40. Meresahkan

3.5K 202 1
                                        

Seperti biasa, jangan lupa votenya🤗
Komen ya, bila ada typo

Happy Reading 💞

* * *

Jam lima pagi, Bella sudah bangun dari tidurnya. Kemudian, ia melangkah ke kamar Arka yang pintunya masih tertutup, yang artinya Arka masih tertidur. Bella mengetuk pintu kamar Arka pelan, namun tak ada jawaban dari Arka. Bella mencoba membuka pintu kamar Arka, dan ternyata pintunya berhasil terbuka! Yang artinya pintu itu tidak dikunci oleh Arka. Mungkin dia lupa, pikir Bella.

Bella melangkah ke ranjang yang sedang ditempati oleh Arka. Kemudian, ia mulai menepuk-nepuk kedua pipi Arka pelan, berharap Arka bangun, namun hasilnya nihil. Arka tidak bangun juga.

"Bang, bangun." Bella kembali menepuk-nepuk kedua pipi Arka. Namun, hasilnya tetap sama. Arka tidak bangun juga.

"Punya Abang satu tidurnya ngebo banget sih." Bella menggerutu pelan.

"Bang, bangun! Lo gak mau pergi ke sekolah, apa? Ini udah jam sepuluh loh, Bang!" Bella terpaksa berbohong, agar Arka bangun.

Dan ternyata, Bella berhasil! Arka langsung bangun saat mendengar ucapan Bella barusan.

"Hah? Jam sepuluh? Lah, anjir ngapa lo gak bangunin gue dari tadi, sih?!" Arka mengomel dengan nyawa yang belum terkumpul semuanya.

Bella menahan tawanya. "Ya udah cepetan sana lo mandi."

Arka tak membalas ucapan Bella, ia memandang Bella dengan pandangan curiga. "Lo bohong, 'kan?"

Bella menggeleng cepat. "Enggak, lah! Cepetan sana lo mandi. Lo gak mau pergi ke sekolah, apa?"

Arka hanya diam. "Lo juga belum mandi, 'kan? Kenapa lo gak ke sekolah juga?"

Bella diam, ia bingung mau membalas ucapan Arka seperti apa. Sial, kenapa tadi ia gak ganti baju terlebih dahulu! "Emm itu emm a-anu em .."

"Nah, 'kan! Udah gue duga pasti lo bohong!" Arka memutar bola matanya malas. "Dahlah sonoh gue mau tidur lagi, ngantuk."

Bella menarik lengan Arka agar Arka kembali duduk. "Jangan tidur dulu lah, Bang. Bella mau nyuruh Abang buat beliin obat kortikosteroid. Tolong beliin ya, Bang?"

"Gak! Beli sendiri aja sonoh! Gue ngantuk." Arka kembali merebahkan tubuhnya, kemudian ia mulai memejamkan matanya.

"Bang ih, beliin ngapa!" Bella terus berusaha membujuk Arka agar membelikannya obat kortikosteroid. Kenapa tidak Bella sendiri aja yang beli? Jawabannya hanya satu. Ia malas untuk ke luar rumah.

"Entar aja dah gue beliinnya," balas Arka pelan.

"Gak mau! Maunya sekarang!"

"Ya udah sana beli aja sendiri."

"Bella males, bang."

"Gue juga males, mending tidur biar ada manfaatnya."

Bella cemberut kesal. "Bang ih, Bella itu cuman nyuruh Abang buat beliin obat itu doang lho bang, bukan yang aneh-aneh!"

"Iya, emang gak aneh. Yang aneh itu, lo nyuruhnya pagi-pagi buta begini, Markonah! Mana ada toko yang buka jam segini, Saepudin!" Arka menggigit bantal gulingnya sendiri, saking kesalnya terhadap Bella.

"Gak mau tahu, pokoknya Bella mau obat itu sekarang!"

Arka menghembuskan nafasnya kasar. Kemudian ia duduk di atas ranjangnya. "Buat apa, sih?"

"Buat dikasih sama orang. Soalnya, dia itu kegatelan banget sama Antaris."

"Goblok." Arka mengumpat pelan.

ANTARIS [LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang