Jangan lupa vote dan komen nya ya guys🤩❤️
Happy Reading❣️
***
"Udah gak sayang sama nyawa lagi, lo?" tanya Garrick pada laki-laki dihadapannya.
Kini Antaris, Garrick, Arrion, Ander, Alfio dan anggota geng Adler lainnya sedang berada di salah satu gang yang sepi sambil berhadapan dengan musuh bebuyutan geng Adler. Geng Horas yang di ketuai oleh Arnold Delvin Daniyal.
Arnold, selaku ketua dari geng Horas hanya tersenyum menyeringai sambil menatap remeh satu persatu anggota inti geng Adler tanpa menjawab pertanyaan dari Garrick.
"Kenapa diem lo? Bisu? Pasti ibu lo nyesel banget ya udah ngelahirin anak kayak lo? Ups." Alfio menutup mulutnya kemudian tertawa.
Emosi Arnold mulai terpancing saat mendengar nama ibunya dibawa-bawa. Ia paling tidak suka kepada orang yang selalu membawa-bawa nama ibunya ke dalam masalahnya. Arnold mengepalkan kedua tangannya erat. Matanya mengkilat penuh amarah.
"Gak usah bawa-bawa ibu gue, anjing!" Setelah mengatakan itu, Arnold langsung memukul wajah Alfio dengan kuat, membuat Alfio meringis kesakitan.
Antaris yang melihat Alfio dipukul pun langsung mengepalkan kedua tangannya erat. Kemudian membalas pukulan Arnold tak kalah kuatnya membuat sudut bibir Arnold sedikit robek dan berdarah akibat pukulan Antaris.
Arnold yang mendapatkan pukulan secara tiba-tiba dari Antaris pun tubuhnya sempat oleng jika saja kakinya tidak langsung menahan keseimbangan tubuhnya. Matanya menatap tajam ke arah Antaris kemudian tangannya terangkat berniat untuk memukul Antaris, tetapi, dengan cepat Antaris menghindar.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Perkelahian terjadi antara geng Adler dan geng Horas. Para anggota geng Adler terus saja memukul lawannya dengan kuat membuat lawannya beberapa kali tumbang.
Begitupun dengan Antaris. Ia terus saja memukul Arnold tanpa ampun. Arnold menjatuhkan tubuhnya diatas tanah saat dirinya tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Antaris dengan sigap menindih tubuh Arnold kemudian kembali memukul Arnold tanpa perlawanan.
Bugh! Bugh! Bugh!
Dilain sisi, Arrion terus saja memukul lawannya tanpa ampun. Pukulannya berhenti saat ia mendengar suara sirine polisi. Arrion menajamkan kembali pendengaran nya. Dan benar saja, itu suara sirine polisi!
Arrion melihat ke arah Antaris yang memukul Arnold yang telah lemas tak berdaya. Kemudian, ia menghampiri Antaris.
"Woi Ris, udah anjing! Entar anak orang bisa mati!" Antaris tidak menggubris ucapan Arrion. Ia terus saja memukul Arnold bak orang kesetanan.
Arrion geram, ia langsung saja memukul pipi kiri Antaris membuat Antaris menoleh ke arahnya dengan tatapan tajamnya.
"Cabut sekarang. Ada polisi. Lo gak mau 'kan kalau ditangkap polisi?" tanya Arrion dingin.
Antaris tidak menjawab pertanyaan Arrion, ia langsung saja pergi membuat Arrion mendengus kasar.
Drrtt ... Drrtt ...
Lamunan laki-laki itu seketika buyar setelah mendengar dering ponselnya. Ia langsung menekan tombol warna hijau setelah melihat nama di layar ponselnya.
[ Gimana? Apa ada informasi penting? ] tanya laki-laki itu pada lawan bicaranya.
[ Untuk sekarang tidak ada bos. Tetapi, gue akan terus pantau dia. ]
KAMU SEDANG MEMBACA
ANTARIS [LENGKAP]
Novela Juvenil[HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA! JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA JIKA KAMU MENIKMATI CERITA INI!] "Anda datang dengan damai kami menyambut dengan segan. Anda datang dengan kericuhan, tunggu kami datang dengan kesarkasan." -anggota geng Adler. Antaris Al...
![ANTARIS [LENGKAP]](https://img.wattpad.com/cover/249195387-64-k371431.jpg)