Tupai-tupai yang sedang menggerogoti biji kanari di atas dahan pohon, di dekat jendela kaca kamar Eunji kini mereka saling berlari membelit dahan pohon, mungkin hewan-hewan kecil itu cukup terganggu atau mereasa terancam dengan suara jerit tangis dari seorang bayi berusia kurang lebih tiga bulan.
Eunji cukup sibuk pagi ini, ah ia memang wanita sibuk sedari dulu. Tapi kesibukannya saat ini berbeda, jika dulu ia sibuk menangani file-file dengan jemari berkutek merah menari di atas keyboard kini ia sibuk mengurus seorang bayi, dengan kuku yang tak lagi di panjangkan. Seperti pagi ini contohnya, saat matahari bercahaya redup karena terhalang oleh awan pagi. Eunji sibuk dengan kedua tangan yang menimang-nimang bayi laki-laki yang sedikit rewel dalam tiga hari ini.
"Yo Han..... ssstt kau kenapa hmmm" Eunji tampak menunjukan raut sedih sekaligus bingung, sembari jarinya membelai kepala Yo Han.
Si bayi balas merespon, dengan suara lengkingan yang cukup memekakan telinga. Merasa Eunji menurunkan intensitas timangan tangannya, Yo Han pun kembali menangis dengan wajah yang sudah memerah.
"Ya tuhan, ada yang sakit hmmm" Eunji hampir-hampir kewalahan, setiap tindakannya selalu salah, entah apa yang di minta Yo Han, menidurkannya dalam buaian ayunan juga tidak membuahkan hasil. Memberinya sebotol susu juga tidak dapat membantu apa-apa. Meskipun dengan keletihan ini Eunji tampak sama sekali tidak keberatan, justru ia senang bisa merasakan ini, apakah seperti ini rasanya menjadi ibu, meskipun ia sangat tidak menyukai wajah Yo Han yang sedang menangis seolah-olah menahan sakit, Eunji semakin tidak tega dengan bayi semenggemaskan ini.
"Kenapa dia Eun?" Jungkook datang bersamaan dengan tangannya yang masih menggenggam gagang pintu ia bertanya pada Eunji.
"Tidak tahu, aku tidak tega melihatnya seperti ini terus. Aku harus menghubungi Hyun-joo" Eunji menatap Jungkook, yang sedang mengulurkan tangannya bersiap mengambil alih gendongan.
"Hei... jagoan kenapa hmmm" Jungkook menepuk-nepuk punggung Yo Han, yang sudah berada dalam gendongannya.
"Kau dari mana sepagi ini Jung?"
"Dari ruangan gym. Aku mendengar Yo Han menangis dan langsung kesini"
Sejemang Eunji melihat pakaian Jungkook, pria itu menggunakan celana training bermotif garis putih. Bajunya juga sedikit lembab, dengan anakan rambut yang basah karena keringat.
"Lihat Yo Han seduah sedikit lebih tenang" Jungkook tersenyum bangga karena telah berhasil menenangkan putranya, matanya berbinar seperti seorang anak kecil yang mendapatkan permen.
Eunji terkekeh lucu, melihat Jungkook. Ia seperti memliki dua bayi sekarang. Jungkook dan Yo Han sama gemasnya. Eunji tidak paham pada Jungkook, terkadang pria itu terlihat seperti bayi besar. Tapi jika di atas ranjang saat gairah menguasai, entah kemana wajah menggemaskannya itu.
"Iya iyaa... kau papah yang hebat" Eunji melangkah, memeluk Jungkook yang lebih tinggi darinya. Eunji sedikit merenggangkan pelukannya karena ada Yo Han di antara mereka. Saat Eunji mengadahkan kepalanya ia mendapat kecupan ringan dari Jungkook di dahinya.
Hati Eunji kembali menghangat, ia suka momen ini. Ia ingin selamanya merasakan bahagia bersama Jungkook, tanpa bayang-bayang Yuri. Ia takut Jungkook akan meninggalkannya bersama Yuri.
"Eun...." Jungkook bersuara rendah, raut wajahnya tampak serius.
"Ya Jung."
"Jangan beri tahu Ayah dan Ibuku. Soal Yo Han"
Eunji melepaskan pelukannya dari Jungkook. Menatap heran pria berkaus putih oversize tersebut.
"Kau belum memberi tahu mereka? ku pikir--"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE PAIN [√]
FanfictionMengeja sakit yang berbaris pada riwayat, lalu beritahu di mana titik akhir itu? Bukan seperti daun maple yang bertabur karena arah angin, lalu menemui akhir. Ini lebih pelik daripada itu. Tapi, sejauh mana Shin Yuri mengeja langkah, untuk mencari p...
![THE PAIN [√]](https://img.wattpad.com/cover/253442350-64-k150925.jpg)