[HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA JIKA KAMU MENIKMATI CERITA INI!]
"Anda datang dengan damai kami menyambut dengan segan. Anda datang dengan kericuhan, tunggu kami datang dengan kesarkasan." -anggota geng Adler.
Antaris Al...
Sekarang, Antaris dan Garrick sedang berada di Supermarket untuk membeli sesuatu sesuai dengan rencana Garrick. Setelah selesai, Antaris mulai menyalakan ponselnya, lalu ia mencari kontak Bella kemudian menelponnya.
[ Mau apa nelpon? ] tanya Bella ketus dari seberang sana.
[ Cuman mau ngabarin kalau aku mau main ke rumah kamu. ]
[ Jangan sekarang, aku lagi males nerima tamu. ]
[ Oke. Tunggu ya, sebentar lagi aku ke sana. ]
[ H---- ]
Tut!
Tanpa mendengar balasan dari Bella, Antaris langsung mematikan sambungan teleponnya. Antaris tertawa pelan saat membayangkan raut kesal di wajah Bella saat sambungan teleponnya dimatikan secara sepihak oleh dirinya.
Garrick yang tak sengaja melihat Antaris tertawa sendiri pun langsung menepuk pundak sahabatnya itu.
Antaris mendelik. "Gak ada sejarahnya orang ganteng kayak gue bisa berubah jadi orang gila."
Garrick memutar bola matanya malas. "Masih gantengan Bapak gue jangan sok keras."
Antaris tertawa, kemudian ia menepuk pundak Garrick pelan. "Ya udah, gue duluan ya."
Garrick mengangguk. "Semoga berhasil, bro!" Antaris hanya mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi sebagai balasan atas ucapan Garrick.
Sedangkan di sisi lain, sambungan telepon yang dimatikan secara sepihak oleh Antaris mampu membuat Bella merasa kesal.
"Ini orang kenapa hobi banget bikin gue kesel mulu, sih? Untung sayang, kalau engga, udah gue tendang tuh orang sampe planet Mars," omel Bella yang merasa kesal terhadap Antaris.
Saat Bella tengah asyik-asyiknya mengomel-ngomel gak jelas, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Ini lagi, siapa sih?" tanya Bella pada dirinya sendiri, sambil melangkah untuk membuka pintunya.
"Aku 'kan udah bilang, kalau aku itu lagi males nerima tamu. Kenapa kamu ngeyel banget sih pengen ke sini?" tanya Bella kesal pada Antaris setelah pintunya terbuka.
Antaris tak mengindahkan pertanyaan dari Bella. Ia menunjukkan kado kecil yang sedari tadi berada di tangannya ke hadapan Bella dengan senyum lebar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bella mengernyitkan dahinya bingung, sambil mengambil kado kecil tersebut. "Apa ini?"