29. Dinner? Pecel Lele?

2.3K 92 0
                                        

Haaaiiii!!! Maaf yaaa baru up hehehe. Semoga sukaaa jangan lupa Vote & Commentnya karena itu sangat berarti bagi akuuu💖

****

Playlist for this chapter (harus happy-happy biar gak emosi HAHA, jangan banyak ngumpat yaa di chapter ini. Aku tau kalian sabar menghadapi para jenisan Alena):

- Hello (Joy RedVelvet)
- Permission to Dance (BTS)
- Wings (Little Mix)

****

29. DINNER? PECEL LELE?



"Dari Sabang sampai Meraukee~"

"Dari Timur sampai ke Talaud~"

"Tumben apal,"

"RUSAK RUSAK RUSAK! Perusak!"

Arion bergedik seram. Di matanya Aksa sekarang seperti orang kesurupan. "Lo kenapa sih, Sa?"

"Jadi lupa anjing! Apa lanjutannya, Ran?"

"Lah ngapa nanya gue?" tanya Randi.

"Kan itu OST iklan makanan favorit lu,"

"Emang lagunya apa?" tanya Randi pada Aksa.

"Makanan kesukaan lu emang apa?" Aksa bertanya balik.

"Naspad," jawabnya.

"Oh berarti salah," Aksa cengengesan membuat Randi menjitak kepalanya keras. Berlanjut dengan Arion yang ikut-ikutan. Dirga dan Raka hanya bisa memandang mereka tidak habis pikir. Ada-ada saja tingkahnya!

"Dir!"

Dirga menoleh, mendapati Natalia memanggilnya dari pintu. Lelaki bertubuh tegap itu lalu berjalan menghampiri Natalia.

"Oy!" sapa Dirga.

Natalia memandangnya dengan wajah kesal. "Daritadi di telpon Adara kenapa gak lo angkat?"

Mendengar itu, Dirga langsung masuk kembali ke kelas guna mengambil ponselnya. Mati total. Dirga berdecak sekali lalu kembali keluar.

"Pinjem hp lo bentar," ucapnya pada Natalia.

Natalia memberi ponselnya, Dirga dengan cekatan mengetik nomer ponsel Adara lalu menelepon cewek itu.

"Halo, Nat?"

"Ra,"

"Hah kok.. eh, DIRGA!! KOK GAK AKTIF TELPONNYAA??" teriak Adara dari sana.

"Kangen ya?" goda Dirga.

Adara tersenyum kecil, "enggak!"

"Payah masa gak mau ngaku," ujar Dirga lagi sambil menahan kekehannya.

"Kamu dimana?"

"Masih di sekolah. Ada dua les lagi," jawab Dirga.

Adara secara spontan mengangguk-anggukkan kepala walaupun Dirga tak bisa melihatnya. "Dirgaaa.. " panggil Adara dengan suara manja membuat Dirga tersenyum lebar.

"Ada apa sayang?"

"Ih sebel! Gue ke dalem dulu dah! Bisa mati gue denger ginian. Hp gue jangan lupa," ujar Natalia setelah mendengar kalimat terakhir Dirga. Adara tertawa di sana—suara sahabatnya itu masih bisa terdengar.

"Mau izin pergi.. boleh yaa??" tanya Adara pada Dirga membuat Dirga mengerinyitkan dahi bingung.

"Mau pergi kemana kamu? Sama siapa? Belom pulih juga. Gak usah sok-sok an deh, baru ju—"

DIRGANTARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang