Pangeran ketiga, Ronald Giordo masihlah sangat muda. Faksinya tumbuh menjadi kuat berkat dukungan Ibunya, Ratu Eliza yaitu Ratu saat ini. Otak dibalik semua rencana faksi pangeran Ronald juga semuanya adalah berkat sang Ratu. Ronald masihlah sangat muda, pernah beberapa kali dia mencoba berbicara pada Walden dan berusaha membangun hubungan baik dengan Walden dan juga Putri Wina, namun ibunya menekannya agar menganggap kedua bersaudara yang juga saudara tirinya itu adalah musuh. Ronald tak mengerti mengapa dia harus melakukan itu semua hanya demi sebuah takhta. Ibunya, sang Ratu terobsesi agar Ronald menjadi Raja berikutnya. Namun Ronald tak pernah menginginkan itu.
Ketika Ronald muda berusaha memberontak dari kekangan ibunya, teman masa kecil sekaligus perempuan yang disukainya mati mengenaskan. Dia masih berumur dua belas saat itu, dan tak memiliki kekuatan apapun untuk lepas dari cengkraman ibunya. Dengan ancaman itu, Ronald tak lagi memberontak. Dia tak ingin orang-orang berharga disekitarnya kehilangan nyawa hanya karena keegoisannya semata. Bahkan saat ini walau dia sudah berumur tujuh belas tahunpun, dia masih belum bisa melepaskan diri dari cengkraman ibunya.
Namun, Ronald tak menyerah begitu saja. Diam-diam dengan bantuan seorang sahabat sekaligus orang kepercayaannya dia berhasil mengumpulkan berkas-berkas serta bukti tindakan korupsi dari faksinya. Ronald ingin sekali bertemu Walden untuk meminta bantuannya, namun sepertinya itu tak mungkin berkat orang-orang yang diperintahkan ibunya selalu mengawasinya. Ronald bahkan putus asa, dan berharap kesempatan kecil akan datang jika dia terus bersabar menahan semuanya.
Dia tak menginginkan takhta, dia tak ingin bersinggungan dengan Walden dan akhirnya saling menyakiti. Bagaimanapun Walden masihlah kakak yang memiliki darah sama dengannya. Andai saja Ronald memiliki keberanian lebih banyak, andai saja dia memiliki kekuatan, dia pasti akan bisa menghentikan ibunya. Dia ingin mengakhiri semuanya, dan dia tak ingin seseorang mati karenanya.
"Bukankah ini Lady Amore? Aku sangat penasaran dengan sosok Lady yang sangat terkenal." Ujar Ratu mendekati Amore, sementara Ronald mengawasi mereka. Dia juga penasaran dengan Amore karena gadis itu sangat terkenal hingga membuat kekacauan dan mengguncang faksi Putra Mahkota.
"Senang bertemu dengan anda Yang Mulia." Amore tersenyum paksa saat memberi salam pada Ratu. Bahkan orang bodoh pun bisa melihat ketidaksenangan yang ditunjukkan secara terang-terangan di wajahnya.
Amore mendengus pelan, sudah dia duga kalau Ratu akan mendekatinya seperti ini saat dia menerima undangan pesta dansa dari Pangeran ketiga. Faksi mereka pasti telah mendengar konflik antara keluarga Marquis Bourche dan Marquis Carden yang merupakan bagian dari faksi Putra Mahkota. Karena itu Ratu pasti berusaha menarik Marquis Bourche ke sisinya yang berlawanan dengan Faksi Putra Mahkota lewat dirinya yang merupakan Putri tertua Marquis Bourche sekaligus tunangan Duke Heinz.
Amore tidak ingin pergi, namun tak mungkin dia mengabaikan undangan dari keluarga kerajaan. Jadi dia pergi dengan Gavel sehingga tak akan ada seorangpun yang berani mendekatinya. Namun, prediksinya salah. Ratu Eliza, yang merupakan ibu dari Pangeran ketiga sekaligus otak dibalik faksi mereka kini berusaha mendekatinya tanpa rasa takut.
Saat itu Gavel yang berada disisinya ingin maju dan melangkah untuk menjadi tamengnya namun Amore menahan lengannya dan menyuruhnya pergi. "Aku bisa mengatasinya." Bisik Amore seraya meraih kepala Gavel agar mendekat ke arahnya. Tentu saja aksi ini membuat semua orang tercengang karena Gavel yang ditakuti mereka selama ini diperlakukan seperti itu oleh Amore.
Gavel mengangguk sekali lalu mengecup pipi Amore sekilas sebelum pergi meninggalkannya, "Hati-hati."
"Wow lihat itu! Itu orang yang sama yang akan menghunuskan pedangnya setiap kali seseorang berusaha menyentuhnya kan?" Gilbert, putra seorang Count sekaligus teman akrab Ronald, Pangeran ketiga berseru takjub.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trash Lady
Fantasy🌸2. Reincarnation Series #3 in Romance (2/07/2021) #4 in Fantasi (4/07/2021) Warning! 15+ Dulu aku gadis lemah penyakitan yang akhirnya mati tanpa seorangpun disisiku. Seumur hidupku aku hanya berbaring di kasur rumah sakit dan tak bisa melakukan...
