Setelah menemani Kenneth memilih hadiah untuk Violett, Kenneth kembali menyeret Amore ke suatu tempat. Amore hanya pasrah mengikutinya, karena dia sudah berjanji untuk menemaninya kemanapun hari ini.
Namun, Amore mengerutkan dahinya ketika melihat jalan yang mereka tuju adalah daerah tempat para orang biasa dari kalangan kelas bawah tinggal. Amore mengintip ke luar jendela dan menemukan tempat asing yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya.
"Kemana kita pergi?" Amore menatap Kenneth curiga.
"Kakak akan tahu begitu kita sampai." Kenneth tersenyum penuh arti, dia sengaja tak mau menjawab pertanyaan itu, karena ini adalah kejutan yang disiapkannya dengan Gavel selama sebulan terakhir.
Amore mendengus pelan mendengar jawaban Kenneth yang sengaja membuatnya penasaran. Sepuluh menit kemudian kereta berhenti di sebuah halaman rumah ornamen sederhana namun sangat lebar dan luas, Kenneth membantu Amore turun dari gerbong dan berjalan menuju arah pintu rumah itu.
Amore mengerutkan dahi, bertanya-tanya dalam hati rumah siapa yang akan mereka kunjungi. Kenneth mengetuh pintu, dan sesaat kemudian seorang wanita gemuk keluar dan menyapa dengan sopan, "Selamat datang Sir, Lady."
Dengan cepat dia menyingkir dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam. Suara banyak anak-anak di dalam rumah itu membuat Amore terkejut, dia kenal suara-suara ini. Amore berjalan cepat ke arah ruang tengah rumah itu tanpa menunggu Kenneth dan Ren.
"Tora! Lyn! Anak-anak!" Amore menatap mereka terkejut.
Teriakan Amore sontak membuat seluruh anak-anak menoleh terkejut dan berlari ke arahnya.
"Lady Ame!"
"Lady!"
Berbagai teriakan bahagia memenuhi tempat itu, Amore bergegas berhambur memeluk mereka. "Syukurlah kalian baik-baik saja. Bagaimana bisa kalian ada disini?"
"Duke dan Sir Kenneth membawa kami ke sini sebulan yang lalu, mereka bilang Lady Ame yang meminta mereka untuk melakukannya." Tora, anak palimg besar menceritakannya pada Amore.
"Terimakasih Lady, karena kalian kami tak kelaparan lagi." Ucap salah satu anak perempuan bernama Ann dengan mata berbinar.
Amore tersentak namun sesaat kemudian tersenyum penuh haru sampai menitikkan air mata.
"Sudah kubilang, aku akan menepati janjiku kan. Karena.."
"Karena Lady sangat kaya!" Potong mereka serempak mengatakan kata-kata yang biasa Amore katakan pada mereka.
"Ahahaha." Semua anak-anak tertawa setelahnya, Amore juga begitu.
Amore berbalik dan berlari memeluk adiknya, "Ken! Kau memang adikku yang paling baik dan tampan! Terimakasih! Aku pasti akan membantumu mendapatkan Violett!"
Kenneth terkekeh geli mendengar janji itu, dia menepuk-nepuk punggung Amore seraya berkata, "Ini kejutan untukmu, aku dan Duke mempersiapkan semuanya beberapa hari setelah hari pertunangan kalian tahu. Kau harus berterimakasih pada Duke nanti. Karena dia yang mengusulkan semua ini."
"Gavel manis sekali, aku tak tahu dia menyembunyikan ini semua dariku selama sebulan terakhir. Saat bertemunya nanti aku akan menghadiahinya seribu ci- hmmmph!"
Kenneth membekap mulut Amore dengan panik, "Jangan katakan hal-hal vulgar begitu didepan anak-anak!"
Amore melepaskan tangan Kenneth dengan kesal, dan kemudian berdeham malu karena anak-anak menertawainya.
"J-jadi apakah hanya satu orang yang mengurus anak-anak?" Tanya Amore karena hanya melihat satu pengurus.
"Tidak Nona, ada dua orang lagi yang sedang memasak makan malam di dapur. Maaf karena tidak bisa menyambutmu." Jawab wanita gemuk yang ternyata bernama Emma tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trash Lady
Fantasia🌸2. Reincarnation Series #3 in Romance (2/07/2021) #4 in Fantasi (4/07/2021) Warning! 15+ Dulu aku gadis lemah penyakitan yang akhirnya mati tanpa seorangpun disisiku. Seumur hidupku aku hanya berbaring di kasur rumah sakit dan tak bisa melakukan...
