Extra Part

62.9K 2.5K 136
                                        

Nino POV

"Vasa udah punya princessnya Vasa Yah," aku hampir menyelesaikan pekerjaanku waktu Vasa berlari masuk ke ruang kerjaku.

"Princess apa?" masih ada beberapa dokumen yang harus kuperiksa, tapi aku bisa menyelesaikannya nanti. Aku mau mendengarkan cerita putraku dulu tentang teman dan sekolah barunya. Baru beberapa hari ini Vasa kami pindahkan sekolahnya ke sekolah yang lebih bagus dan lebih dekat dari rumah ini. Nessa yang memilih sekolah yang dia rasa bagus untuk Vasa dan sesuai dengan kriteria yang kuinginkan.

"Itu lho Yah, disekolah baru Vasa, ada teman Vasa yang mirip sama princess di buku cerita yang sering Ibu bacain. Cantik deh," cerita yang keluar dari bibirnya membuatku terkekeh karena dia sangat lucu. Anak sekecil Vasa sudah punya seleranya sendiri ternyata.

"Namanya Hania. Vasa mau undang dia di pesta ulang tahun nanti ya." akhir minggu ini Nessa memang menyiapkan pesta ulang tahun untuk Vasa. Aku sangat menyayangkan karena tidak bisa menyiapkan bersamanya. Pekerjaan yang sempat kutinggalkan selama beberapa bulan membuatku harus membereskan semuanya sekarang. Kami memang sempat tinggal beberapa bulan di rumah orang tuaku karena mereka memaksa untuk kami tetap tinggal disana. Vasa juga ternyata sangat lengket pada Oma juga Opanya. Terpaksa aku dan Nessa harus meninggalkan pekerjaan kami untuk sementara. Baru dua bulan lalu kami kembali ke Indonesia dan aku langsung memboyong mereka pindah kemari dari rumah lama mereka.

"Kamu boleh undang semua teman kamu. Bukan cuma Hania," kuangkat tubuh Vasa yang sudah semakin besar, membawanya menuju ke bawah tempat Nessa berada. Istriku itu pasti sedang menyiapkan makan malam untuk kami.

"Tapi dia tamu special Vasa Yah." kami tiba di dapur. Aroma harum sup jagung langsung menyambut kami.

"Iya. Ayah tau. Ayo kita bantu ibu," kuturunkan Vasa yang langsung mengerjakan tugasnya, menyusun piring dan sendok juga garpu di atas meja makan. Sedangkan aku juga mengerjakan tugasku, memeluk pinggang ramping itu dari belakang dan mengecup pundaknya, mengganggu istri tercintaku.

"Udah dong, masa kalah sama anaknya sih?" aku ngga peduli kalo Nessa terganggu olehku, dia selalu terlihat menggiurkan bagiku.

"Aku udah pensiun kerja didapur sejak ada kamu." aku memang jarang menyentuh dapur sejak beberapa tahun yang lalu karena kesibukanku. Aku lebih memilih makan diluar dan sekarang aku sudah memiliki Nessa yang melayaniku.

"Besok pulang cepet kan?" Nessa menaruh mangkuk sup yang dia pegang dan berbalik padaku.

"Aku pasti datang. Kan mau liat princessnya Vasa." Nessa sering protes bila aku pulang larut beberapa hari ini.

"Dia cerita sama kamu juga ya? Adduh anak itu. Dia masih kecil, belum boleh suka-sukaan begitu."

"Nanti kita kasih tau pelan-pelan ya, sayang." Nessa mengangguk.

"Ngga kerasa besok Vasa ulang tahun yang keenam. Rasanya baru kemarin aku hampir pingsan gara-gara dia ngilang dan keserempet mobil itu." Nessa benar. Berarti sudah setahun sejak aku mulai memperjuangkan mereka. Beruntung perjuanganku tidak sia-sia. Aku bersama mereka kini, bahagia dan selalu merasa kurang untuk membahagiakan mereka lebih dan lebih lagi.

"Aku mau ketemu Alan, Zevan juaga Andra malam ini. Boleh?" aku teringat tadi siang Alan menelepon dan memintaku ke Silver Moon malam ini.

"Boleh. Kamu siap kan kalo kena omel mereka?" diantara mereka ngga ada yang tau aku sudah menikah. Bahkan, aku punya wanita saja mereka ngga tau. Tadinya aku mau bicara langsung pada mereka mengenai Nessa juga Vasa, cuma aku masih belum ketemu waktu yang tepat. Kami cuma sempat ketemu sebentar-sebentar disela kesibukan masing-masing. Malam ini mungkin jadi kesempatanku untuk itu.

BIRU  (Silver Moon series)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang