[18+]
Baca jam berapa dan dimana gais?
Every time the sun goes down, I let you take control
—Ed Sheeran, Bad Habits
DENGAN langkah tergesa-gesa, Katherine berusaha memasuki rumah besar keluarga Smith tanpa suara langkah kaki dan menghela napasnya setelah berhasil masuk ke kamarnya. Tadi siang, Sarah mengajaknya ke Mall hingga lupa waktu dan baru sampai rumah pukul 10 malam. Membayangkan wajah marah Dante saja sudah membuatnya bergidik ngeri.
"I should take a bath first, then sleep and pretend that I do nothing," gumam Katherine, kebiasaannya ketika sedang sendirian dan dalam keadaan panik.
Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi dan mengenakan pakaian lengkap, perempuan itu keluar dari kamar mandi dan terkejut ketika melihat Dante berada di dekat kasurnya.
"Kenapa kamu disini?" tanya Katherine kaget.
"Aku hanya memastikan jika perawat nakalku ini sudah selesai bermain atau belum," jawab Dante tenang.
Mendengar ucapan Dante yang seakan sedang menyalahkannya karena pulang terlambat, Katherine sontak gelagapan. Perempuan itu benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.
"A—aku..."
"Dan aku tidak bisa tidur jika kamu tidak mengusap kepalaku," potong Dante jujur. Sejak tadi, Dante sudah berusaha untuk tidur sendirian, namun entah mengapa pria itu tidak bisa tidur.
"Maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Katherine yakin.
"Baguslah, kalau begitu, aku tunggu di kamar. Jangan khawatir, Satria yang akan membantuku ke kasur."
Katherine mengamati punggung Dante yang menjauh dengan tatapan nelangsa. Jelas, sikap Dante berbeda dari biasanya dan tentunya dia sangat tidak menyukai sikap pria itu yang sekarang.
Setelah melakukan skincare malamnya, Katherine berjalan menuju kamar Dante dan berpapasan dengan Satria yang baru keluar. Perempuan itu hanya tersenyum canggung, lalu membuka pintu kamar itu dan duduk di sebelah Dante.
"Kenapa lama sekali?" tanya Dante dengan nada kesal yang kentara.
"Aku harus melakukan skincare malamku dulu, Boss," jawab Katherine seraya menjauhkan selimut dari tubuhnya, mengetahui betul jika selimut sialan itu membuatnya tertidur lelap kemarin malam.
Seperti kemarin, Katherine mengusap rambut Dante dengan pelan. Rambut pria itu sangat lembut, jadi dia suka mengusapnya. Tapi baru saja beberapa kali usapan, perut Katherine berbunyi, pertanda jika perempuan itu sangat lapar.
"Kamu sudah pulang malam, tapi tetap tidak memakan apapun?" tanya Dante disertai dengan sindiran.
Sindiran Dante berhasil membuat Katherine mendengus pelan. Bagaimana dia bisa membeli makanan? Uangnya sudah menipis, dan bukan hal yang baik untuk meminta makanan pada Sarah di hari pertama mereka berteman.
"Apa aku boleh membuat makanan?" tanya Katherine penuh harap.
Dante mendongak, menatap wajah Katherine yang berada di atasnya. Selama ini, dia tidak pernah sedekat ini dengan perempuan, kecuali jika melakukan seks. Seketika Dante tersihir dengan tatapan Katherine, tapi secepat itu pula pria itu tersadar dari lamunannya.
"Boleh, tapi aku juga ikut denganmu," jawab Dante seraya mengulurkan tangannya, memberi isyarat pada Katherine untuk membantunya kembali duduk di kursi roda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Safety Net
Romance[21+] • Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Dante Alejandro Smith, pemilik perusahaan yang bergerak di bidang hospitality. Seluruh wanita bertekuk lutut padanya karena pria itu memiliki Hotel, Resort, hingga Villa yang tersebar luas s...
