya. Katanya, pria itu menabrak tempat sampah di depan rumahnya hingga babak belur. Saat itu, Katherine masih kelas 7 SMP dan masih belum mengerti apapun. Beberapa tahun kemudian, dia baru mengetahui jika Zavier bisa babak belur seperti itu karena memenangkan balapan liar dan di keroyok karena pihak lawan tidak menerima kekalahan mereka.
"Jangan buat kita di keroyok orang-orang karena lo bawa mobil kayak orang kesetanan," cibir Katherine sebal, namun berhasil membuat Zavier tertawa.
"Oh ya, gimana isi lemari lo sekarang? Suka?"
"Jadi, itu semua barang-barang dari lo?"
"Ya, of course."
"Zav, jujur aja gue gak suka kalau lo kasih gue barang-barang begitu. Gue udah seneng kok, dibolehin tinggal disini," ujar Katherine dengan senyum tulusnya.
"Lo semakin dewasa, Kate," puji Zavier. "Jadi, semua barang yang gue kasih boleh dijual lagi?"
Senyum Katherine memudar. "Emang bisa? Daripada repot, mending jangan," cegahnya dengan mata melotot.
Zavier tertawa kencang, mengamati Katherine yang mulai makan dengan terburu-buru. Beruntung, dia bisa membuat waktu tempuh ke kampus Katherine yang tadinya selama 30 menit menjadi 15 menit lebih singkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Safety Net
Storie d'amore[21+] • Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Dante Alejandro Smith, pemilik perusahaan yang bergerak di bidang hospitality. Seluruh wanita bertekuk lutut padanya karena pria itu memiliki Hotel, Resort, hingga Villa yang tersebar luas s...
