63. Epilog

12K 334 31
                                        

Jangan lupa di pencet tombol bintangnya, ya 🥺

Happy Reading 💞

* * *

Tidur Bella sedikit terganggu saat sinar matahari mulai masuk ke dalam jendela kamarnya. Ia mulai mendudukkan badannya di atas ranjang, kemudian ia mengucek pelan kedua matanya. Ia melirik ke arah bayinya dan Antaris yang masih tertidur pulas. Tanpa disadari, senyumnya terbit.

Bella melihat jam yang berada di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi. Bella mulai mendekati Antaris, kemudian, seperti biasa ia menggoyangkan tubuh Antaris pelan, berharap sang empu mau bangun.

"Kebiasaan banget, suka susah kalau dibangunin," gerutu Bella pelan, lalu ia mencubit pinggang Antaris sedikit kencang.

Sedangkan Antaris, ia langsung bangun dari tidurnya saat merasa ada cubitan di pinggangnya. Ia melirik Bella yang berada di sampingnya yang sedang menampilkan wajah cemberutnya.

Merasa gemas, Antaris langsung mencubit pipi Bella yang terlihat chubby itu. "Kamu lucu banget, sih."

Bella menepis tangan Antaris pelan, kemudian ia mengelus pipinya yang terasa sakit bekas cubitan Antaris. "Sakit ..." Bella merengek seperti anak kecil sambil menunjuk pipinya yang terasa sakit.

Antaris tertawa, kemudian ia mendekat ke arah Bella, dan-

Cup ...

"Gimana Bel? Udah gak sakit lagi 'kan, sekarang?" tanya Antaris sambil tersenyum setelah mencium pipi Bella.

Bella terdiam sebentar saat tiba-tiba pipinya dicium oleh Antaris. Ia tersenyum malu sambil memegang pipinya yang baru saja dicium oleh suaminya itu.

"Eh, kok pipinya malah tambah merah, Bel? Mau aku cium lagi, Hm?"

Bella mendorong dada Antaris pelan saat Antaris sudah bersiap untuk mencium pipinya kembali. Ia memandang Antaris malu-malu.

"Gak usah, pipi aku udah sembuh, kok. Sana mendingan kamu mandi, badan kamu udah bau." Bella berpura-pura menutup hidungnya sambil memundurkan badannya menjauhi Antaris.

Antaris tertawa, kemudian ia menarik Bella ke dalam pelukannya. Antaris mencium pucuk rambut Bella sedikit lama. Hingga akhirnya, Antaris melepas pelukannya sambil tersenyum jahil ke arah Bella.

"Katanya, badan aku bau. Tapi, kok tadi kamu mau-mau aja dipeluk sama aku?" tanya Antaris mengangkat satu alisnya sambil menahan tawanya.

Bella menggaruk pipinya yang tidak terasa gatal, kemudian ia menatap Antaris sambil nyengir. "Udah lah sana kamu mandi." Bella mendorong-dorong tubuh Antaris hingga turun dari ranjang.

Antaris mencekal kedua lengan Bella yang terus mendorongnya. Kemudian, ia menatap Bella dengan tatapan memohonnya. "Mandi bareng ya, Bel?"

Bella menggeleng sambil menahan senyumnya. "Gak mau. Takut diapa-apain sama kamu."

Antaris melepas cekalannya pada tangan Bella, kemudian ia mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V di hadapan Bella. "Gak bakal, Bel. Suer."

Bella memicingkan matanya menatap Antaris. Kemudian, ia mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan tangannya, seolah-olah sedang berfikir. Setelahnya, ia kembali menggelengkan kepalanya, membuat wajah Antaris langsung murung seketika.

"Sayang ..." Antaris merengek dengan tatapan memohonnya, membuat Bella tidak tega melihatnya.

Bella menghembuskan nafasnya pasrah, kemudian ia mengangguk, membuat Antaris berteriak senang. "Ya udah, ayo."

Antaris mengangguk semangat. Kemudian ia bergumam. "Akhirnya, gue bisa lihat badan---"

"BADAN APA, HAH?!" tanya Bella galak sambil memelototi Antaris.

ANTARIS [LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang