Thirty Five : Honeymoon

56 4 0
                                        

WARNING! BAKAL ADA ADEGAN UWU YANG BIKIN KALIAN SENYUM-SENYUM SENDIRI. JADI, TOLONG SIAPKAN HATI KALIAN AGAR NANTINYA TIDAK JATUH KE TANAH. DAN JUGA, JAGA DIRI AGAR KALIAN TIDAK MLEYOT. TERIMA KASIH😚

♤♤♤

Hari ini, mentari bersinar begitu terang seolah-olah sedang berbahagia menyambut indahnya pagi. Awan-awan putih pun turut berarak menghiasi hamparan langit kebiruan di atas sepasang suami-istri yang sedang duduk di atas pasir putih pantai. Menikmati indahnya pagi sembari berpelukan memandang birunya lautan luas di depan mereka. Saling mengulas senyum kebahagiaan. Karena akhirnya, mereka bisa berlibur dan melakukan hal yang semestinya pasangan baru lakukan. Ya, apalagi kalau bukan honeymoon.

Bertempat di salah satu wisata unggulan di Indonesia, Artsya dan Ryanya menikmati hari indah mereka di sebuah pulau bernama Derawan, Kalimantan Selatan. Ryanya yang sedang asyik memandang hamparan pantai pun seketika dibuat terkejut, merasakan kepalanya yang diusap lembut. Ia pun mendongakkan wajahnya dan seketika matanya berserobot dengan kedua retina biru jernih mikik suaminya. Yang bahkan, jernihnya seperti air di lautan. Menelisik wajah suaminya yang tampak manis nan rupawan yang akhir-akhir ini kian bertambah. Entah karena apa.

"Kamu suka?" tanyanya sembari terus mengelus kepala Ryanya. Ryanya mengangguk. Memeluk pinggang Artsya erat.

"Sangat suka, terima kasih."

"Menurutmu, kalau aku membeli pulau ini, apakah kamu akan ikut aku pindah dan tinggal di sini bersamaku?" Tangan yang sejak tadi memeluk tubuhnya itu pun seketika terlepas. Ketika ia menyelesaikan keinginannya itu. Ditambah, wajah masam dan garam yang ditunjukkan istrinya. Petanda, jika istrinya tidak menerima keinginannya itu.

"Jangan aneh-aneh deh, Sya. Mending, kamu sumbangin aja uang lebihmu. Toh, aku ngrasa, hidup kita udah sempurna dan bercukupan. Jadi, gunakan saja uangmu untuk beramal, oke?" Artsya yang ingin kembali mengutarakan pendapatnya pun seketika dibuat terkejut dengan kedua pipi merona.

Cup

"Ih ... kamu kok lucu banget sih. Ayo, kita ke dermaga! Katanya, kita mau menyelam?" tanya Ryanya dengan tampang polosnya. Seolah-olah ia tidak merasa bersalah ataupun harus memberikan penjelasan pada suaminya. Ryanya yang hendak berdiri tertahan ketika Artsya meraih pergelangan tangannya.

"Kamu yakin gak ada yang harus kamu jelasin tentang tadi?" Ryanya mengernyitkan keningnya.

"Soal?" Tanpa menjawab pertanyaan Ryanya, Artsya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Ryanya. Mencium bibir ranum istrinya dengan sepenuh hati. Ryanya sendiri yang dicium oleh Artsya pun turut membalasnya. Toh, mereka sudah sah. Dan kali ini ciuman mereka berlangsung cukup lama dan mampu membuat Ryanya kekurangan oksigen.

"Lain kali, jangan nakal!" Artsya menjawil hidung Ryanya sebelum bangkit dari pasir dan menggandeng tangan istrinya. Ryanya tersadar akan perbuatan mereka barusan. Bahkan, kedua pipinya sudah memerah layaknya tomat. For information, itu adalah ciuman pertama mereka. Baik bagi Artsya maupun Ryanya. Karena selama ini, mereka hanya mencium pada bagian kepala dan kedua pipi saja.

"Kita lanjutkan nanti. Awas sampai kamu kabur," bisik Artsya sensual yang mampu membuat bulu kuduk Ryanya merinding. Artsya yang melihat respon Ryanya pun terkekeh hingga mereka sampai di dermaga. Di mana, para pengunjung, petugas, dan kapal-kapal yang berlabuh berada.

"Apakah Anda Tuan Artsya dan Nyonya Ryanya?" tanya salah petugas kepada sepasang suami-istri itu. Artsya menelisik petugas itu sebentar. Sebelum akhirnya tersenyum dan mengangguk.

"Kalau begitu, mari ikut saya. Kapal sebentar lagi akan berangkat," ujar sang petugas sembari menuju kapal. Artsya yang hendak mengikuti langkah petugas itu pun seketika kembali terdiam ketika ia merasakan genggaman tangannya yang kuat seiring tubuh Ryanya yang merapat ke arahnya. Artsya menoleh dan menatap Ryanya.

SWI AGENCY (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang